Archive for November, 2009

23
Nov
09

Sudahkah perusahaan anda membuat program CSR ?

McDonald’s Corporation adalah restoran hamburger terbesar di dunia. Melayani hingga 47 juta orang setiap harinya, hamburger McDonald’s tetap dicari orang meski mendapat saingan dari Yum! (KFC & Taco Bell) dan produk sandwichnya Subway. Bisnis McDonald’s dimulai sejak tahun 1940 oleh Dick dan Mac McDonald di San Bernardino, Californi, hingga kini McDonald’s bisa ditemukan di 119 negara dan melayani 47 juta orang setiap harinya. Dengan jumlah restoran sebanyak 31.000 dan jumlah pegawai di seluruh dunia sebanyak 1.5 juta orang McDonald’s adalah raja hamburger dunia.

Bagaimana McDonald’s mempertahankan imej baik dan tetap dicintai anak-anak seluruh dunia ? Masih ingat dengan Ronald McDonald ? Itu adalah maskot McDonald’s seorang badut bertampang baik tak heran McDonald’s begitu dicintai pelanggannya terutama anak-anak. Salah satu kehebatan McDonald’s adalah program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terkenal yaitu Ronald McDonald House. Rumah Ronald McDonald dinobatkan sebagai salah satu “America’s 100 Best Charities” di tahun 2001 dan 2002  versi Worth Magazine.

Rumah Ronald McDonald adalah sebuah rumah penampungan bagi anak-anak dan orang tua yang harus mendapat perawatan rumah sakit, untuk menghemat pengeluaran biaya alias gratis mereka bisa ditampung di Rumah Ronald McDonald. Letak Rumah Ronald McDonald tentunya dekat dengan rumah sakit. Rumah Ronald McDonald pertama dibuka di Philadelphia, Pennsylvania Amerika Serikat tahun 1974.  Tahun 1985 Rumah Ronald McDonald pertama di luar Amerika didirikan di Amsterdam, tahun 1991 Rumah Ronald McDonald ke-150 dibuka di Paris, tanggal 25 Juli 2005 Rumah Ronald McDonald ke-250 dibuka di Caracas Venezuela. Hingga saat ini 273 Rumah Ronald McDonald didirikan di 50 negara di seluruh dunia. Wow !

Tahun 1994, Chronicle of Philanthropy sebuah NGO di Amerika membuat studi mengenai popularitas serta kredibilitas kegiatan charity, hasilnya memperlihatkan bahwa Rumah Ronald McDonald menempati posisi ke-2 “The Most popular charity/non-profit” di Amerika, 50% dari 100 orang responden berusia diatas 12 tahun ‘menyayangi dan mencintai’ Rumah Ronald McDonald.

Seperti brand besar miliknya, Rumah Ronald McDonald mengalami perjalanan panjang menemani anak-anak dunia di kala suka dan duka. Beberapa fakta tentang Rumah Ronald McDonald yang pantas dicatat adalah :

  1. Rumah Ronald McDonald hingga kini berada di 50 negara, 30 negara diantaranya memiliki lebih dari 1 Rumah Ronald McDonald.
  2. Rumah Ronald McDonald memiliki 6.000 kamar yang melayani orang tua serta anak-anak.
  3. Rumah Ronald McDonald telah melayani lebih dari 10 juta keluarga yang menjadikannya tempat singgah sementara bagi anak-anak yang mengalami sakit serius.
  4. Didukung oleh lebih dari 30.000 tenaga relawan setiap tahunnya untuk mendukung jalannya Rumah Ronald McDonald.
  5. Rumah Ronald McDonald telah menyalurkan lebih dari 100 juta dolar dalam beberapa program anak-anak di seluruh dunia.
  6. Tahun 2006, Sarah Duchess of York duta Hari Anak Sedunia menyelenggarakan malam dana untuk membantu Rumah Ronald McDonald dan berbagai kasus anak-anak lainnya.
  7. Lebih dari 10 negara berpartisipasi menyelenggarakan fund raising di bulan November
  8. Anak-anak berumur 0-21 tahun dan diketerogikan tak mampu berhak menggunakan fasilitas di Rumah Ronald McDonald.
  9. Setiap Rumah Ronald McDonald dikelola dan dioperasikan oleh Ronald McDonald House Committee (RMHC) Chapter dan memiliki organisasi sendiri dan independen.

10. Pada tanggal 25 April 2009, Rumah Ronald McDonald menyelenggarakan acara tahunan pertama bermana Red Shoe Ball di San Diego untuk memperkenalkan Rumah Ronald McDonald terbaru seluas 6.000 m2.

Bagaimana Rumah Ronald McDonald mendapat dukungan keuangan ? Rumah Ronald McDonald banyak mendapat dukungan dari masyarakat dan korporasi yang bekerja sama untuk menyelenggarakan cause marketing partnership. McDonald Corporation juga menjual canister di beberapa restonya untuk mendukung kegiatan Rumah Ronald McDonald, seluruh hasil penjualan canister disalurkan ke seluruh Rumah Ronald McDonald. Semua rumah tidak dimiliki dan dioperasikan oleh McDonald Corporation, perusahaan hanya menyediakan rumah berikut perlengkapan penunjangnya dan untuk kebutuhan operasional masyarakat turut serta dalam kegiatan fund raising. Tahun 2003, Joan Kroc istri salah satu pendiri McDonald’s, Ray Kroc menyumbangkan US$ 60 juta untuk mendukung kegiatan Rumah Ronald McDonald. Kegiatan amal Rumah Ronald McDonald menjadi kegiatan amal resmi dari Alpha Delta Pi sorority. Tahun 2007, Rumah Ronald McDonald adalah salah satu dari penerima grant sebanyak US$ 20 juta dari Carnegie Corporation.

Salah satu fund raising Rumah Ronald McDonald yang hingga kini masih dilakukan adalah Ronald McDonald House’s Pop Tab Collection Program. Program ini terbuka untuk individu maupun korporasi untuk membeli satuan atau banyak produk Pop Tab aluminum yang hasil penjualannya disalurkan ke Rumah Ronald McDonald. Hingga kini Pop Tab Collection Program mampu menghidupi biaya operasional Rumah Ronald McDonald tentunya ditambah dengan berbagai bantuan dari banyak pihak meski tidak semua Rumah Ronald McDonald ambil bagian dengan program ini. Rumah Ronald McDonald sudah milik masyarakat dunia, tidak heran McDonald’s tetap dicintai anak-anak seluruh dunia. Hebat !

Inginkah perusahaan anda dimiliki dan dicintai banyak orang seperti halnya McDonald’s ? Tunggu apa lagi, buatlah program Corporate Social Responsibility yang peka akan kebutuhan masyarakat.

Advertisements
15
Nov
09

Membangun Citra dan Sales dengan budget terbatas

Saat ini banyak sekali klien bertanya, bagaimana caranya membangun citra dan sales dengan bujet terbatas di masa serba susah ini. Ada sebuah contoh kasus menarik. Pada tahun 2004, FAO Shwarz, sebuah perusahaan mainan Amerika legendaris, bangkit dari kebangkrutan dengan membuka toko di Vegas dan New York, serta meluncurkan kembali katalog dan website. Bagaimanakah mereka dapat kembali merebut pasar, membangun citra, meyakinkan konsumen seluruh dunia, mitra usaha dan media dengan bujet yang sangat terbatas? Kampanye Public Relations yang cerdas jawabannya.

Sebelum merencanakan program komunikasi, ada beberapa hal yang dianalisa, yaitu aspek keunikan FAO Shwarz, berbagai isu/permasalahan yang diangkat oleh media dan industri terkait dengan kebangkrutan perusahaan, serta rencana produk baru dan target audience.

Dari sisi keunikan, sebagai salah satu hal yang sangat menentukan keberhasilan, disimpulkan bahwa FAO Shwarz adalah legenda penyedia mainan yang unik dan eksklusif, bukan mass product. Dengan jumlah toko yang sedikit, FAO Shwarz tidak dapat bersaing dnegan  KB Toys, Toys R Us. Akhirnya FAO Shwarz memutuskan untuk kembali menguasai ceruk pasar sebagai penyedia mainan yang unik, eksklusif, mahal dan tidak dapat dicari di tempat lain. Toko baru yang akan dibuka di NYC dan Vegas pun dirancang sangat menarik, teatrikal dan interaktif untuk menciptakan ‘keunikan’ FAO Shwarz.

Target audience dari kampanye peluncuran kembali ini mencakup turis Amerika dari berbagai negara bagian, Jepang dan Eropa, dengan fokus pada segmen perempuan usia 25-50 tahun, dan tambahan khusus pada segmen remaja.

Waktu peluncuran kembali adalah Thanksgiving Day, di mana Macy’s Parade biasanya menjadi satu-satunya fokus pemberitaan di New York City, dan sangat sulit mendapatkan pemberitaan untuk sebuah event.

Peluncuran dimulai dengan prakondisi sejak musim semi, dengan mengadakan rekrutmen untuk toko-toko baru di sebuah panggung teater layaknya sebuah audisi untuk film, di NYC dan Vegas. Audisi karyawan baru ini diliput secara khsusus oleh media-media utama seperti New York Times dan Wall Street Journal, sehingga pemberitaan di media utama tersebut sangat baik.

Menjelang peluncuran, prakondisi terus berlanjut melalui exclusive interview dan broadcast, dengan fokus pada katalog dan rencana peluncuran, serta background ‘off-the-record’ information mengenai rencana peluncuran kembali tersebut, sampai seminggu sebelum peluncuran.

Pada hari Thanksgiving, toko FAO Shwarz di NYC dan Vegas pun dibuka dengan sebuah parade “FAO Soldiers” di atas karpet merah. Pembukaan diliput oleh media-media cetak dan elektronik utama, mencakup “morning shows” di channel-channel nasional, cable networks, wire services, radio lokal dan nasional, dan lusinan jaringan media internasional. Secara total ada 600 broadcast hits pada minggu pembukaan toko dan 700 pemberitaan cetak selama masa peluncuran. Pemberitaan juga memenuhi online media dan menghasilkan ratusan hits pada berbagai pemberitaan online tersebut.

Sehari setelah pembukaan, toko FAO Shwarz menjadi lokasi pemberitaan mengenai musim belanja Thanksgiving tahun itu, dan mengenai holiday season secara keseluruhan pada akhir tahun tersebut.

Selain meliput pembukaan toko, pemberitaan juga mengangkat keberhasilan kebangkitan finansial perusahaan, FAO’s business model dan strategi ‘kembali pada keunikan FAO Shwarz’.

Keberhasilan kebangkitan kembali FAO Shwarz ini diberitakan oleh NY Post (FAO Sheds Ghost of Christmas Past) di bulan Desember 2004 dan oleh CBS:

“Toko mainan paling terkenal di Amerika telah dibuka kembali, menjadi surga di bumi. Anda boleh jadi pernah masuk ke toko mainan, bahkan masuk ke toko mainan FAO Shwarz, tapi kalau belum pernah masuk ke toko mainan FAO Shwarz yang baru ini, anda belum pernah masuk ke toko mainan yang sebenarnya!”

Berkat keputusan untuk membangun kembali keunikannya, digambarkan dalam disain ulang yang sangat baik pada toko baru yang menandakan kebangkitan ini serta kegiatan Public Relations yang sangat efektif, peluncuran ulang ini mampu membangun citra positif perusahaan, menumbuhkan kepercayaan media dan mitra perusahaan, serta membawa sales yang spektakuler di masa awal kebangkitan tersebut. Dan semua itu dilakukan dengan bujet yang sangat terbatas.

Anda bisa juga kan?