28
Jun
10

Bagaimana Public Relations mampu merubah sebuah kebijakan

 

Dalam menghadapi krisis obesitas anak-anak di Amerika yang terus tumbuh, Pemerintah Negara Bagian California mengambil peranan pentingnya dengan  menolak obesitas sebagai pilihan yang sangat pribadi. Kesempatan untuk mengatasi krisis ini dimulai  pada tahun 2005 ketika diperkenalkan sebuah rancangan undang-undang oleh Pemerintah California yang mewajibkan lingkungan sekolah yang sehat. Undang-undang tersebut ditolak oleh masyarakat  tapi California Center for Public Advocacy (CCPHA) membuat sebuah kampanye untuk menggolkan undang-undang tersebut dengan memanfaatkan advokasi media agar penjabat pembuat undang-undang bertanggung jawab terhadap kenaikan jumlah penderita obesitas yang terus meningkat setiap tahunnya.

Obesitas di Negara Bagian California dalam kondisi yang sangat kritis, dari hasil analisa di lapangan satu dari empat anak-anak  kelebihan berat badan yang berisiko diabetes dan penyakit kronis lainnya. Obesitas pada anak cenderung menjadi obesitas dewasa yang terbilang penyakit mahal dan sulit dicegah.  Banyak politisi  menolaknya dan menganggap bahwa obesitas adalah sebuah pilihan yang sangat pribadi.  

Tahun 2005 berbagai undang-undang dibuat  untuk mengatasi krisis ini  seperti  RUU No. SB 12 – melarang pengadaan junk food di semua sekolah dan RUU No. SB 965 – melarang penyediaan soda di sekolah. Rancangan undang-undang tersebut mulai disosialisasikan  untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. CCPHA mulai menciptakan berbagai kegiatan agar RUU tersebut segera disahkan  dengan kampanye yang inovatif berupa penelitian, pendidikan, advokasi media dan kegiatan media relations.

Kegiatan dimulai dengan sebuah penelitian yang cukup mendetail difokuskan pada tiga bidang terpisah. :

  1. Siswa sekolah. Meneliti dampak dari krisis obesitas, data dari California FitnessGram, diberikan kepada siswa kelas lima, tujuh dan sembilan  sekolah umum di California, hasilnya dianalisa oleh pejabat lokal.
  2. Pejabat pembuat undang-undang. Catatan suara dari semua 80  anggota Majelis California diteliti untuk menentukan siapa yang mendukung dan siapa yang menentang rancangan undang-undang tersebut.
  3. Media.  Untuk melihat seberapa besar dukungan media terhadap RUU ini.

Yang pasti tujuan kegiatan ini adalah memperbaiki gizi anak-anak California dengan menggolkan  rancangan undang-undang yang melarang peredaran  makanan dan minuman tidak sehat di lingkungan sekolah. 2 sasaran utama kegiatan kampanye ini yaitu pejabat pembuat undang-undang agar undang-undang ini bisa segera ditetapkan dan media untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah selain tentu saja dukungan dari masyarakat setempat.   
Berbagai penelitian serta penentuan target sasar dilakukan dengan strategi media relations yang gencar untuk mendukung keberhasilan program ini.  Meluncurkan strategi media advokasi yang bertepatan dengan tanggal penentuan suara, membuat release berisi hasil studi penelitian lokal berupa informasi yang diperoleh dari  seluruh negara bagian untuk merangsang kekhawatiran bahwa masalah ini mulai memburuk dan butuh  tindakan segera, mendorong media untuk menulis artikel tentang pemerintah yang harus bertanggung jawab dan memiliki wewenang penuh untuk mengatasi krisis obesitas dan menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan media dengan cerita serta artikel hasil penelitian dan berbagai isu mengenai krisis obesitas serta membantu waktu untuk wawancara dengan para ahli.

Kegiatan media relations diatas sedikit banyak mendorong para pejabat pembuat undang-undang untuk segera mensahkan rancangan undang-undang tersebut dan masyarakat mulai diberi pengertian bahwa obesitas sudah bukan hak pribadi seseorang namun sudah menjadi perhatian Pemerintah untuk mulai memberantasnya.  Policy Brief dibuat untuk memperlihatkan pertumbuhan epidemi angka kegemukan pada yang anak naik di 3 tahun terakhir lengkap dengan fact sheet untuk kebutuhan para pejabat sebelum memutuskan. Juru bicara lokal dan juru bicara negara bagian dibekali dengan berbagai informasi tentang kesehatan anak-anak di California lengkap dengan catatan informasi voting para pejabat pembuat undang-undang. Informasi ini juga dibutuhkan bagi advokasi media. Press release disebarkan kepada target media yang bisa mempengaruhi pejabat tersebut, reporter dihubungi langsung dan dibekali dengan fact sheet lengkap dengan contact-list juru bicara dan pejabat pembuat undang-undang tersebut. Semua informasi hasil penelitian serta press material dikirim ke para pejabat California serta para stafnya agar mereka membuat keputusan yang bijak. Diadakan pertemuan di kantor Gubernur California, Schwarzenegger untuk mendapatkan dukungan dan menunjukkan kepadanya bagaimana menggunakan hasil penelitian tersebut untuk memaksimalkan pengaruh politiknya. Media Alert dan press release dikeluarkan untuk merilis hasil jajak pendapat. Media Outreach dilakukan untuk memperlihatkan dukungan selama Obesity Summit yang diadakan oleh Gubernur dengan semua mitra dan siapapun yang mendukung rancangan undang-undang tersebut.

Bagaimana hasil dari upaya public relations ini ?

 Keberhasilan kampanye terwujudkan dengan disahkannya Undang- undang No. SB 12 dan SB 965, selain itu upaya media relations kepada 15 media target telah menghasilkan 12 suara dari 15 suara mendukung RUU SB 12 dan 11 suara dari 15 suara mendukung RUU SB 965. Strategi untuk mempengaruhi pejabat dinilai sangat berhasil. Setengah  dari 80 anggota Majelis terpengaruh oleh berbagai artikel yang mengutip atau menyebut namanya.  Media-media seperti Los Angeles Times, Sacramento Bee, San Francisco Chronicle, San Diego Union-Tribune, La Opini, San Bernardino Sun, Modesto Bee dan Ventura Star telah membantu mendesak anggota parlemen untuk mendukung. “Kami mendukung rancangan undang-undang. Sekolah harus menjadi bagian dari solusi bukan bagian dari masalah, ” tulis seorang editorial di Inland Valley Bulletin. Selain itu, ruang editorial disediakan sebagai surat pembaca, opini editor serta forum terbuka untuk umum. Media dan promosi kampanye telah membantu membangun dan memperkokoh koalisi seperti lembaga pendidikan dan asosiasi termasuk California School Food Service Association untuk bekerja sama. Puncaknya pada bulan September Gubernur Schwarzenegger pada acara  Obesity Summit menandatangani kedua undang-undang tersebut. Dia disorot dalam sebuah pidato kenegaraan di tahun 2006  sebagai salah satu prestasi terbesar California yang membuat “Our School Healthier dan menjadi satu-satunya negara bagian yang melarang soda dan junk food di sekolah. Ia menutup pidatonya dengan cerita tentang keberhasilan bekerjanya. “Suatu hari saya menghampiri Senator Martha Escutia dan dia bercerita tentang kebijakan untuk membawa soda serta junk food keluar dari sekolah. Dan saya berkata, “Saya suka ide itu. Ini usaha besar untuk melawan obesitas. Mari kita lakukan bersama-sama”. Dan kamipun melakukannya !”

 

Hmm… sebuah gagasan sederhana untuk merubah arah kebijakan, semua dilakukan dengan public relations!

 Selamat bekerja … 


0 Responses to “Bagaimana Public Relations mampu merubah sebuah kebijakan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: