Archive for April, 2010

26
Apr
10

Website sederhana mampu mengubah Trem Hongkong yang kuno tetap hidup dan modern

Anda yang pernah atau sering melancong ke Hong Kong sudah tidak asing lagi dengan Tramcars atau trem. Sejak tahun 1904 hingga kini trem menjadi saksi sejarah Hong Kong sejak jaman koloni Inggris hingga sekarang menjadi bagian dari Republik Rakyat Cina.  Hong Kong Tramways Limited (HT) mengoperasikan trem dari hanya 26 buah armada dan single-deck, setelah lebih dari 100 tahun beroperasi kini HT mengoperasikan 163 termasuk 2 antique tramcars, armada doudble deck terbesar di dunia yang mampu mengangkut penumpang 230.000 per hari. Saat ini HT memiliki 700 karyawan loyal, 2 antique tramcars, 2 terminal trem yaitu Whitty Street dan Sai Wan Ho, 6 rute menjelajah Hong Kong yang menempuh perjalanan sepanjang 30 km, 118 stopan dari Shau Kei Wan hingga Kennedy Town  dan berhenti di setiap 250 meter. Ongkosnya hanya HK$2 saja.

Sebagai bagian dari sejarah Hong Kong, keberadaan trem tidak bisa diabaikan begitu saja terutama bagi pelancong yang ingin menikmati bangunan bersejarah di  Kota Hong Kong yang terinspirasi oleh budaya barat dan timur yang kental. Persoalannya bagaimana menjadikan trem yang sudah berabad-abad lamanya menghidupkan Kota Hong Kong dan kuno agar tetap diminati pelancong. Bagaimana menjadikan Tramcar  tetap hidup dan modern meski telah berumur lebih dari 100 tahun ?

Hong Kong Tourism Board berinisiatif membuat website interaktif  yang memberikan banyak informasi tentang sejarah Hong Kong, wisata kuliner hingga wisata belanja. Trem pun dijadikan pintu masuk menjelajah keunikan kota melalui website bernama Ding Ding Hong Kong Tram Guide. Penduduk Hong Kong menyebut trem dengan sebutan ‘Ding-ding’. Bekerja sama dengan artis lokal, Craig Au-Yeung yang memberikan rekomendasi tempat-tampat yang layak dikunjungi di sepanjang rute trem. Kampanye Ding-ding Hong Kong Tram Guide menjadi bagian promosi interaktif dari Pariwisata Kota Hong Kong yang bertema “Live it, love it”.

Ketika masuk ke website menarik ini : www.discoverhongkong.com/tramguide/eng kita akan disuguhi dengan bunyi suara khas trem ‘ding-ding’ kemudian kita akan menikmati video perjalanan trem menjelajah Kota Hong Kong. Di sepanjang video tersebut ditampilkan berbagai tampilan merchant yang berada di jalur trem lengkap dengan informasi serta foto-foto, hal ini untuk menarik minat pelancong dan meningkatkan kunjungan ke merchant-merchant tersebut. Pengunjung diperkenalkan rute trem yang berbeda, peta interaktif setiap rute dan lokasinya sehingga pengunjung bisa mencetak dan menyimpannya untuk perjalanannya selama di Hong Kong. Detail informasi tempat makan dan belanja disajikan dan di-up date setiap saat. Pengunjung bahkan bisa menjelajahi dan merasakan pengalaman nyata, menggunakan sistem navigasi yang user-friendly sehingga memudahkan menemukan tempat tujuan. Situs ditampilkan dalam perpaduan gaya timur dan barat dan gaya kuno dipadu dengan taste yang lebih modern sehingga citra trem yang penuh legenda mendominasi tampilan secara keseluruhan tampilan.

Kini Ding-ding Hong Kong Tram Guide menjadi referensi para pelancong yang hendak menjelajah keunikan dan kekayaan budaya di Hong Kong. Kepopulerannya membuat Hong Kong Tourism Board membuat program lain yaitu bekerja sama dengan Craig Au-Yeung menerbitkan buku panduan berdasarkan virtual toolnya sehingga mendapat eksposur yang lebih luas.

Terfikir tidak jika Pemerintah DKI Jakarta melakukan hal serupa menjelajah keunikan serta sejarah Jakarta dengan delman ? Hmmmm… pantas dicoba “Jakarta Delman Guide”, lucu juga !

Advertisements
19
Apr
10

Bagaimana cara perempuan mau bicara tentang kesehatan ?

Bagaimana membuat perempuan mau bicara tentang hal yang sangat pribadi  seperti haid dan seputar penyakit yang disebabkannya ? Bagaimana memutus rantai rasa malu dan menjadikan topik ini menjadi pembicaraan umum di media.  Dalam rangka peluncuran produk terbaru Kimberly-Clark yaitu Poise dan U by Kotex, bagaimana caranya untuk memperoleh liputan media pada saat peluncurannya tanpa terlihat sebagai sebuah kampanye pemasaran biasa ?

Dari hasil survey diperoleh fakta 7 dari 10 perempuan percaya saat ini saat yang tepat agar masyarakat berubah dan menjadikan masalah kesehatan vaginal bukan hal tabu dan malu dibicarakan.  1 diantara 3 perempuan  tidak tahu bahwa melakukan hubungan seks pada saat haid akan menyebabkan kehamilan. Lebih dari 53% perempuan lebih nyaman jika membicarakan haid dan masalah vaginal dengan bahasa yang hanya mereka sendiri yang tahu. 60% perempuan lebih nyaman jika masalah kesehatan vaginal hanya buat mereka sendiri. Dari hasil survey diperoleh kesimpulan bahwa inilah saatnya untuk membicarakan dengan lebih terbuka. Public  Relations dipilih untuk memutus rantai malu dan membawanya ke dalam budaya pop.

1. Poise

Mereka merubah stigma yang cukup sensitif  seputar topik  umum  namun tabu dibicarakan yaitu seputar penyakit kandung kemih dan membawa ke budaya pop.  Bekerja sama dengan Webisode Series yang menampilkan Whoopi Goldberd sebagai salah satu  dari 8 The Great Women in History. Tayangan 6 menit di segmen The View membahas tentang  penyakit yang melanda seluruh perempuan dunia di acara televisi Saturday Night Live NBC dengan topic Get Poised. Kampanye ini mendapat liputan tak kurang 200 juta media tayang  termasuk majalah People, More, Jezebel, Ladies Home Journal, Shape dan majalah New York .

2. U by Kotex

Beberapa minggu kemudian yaitu pada tanggal 15 Maret, mereka meluncurkan produk U by Kotex, produk panty liner terbaru. Produk ini bukan saja tampil sebagai bagian dari gaya hidup atau produk paling hit di rak-rak toko tapi U by Kotex memiliki misi yang cukup serius yaitu memutus rantai malu dan mengkaitkan dengan kesehatan vaginal yang berimbas kepada self esteem, body image bahkan ke seluruh kesehatan perempuan.  Kick Off launching dilakukan dengan berkolaborasi 30 menit di acara The Tyra Show. Tyra menyambut misi ini dengan penuh semangat, mengajak perempuan muda di seantero negeri untuk bergabung dalam kampanye ini untuk lantang dan tidak malu untuk berteriak, Saya Tidak Malu ! Launching ini mendapat liputan tak kurang dari 135 juta media tayang termasuk The New York Times, majalah Marie Claire, Boston Herald, Huffington Post dan masih banyak lagi.

Melihat kesuksesan Kimberly-Clark dalam kampanye peluncuran produk mereka, masih ragu dengan kekuatan public relations ?

Selamat bekerja …

12
Apr
10

Peran public relations pada kampanye hari aids sedunia 2007

Tahukah anda bahwa siapa penyumbang terbesar infeksi HIV AIDS di Amerika ? Hasil data statistik menunjukan bahwa sebagian besar disumbang warga Afrika-Amerika.  Menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) lebih dari 1,2 juta orang yang hidup dengan HIV di Amerika, 500.000 atau hampir 50% adalah masyarakat Afrika-Amerika, meningkat sejak mulai didiaognosa 25 tahun lalu.

Statistik mengejutkan itu yang mendorong Earvin ‘Magic’ Johnson melalui The Magic Johnson Fundation bekerja sama dengan Abbot untuk mengatasi kesenjangan kesehatan yang mengkhawatirkan itu dengan meluncurkan kampanye untuk mengurangi jumlah infeksi HIV  di kalangan mereka, “I Stand with Magic” pada perayaan Hari AIDS Sedunia 2007.

Selama 3 hari peluncuran kampanye yang cukup ‘hiruk pikuk’ itu, tak pelak lagi mendapat perhatian dari kalangan media termasuk “Oprah Winfrey” show, USA Today, Associated Press, dan wawancara live dengan “Tom Joyner”di National Public Radio sehingga menghasilkan 111 juta  tayangan media. Selain itu, kampanye mampu menjangkau 14.800 grassroot yang dituju, 1.180 orang terdorong untuk test dan kampanye online www.istandwithmagic.com yang diluncurkan bersamaan dengan perayaan Hari AIDS sedunia 2007 dikunjungi  ribuan netters.

I believe if we stand together we can make a difference.”

Seperti  yang dikutip dari Earvin “Magic” Johnson


Apa yang sesungguhnya mereka lakukan ?


Akses ke pelayanan kesehatan, stigma, penolakan preferensi seksual, dan yang tidak menyadari status HIV adalah faktor-faktor yang menjadi penghalang utama. Hasil yang mengejutkan lain: kaum Afrika-Amerika memiliki tingkat kematian tertinggi yaitu 100.000 orang laki-laki berusia 25-44 (44,8%) dan 67% dari kasus AIDS adalah kaum perempuannya. Oleh karena itu, komponen utama  dari kampanye ini berpusat pada pengujian kampanye, sehingga orang bisa sadar akan status mereka. Tes HIV ditawarkan dengan hasil yang diperoleh hanya dalam waktu 20 menit saja. Kecepatan hasil ternyata penting karena  33% orang yang tes HIV-negatif dan 25% orang yang tes HIV-positif tidak pernah kembali untuk hasil mereka.

Los Angeles dipilih sebagai lokasi peluncuran kampanye ‘I Stand with Magic’ untuk menggambarkan komitmen Magic Johnson pada kota asalnya dan kantor pusat The Magic Johnson Foundation, alasan lain karena penyebaran tertinggi infeksi HIV AIDS terjadi di Los Angeles, 56 % adalah kaum laki-laki dan 14% kaum wanita.

Kampanye yang sepenuhnya melalui kegiatan PR – tanpa belanja iklan ini dilakukan bulan Oktober – Desember 2007. Tujuan kampanye ini  membangun kesadaran nasional untuk turun ambil bagian dan meningkatkan perhatian nasional tentang pentingnya pencegahan HIV bagi keturunan Afrika-Amerika,  memberi berbagai  informasi yang dapat dipercaya dan memobilisasi mereka untuk mengubah cara berfikir tentang HIV AIDS.

Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kampanye “I Stand with Magic” seperti membangun dukungan agar seluruh masyarakt ikut terlibat dalam kampanye besar ini, kampanye juga bermitra dengan organisasi seperti Pusat Layanan AIDS (ASOs) untuk melakukan tes HIV gratis dan memperkenalkan kepada grassroot dengan berbagai informasi HIV AIDS  melalui situs web interaktif, www.istandwithmagic.com.

Konferensi pers peluncuran kampanye  diadakan di Teater Magic Johnson tepat di jantung kota Los Angeles dimana komunitas Afrika-Amerika berada. Magic Johnson, pimpinan The Magic Johnson Foundation dan Abbott, Dr Kim Johnson, MD, MPH dari Rush Medical College, Walikota Los Angeles, Antonio R. Villaraigosa, anggota kongres California Maxine Waters dan staf pengawas kota, Yvonne Burke, duduk sebagai panelis.  Key influencer dari komunitas Afrika-Amerika termasuk pendiri dan direktur eksekutif Black AIDS Institute, Phill Wilson, dan putri Muhammad Ali, Laila Ali turut hadir dalam peluncuran tersebut.

Kampanye pun dipublikasikan di beberapa live event seperti CNN, menjadi cover story USA Today,  muncul di  “CBS Early Show”, Associated Press; Los Angeles Times, Chicago Tribune; “Tom Joyner Live” di National Public Radio dan HIV / AIDS menjadi main topic di POZ.com dan TheBody.com. Semua afiliasi televisi Los Angeles hadir termasuk majalah khusus Afrika-Amerika  JET dan Los Angeles Sentine.

Dukunganpun diperoleh dari mana-mana, para key influencer seperti pemuka agama, dokter hingga organisasi Afrika-Amerika banyak menerima surat pribadi berupa dukungan yang cukup besar. Historically Black Colleges & Universities (HBCUs) mendukung penuh kampanye karena penularan HIV  AIDS banyak terjadi di kalangan kaum muda Afrika-Amerika.  Mahasiswa Magic Johnson Foundation Scholars  memasukkan kampanye “I Stand with Magic” di kampus mereka . Sebagai bagian terpenting dari kampanye ini, www.istandwithmagic.com diluncurkan pagi hari menjelang Hari AIDS Sedunia 2007.  Website interantif ini berisi  Infomasi penting tentang HIV/AIDS, komentar para ahli dan pendaftaran tes HIV online. Ribuan orangpun mengunjungi situs pada Hari AIDS Sedunia.

Masih ragu dengan kinerja public relations ? Mari kita mulai dengan kampanye sosial di lingkungan anda dengan cara yang paling sederhana.

Selamat bekerja !