Archive for May, 2010

31
May
10

Bagaimana mengelola krisis komunikasi yang baik ? Yuk, belajar dari LSU menangani Badai Katrina

Masih ingat badai Katrina yang menghantam pantai Louisiana pada tanggal 29 Agustus 2005 ? bencana alam terburuk dalam sejarah bangsa Amerika. Badai Katrina kategori 4 dan berkekuatan 145 mph itu menghempas pantai, membawa hujan sangat lebat, gelombang pasang surut dan menyebabkan kehancuran di kota-kota New Orleans dan Biloxi seperti St. Bernard dan Plaquemines Parishes. Badai Katrina berakhir Eastern St. Tammany Parish namun wilayah Slidell, Louisiana, Avery Estates, Lakeshore Estates, Oak Harbor, Eden Isles dan pantai Northshore tergenang oleh gelombang badai yang luasnya hingga 6 mil dari pantai. Gelombang badai meluas hingga  57 mil dari garis pantai St. Tammany Parish, termasuk Lacombe, Mandeville dan Madisonville.  Gelombang badai di daerah Pass Rigolets diperkirakan 16 kaki, menurun sampai 7 kaki di Madisonville, gelombang itu memiliki puncak kedua di Eastern St. Tammany menjadi angin barat yang mendorong ke timur dan terjebak di wilayah Rigolets Pass. 90% penduduk Louisiana wilayah tenggara dievakuasi dalam evakuasi yang paling sukses dari sebuah daerah perkotaan besar dalam sejarah bangsa. Di Kota New Orleans, badai badai menyebabkan lebih dari 50 tanggul saluran drainase porak poranda dan juga di tanggul kanal navigasi. Bencana terburuk dalam sejarah Amerika Serikat.

Pada saat crisis management seperti ini public sangat berperan besar dalam menghadapi bencana nasional. Louisiana State University (LSU) yang terletak di Baton Rouge (kota utama terdekat dengan New Orleans) merasa bahwa merekalah yang harus berperan besar dalam hal ini. LSU bersedia untuk menyediakan fasilitas kampus serta personilnya untuk mendukung mengatasi ribuan korban bencana alam yang membutuhkan bantuan kesehatan. Lapangan olah raga indoor pun disulap menjadi rumah sakit darurat, ribuan staf, mahasiswa bergabung dengan tentara serta sukarelawan dari seluruh dunia dan selama delapan hari seluruh kegiatan kampus dihentikan. Semua kegiatan dikelola oleh Louisiana State University Office of Public Affairs (LSUPA), mereka bahkan mengelola crisis management ini dengan fokus pada 3 hal yaitu mengelola  pesan kunci untuk kepentingan publik baik internal (masyarakat kampus dan masyarakat New Orleans sendiri) maupun eksternal (masyarakat Amerika dan masyarakat dunia), mengelola berbagai informasi bagi kepentingan media Nasional dan Internasional dalam menyampaikan berita terkini hingga bencana kelaparan yang mulai melanda masyarakat New Orleans serta melakukan pekerjaan public relations, memberikan layanan pada masyarakat serta mengelola berbagai bantuan dari luar.  Dipimpin oleh 30 orang tim ahli, LSUPA menyediakan dirinya dengan 1 tujuan, bagaimana mengatasi tragedi bencana terbesar di Amerika saat itu ?

Pekerjaan diawali dengan LSU Hurricane Center memonitor terus kondisi badai. LSUPA membuat crisis communications manual book and plan, membuat perencanaan untuk menampung korban bencana dan berbagai strategi untuk penanganan bencana, bekerja sama dengan tim PR Louisiana Dept of Health & Hospital dan Arkansas Dept Health & Human Service dalam menangani media, mengidentifiasi pesan kunci dalam menyebarkan informasi bagi kepentingan masyarakat banyak termasuk korban bencana, mahasiswa, pengungsi, orang tua murid, media dan semua komunitas LSU. LSUPA mengadakan briefing 2 kali sehari dengan rektor, tim tanggap darurat, pejabat negara bagian dan berbagai pihak serta membuat System of Procedure tahapan prosedur dalam mengatasi kriris ini.  LSUPA membuka jalur komunikasi agar semua orang mudah mendapat informasi terkini dengan memanfaatkan fasilitas internet untuk saling berkomunikasi juga dengan media yang membutuhkan informasi. Situs www.hurricane.lsu.edu pun dibuat untuk memudahkan orang mencari berbagai informasi termasuk menyediakan telepon bebas pulsa, crisis hotline 24 hours.

LSUPA  membuat struktur komunikasi agar semua komunikasi keluar dengan tepat, semua informasi keluar dari LSU’s Emergency Operations Center (LSUEOC), khusus untuk media Media Command Center dibuat untuk mengelola berbagai isu yang dibutuhkan media. LSUPA mengembangkan berbagai metoda untuk berkomunikasi dengan korban bencana, mahasiswa, staff universitas dan masyarakat umum termasuk mengelola crisis hotline 24 hours. LSUPA pun mengembangkan berbagai model penanganan bencana yang dilakukan LSU untuk diinformasikan ke universitas dan organisasi lain.

Setelah semua perencanan disusun dengan baik, LSUPA mulai mengelola crisis management ini dengan benar. 7 kali media briefing dilakukan dengan 3 pesan kunci berbeda, LSUOEC membuat keputusan setiap jam dengan melihat situasi, LSUPA memberikan standar instruksi 2 kali sehari disesuaikan dengan pertanyaan yang selalu muncul dari masyarakat, memperbarui website dan mengakomodasi keperluan media tour. LSUPA terus menerus mengirim email blast untuk menginformasikan mahasiswa, staf pengajar tentang pembatalan kuliah, kebutuhan akan tenaga relawan, kapan kegiatan kampus akan normal kembali, ini dilakukan untuk menyebarkan informasi sebanyak mungkin kepada khayalak. LSUPA mengajak mahasiswa terlibat dan berpartisipasi dalam Katrina Student Relief Fund untuk membantu mahasiswa Louisina korban bencana. LSU dengan sangat cepat mempublikasi program kampus dalam pemulihan bencana dalam bentuk buku berjudul : LSU in the eye of Storm, yang ditulis dan diilustrasikan oleh LSUPA dan dicetak oleh LSU Press. LSU memanfaatkan peran besarnya dalam penanganan bencana terdasyat sepanjang sejarah Amerika ke berbagai universitas, konferensi dan seminar dengan judul presentasi yang sungguh memikat, LSU in the eye of storm, a University Model forDisaster Response

Dalam pengelolaan media LSU Media Command Center mengatur kehadiran awak media dengan baik dari mulai menyediakan peta berisi titik bencana, mengatur transportasi yang dibutuhkan hingga menyediakan berbagai kebutuhan logistik bagi mereka. Dengan piawai LSUPA mengatur jadwal media tour untuk melihat fasilitas kesehatan yang disediakan kampus dengan tetap menjamin kerahasiaan pasien. LSUPA berhasil mengelola telepon masuk dan menjawab setiap pertanyaan media dengan informatif hingga membantu wawancara dengan tim ahli LSU. Pada kesempatan itu LSU berhasil mempromosikan kepiawainnya dalam  menyelamatkan nyawa selama proses pemulihan. Sekitar 2 lusin siaran pers dan fact sheet tentang Badai Katrina yang dimulai sebelum badai dan 2 minggu selama badai berlangsung, ditulis secara detail dan informatif.  LSUPA memperbanyak rekaman video kualitas HD dan berbagai foto kampus serta fasilitas medis yang tersedia yang dikonversi ke berbagai format media termasuk di-upload ke  situs www.lsu.edu. Bahkan kampus LSU dijadikan stasiun darurat bagi New Orleans CBS television affiliate & New Orleans Times-Picayune.

Dalam mengelola hubungannya dengan masyarakat umum crisis hotline 24 hours dibangun untuk memberikan informasi sebanyak mungkin kepada masyarakat yang ingin mengetahui kondisi terakhir.  Call Center tersebut bahkan memberikan informasi keadaan terakhir korban yang sedang krisis, memandu prosedur evakuasi, fasilitas sosial yang tersedia di LSU, menerima donasi, menerima tenaga sukarela yang berniat mendaftar serta mengelola bantuan perumahan sementara. Bahkan website www.lsu.edu diperbarui setiap saat untuk memberikan informasi sebanyak mungkin kepada khalayak tentang sumber daya yang dibutuhkan, jasa yang tersedia, memperbarui kalender akademik dan informasi universitas-universitas lain yang menerima mahasiswa korban bencana.

Berhasilkah kerja keras LSU dalam mengatasi krisis bencana ini ?

Total yang dibutuhkan LSU dalam mengelola misi kemanusiaan ini sekitar  21 hari namun berita yang dihasilkan mendapat publikasi di lebih dari 150 media dalam waktu dua minggu dan fokus pada tiga pesan kunci sesuai yang dirancang seperti New York Times, USA Today, dan Mainichi (Jepang) dan CNN.com. Sebanyak 1.057 buku LSU in the eye of Storm distribusikan ke berbagai lembaga pendidikan,  hampir 4.000  buku dibagikan kepada pejabat tinggi Louisiana dan legislator negara, media, pejabat terkait di negara bagian dan nasional, masyarakat umum, para pemimpin layanan sosial dan akademisi di seluruh negeri. Hingga saat ini LSU selalu tampil sebagai pembicara di berbagai seminar untuk berbagi pengalaman dengan lembaga dan asosiasi terkait dan diperkirakan 7.000 peserta mendengar kisah sukses yang dilakukan LSU.

Lebih dari 50 statement dari tim ahli LSU dikutip di berbagai media dalam 2 minggu setelah badai,  lebih dari 100  media berkeliling melihat fasilitas medis di kampus LSU selama periode dua minggu, lebih dari 200 storm story dengan mengutip para ahli LSU ditulis berbagai media termasuk Washington Post, Christian Science Monitor, BBC News Online, Korea Herald dan Dallas Morning News, lebih dari 30 media Internasional menyoroti upaya bantuan LSU termasuk Jim Lehrer News Hour, MTV News, ABC Good Morning America dan NBC’s Today Show dan 100 staf New Orleans CBS television affiliate memanfaatkan fasilitas kampus untuk menutup acara di New Orleans.

Bukan itu saja, LSUPA tergolong berhasil dalam mengelola informasi bagi kepentingan media dan dalam mengelola hubungan dengan masyarakat. Crisis Hotline 24 hours menerima 6.500 panggilan dalam 13 hari,  situs www.lsu.edu mendapat 2.500.000 hits selama tiga minggu. Informasi yang didistribusikan dan difasilitasi melalui Crisis Hotline 24 hours, situs www.lsu.edu dan berbagai liputan media membantu untuk menjaring 3.000 relawan dari kalangan LSU, 2.000 relawan nasional, menerima ribuan ton sumbangan seperti kasur, selimut dan pakaian, 1.700 tenaga medis datang dari seluruh negeri untuk mengobati 15.000 pasien yang berhasil dievakuasi ke LSU. Selain itu, sekitar 2.300 hewan peliharaan berhasil dievakuasi ke tempat penampungan (2.000 hewan berkumpul kembali dengan keluarga), 3.200 siswa pengungsi ditampung di LSU dan lebih dari US $1,6 juta berhasil dihimpun dari Katrina Student Relief Fund.

Pada saat krisis memang peran public relations memegang kunci terbesar, masih ragu dengan dengan kinerja public relations ? Badai Katrina di Louisiana ini adalah bukti bahwa peran public relations dalam menangani crisis management pantas diperhitungkan selain tentunya keinginan banyak pihak untuk membantu sesama.

Selamat bekerja …

Advertisements
24
May
10

Inginkah perayaan HUT perusahaan anda sukses ? Belajarlah dari Minwax

Minwax adalah produsen pelapis kayu ternama di Amerika. Didirikan pada tahun 1904 di Brooklyn, NY oleh Arthur B. Harrison, Minwax telah berkembang menjadi merek # 1 untuk produk stains and clear finishes di AS dan saat ini dimiliki oleh Sherwin-Williams. Dengan moto perusahaan “Minwax membuat kayu awet dan indah” ini menjadikan momen ulang tahun ke-100 di tahun 2004 sebagai momen untuk meningkatkan citra perusahaan sebagai ‘kawan baik bagi kayu’.

Minwax yang menguasai 85% pasar interior di Amerika ini bertekad untuk membuat sebuah kampanye yang sangat berguna bagi masyarakat banyak. Minwax yang telah mengikuti perjalanan negara itu dengan membuat interior kayu seluruh bagunan menjadi indah. Kampanye berjudul “Do good with wood” adalah sebuah upaya mempertahankan citra perusahaan. Salah satu kegiatan dalam kampanye ini dengan bekerja sama dengan Kips Bay Decorator Show House di New York yang didukung oleh  desainer interior dan arsitek negeri, Minwax menyelenggarakan “Chairs for Charity”. Lima belas desainer dan selebriti terkenal terlibat dalam mendisain kursi-kursi untuk amal tersebut, diantaranya : Mario Buatta, Oscar de la Renta, Rudy Giuliani, Billy Joel, Jennifer Lopez, Regis & Philbin Joy, Norma Kamali, Rocco DiSpirito, Norm Abram, Stephens Katherine, Jamie Drake, Bromley/Caldari, Michael Strahan, Boomer Esiason, dan The NY Yankees menyatakan akan terlibat untuk mendesain sendiri sebuah signature  chairs. Kursi desian khusus tersebut diperkenalkan di sebuah konferensi pers pada Januari 2004 kemudian dipajang di Bloomingdale’s, Janovic Plaza dan di Decorator & Design building sebelum acara lelang oleh Kips Bay dalam sebuah malam dana. Hasil penggalangan dana untuk membantu kaum tunawisma melalui program “Furnish a future”. Program “Furnish a future” menyediakan furnitur bagi keluarga yang tidak mampu dan mendirikan rumah tinggal permanen bagi kaum tunawisma. Selama 15 tahun terakhir ini “Furnitue a future” telah membantu 30.000 keluarga di Kota New York. “Furniture a future” merupakan program sumbangan furnitur pada tunawisma terbesar sepanjang sejarah Amerika dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam “a how-to workshop” menampilkan  arsitek kondang Bruce Johnson. Kegiatan ini mendapat respon yang luar biasa.

Sebelum memutuskan untuk melakukan kegiatan tersebut, Minwax terlebih dahulu melakukan serangkaian riset kuantitatif. Dari hasil riset diperoleh fakta bahwa :

  1. Interior designer adalah orang yang memiliki pengaruh besar terhadap keputusan yang diambil oleh konsumen.
  2. Dua pertiga dari orang-orang menyatakan mereka memiliki kepercayaan yang lebih besar pada perusahaan yang peduli dengan masyarakat sekitar.
  3. Delapan dari 10 konsumen bersikap lebih positif tentang perusahaan yang melakukan kegiatan CSR yang baik.

Dari hasil riset Minwax bertekad untuk menjalankan program CSR yang besar dan mulai mengamati  organisasi-organisasi sosial yang cocok untuk dijadikan mitra dan penerima hasil donasi. Kips Bay Boys & Girls Club dinilai menjadi partner yang ideal.

Tujuan kampanye besar ini adalah meningkatkan kesadaran akan produk kreatif yang ditawarkan oleh Minwax  kepada desainer interior, arsitek  berpengaruh dan konsumen serta menghasilkan berbagai liputan media tentang perayaan ulang tahun Winmax ke-100 berikut program “Chairs for Charity”.

Rangkaian kegiatan yang dilakukan Minwax dalam perayaan HUTnya :

  • Januari 2004, resepsi perayaan HUT Minwax ke-100 yang diselenggarakan di New York Historical Society di Pusat Kebudayaan Amerika Henry Luce III. Tujuh puluh lima tamu, termasuk desainer interior terkemuka, Pengurus Kips Bay dan media hadir untuk menyaksikan peluncuran “Chairs for Charity”.
  • April/Mei 2004, menjadi sponsor Kips Bay 2004 Decorator Show.  Kips Bay decorator Show House adalah bangunan yang paling berpengaruh dan sangat dihormati di AS.  Minwax memperoleh akses ke  200 desainer interior anggota Kips Bay dan melakukan kegiatan  produk sampling.  Beberapa produk Minwax dipergunakan desainer Kips Bay di seluruh ruangan.  Logo Minwax ke-100  muncul di semua signage ruangan, di undangan gala dinner dan tiket masuk. Logo perusahaan sebagai sponsor dan “Chair for Charity”  tampil dalam show house journal dan  buku panduan disain interior.
  • Mei 2004, beberapa karya desainer “Chairs for Charity” ditampilkan di Plaza Janovic. Display dilakukan bertepatan dengan pembukaan Kips Bay Decorator Show House.
  • Oktober 2004, selama 1 minggu Minwax bekerja sama dengan Bloomingdale menampilkan kursi karya desainer. Kegiatan ini dipromosikan dalam iklan di Sunday New York Times berjudul “Sweet Charity”. Minwax dan Bloomingdale menyelenggarakan chair signing oleh selebriti dan desainer, diperkirakan 100.000 pengunjung datang selama pameran berlangsung. Regis Philbin dan Jennifer Lopez mempromosikan kursi karyanya  di acara ABC TV Live bersama  Regis & Kelly. Sebanyak 4,2 juta pemirsa menonton acara tersebut.  Acara 3 menit di segmen gaya desain rumah dari Bloomingdale dengan host Jill Scott di kabel televisi NY1 mengundang lebih dari 1 juta penonton selama 3 hari.
  • November 2004, 8 kursi “Chairs for Charity” ditampilkan selama 2 minggu di D&D Building New York dmana pelanggannya adalah masyarakat kelas atas. Lebih dari 5.000 profesional desainer mengunjungi bangunan setiap minggunya.
  • November 2004, Acara lelang “Chairs for Charity”.  Kursi ditawarkan dalam lelang yang diselenggarakan selama Kips Bay Annual Holiday. Perang penawaran menghasilkan $10.000 untuk kursi karya Rudy Giuliani yang menghiasi NYC skyline,  total penerimaan $60.000 lebih dari dua kali lipat hasil malam dana tahun sebelumnya. Website “Chairs for Charity” yang link ke website Minwax dan Kips Bay untuk mempromosikan pelelangan, membuat 100.0000 hits per bulan ke website Minwax.

Berhasilkah Minwax ?

Tingkat kesadaran para interior designer terkenal, arsitek dan konsumen meningkat tinggi sejalan dengan kegiatan positif yang dilakukan Minwax yang juga membuat citra positif perusahaan. Sejak tahun 1904, Minwax sangat diperhitungkan oleh para arsitek dan desainer interior dan digunakan luas dalam bangunan dan rumah-rumah di seluruh Amerika. Satu abad kemudian, Minwax, menjadi produsen terkemuka untuk plitur  dan poliuretan yang memiliki nilai tambah. Kreativitas pada 15 kursi karya desainer dan selebriti mampu menunjukan keungggulan produk Minwax dan mengilhami kursi “Duchess of York” di acara Woman’s Day yang menimbulkan efek luar biasa. Tahun 2005 Produk Minwax dipakai di setiap ruang Kips Bay Decorator Show House dan menjadi produk resmi di Long Island Show house. Kerja samanya dengan Kips Bay Decorator Show House dan kegiatan yang melibatkan  desainer dan selebriti menjadikan positioning Minwax stains sebagai produk pilihan desainer dan  selebriti.

Liputan media pada perayaan HUT Minwax ke-100 dan program “Chairs for charity” menghasilkan pemberitaan positif. Lebih dari 60 juta media impression, merek Minwax muncul untuk pertama kalinya di majalah lifestyle seperti W, kolom Rush & Molloy di Daily News Out, kolom About di The New York Sun, ABC TV Life with Regis & Kelly dan di CN8 Your Morning. Liputan Minwax muncul di feature article Interior Design, Country Living, Old House Journal dan di majalah Forbes.

Maukah perayaan HUT perusahaan anda sesukses Minwax, tidak ada salahnya kan jika belajar dari mereka ?

Selamat bekerja ….

17
May
10

Bagaimana PR membantu mengkampanyekan manfaat Cranberry bagi kesehatan ?

Sebagai salah satu dari tiga buah asli Amerika Utara, cranberry itu adalah makanan pokok dalam kehidupan Amerika asli sebelum kehadirannya di meja Thanksgiving. Di samping menggunakan cranberry sebagai pengawet makanan dan pewarna kain, Suku Indian percaya cranberry adalah obat penyembuhan yang dapat menenangkan saraf dan menarik racun dari luka panah.

Dalam kehidupan modern seperti sekarang  cranberry dapat menjadi penawar untuk “luka racun”. Telah lama diketahui bahwa minum jus cranberry adalah obat untuk infeksi saluran kencing, tapi bukti-bukti baru tentang bagaimana cranberry memberikan perlindungan dari bakteri telah menyebabkan sejumlah penemuan tentang dampaknya terhadap penyakit lainnya. Selain itu, pengetahuan baru-baru ini sifat antioksidan berry mempengaruhi pada penyakit kardiovaskuler, kerusakan saraf, infeksi virus dan bahkan beberapa jenis kanker.

Dilengkapi dengan vitamin C, cranberry memiliki satu sifat asam yang meringankan infeksi saluran kemih oleh acidifying urin dan menciptakan lingkungan yang ramah terhadap bakteri. Para ilmuwan sekarang tahu bahwa cranberry mengandung proanthocyanidins (PAC), yang mencegah adhesi bakteri ke dinding saluran kemih.

Menyadari akan banyak manfaat buah cranberry, Komite pemasaran cranberry Amerika Serikat (CMC) bekerja sama dengan para petani cranberry bermaksud meningkatkan konsumsi masyarakat pada cranberry segar dan produk-produk cranberry lainnya dengan mengedukasi masyarakat tentang manfaat cranberry bagi kesehatan. Kesulitan yang mereka rasakan adalah berhadapan dengan perusahaan Pharmaceutical yang gencar mempromosikan produknya dengan budget yang luar biasa besar. CMC yakin jika masyarakat akan lebih menyukai menggunakan cranberry dibanding obat-obat kimia, jika saja mendapat informasi sebanyak mungkin tentang manfaat cranberry tersebut.

Dari hasil survei, CMC mengidentfikasi bahwa informasi yang diberikan para ahli medis tentang manfaat cranberry kemungkinan besar akan meningkatkan konsumsi cranberry. Mereka adalah motivator terpenting bagi kampanye ini. Persoalannya bagaimana bisa mencapai influencer ini dan bagaimana memberi banyak pengetahuan tentang cranberry kepada mereka ? 9 dari 10 ahli medis menyarankan CMC untuk memberikan informasi tentang cranberry di konferensi atau pameran kesehatan, di mana mereka telah mengambil waktu dari jadwal sibuk mereka untuk fokus pada gathering semacam itu. Oleh karena itu mereka mulai terlibat dalam berbagai tradeshow dengan baik dengan memberikan informasi langsung ke pasien, memberikan berbagai informasi teknis tentang cranberry kepada ahli medis bahkan berbagai resep masak dengan bahan dasar cranberry.

Tujuan kampanye ini adalah  mempromosikan manfaat cranberry sebagai alat bantu ahli medis mencegah berbagai masalah kesehatan sehingga perawatan pasien akan lebih mudah.

Dengan membawa bendera Cranberry Institute mitra CMC sebagai sebuah organisasi peneliti yang kredibel, CMC masuk ke berbagai kegiatan tradeshow seperti American Dietetic Association’s Food & Nutrition Conference & Expo (ADA, St. Louis, 22-25 Oktober 2005); American Association of Nurse Practitioners (AANP, 20-25 June 2006, Grapevine, Texas); dan American Academy of Physician Assistants (AAPA, 27 Mei-1 Juni  2006, San Francisco). Dr Marty Starr technical advisor CMC bertugas untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar cranberry di stand mereka selama tradeshow berlangsung. Promosi keikutsertaan CMC dalam tradeshow dipromosikan lewat email blast dan e-newsletter Cranberry Health News didistribusikan kepada para pengunjung yang umumnya para ahli medis. Berbagai lembaran fakta, brosur dengan informasi kesehatan berkaitan dengan Cranberry disiapkan untuk memberikan informasi sebanyak mungkin.

Selain kegiatan tradeshow, promosi kesehatan lewat promo radio dan talkshow dilakukan selain memproduksi press kit khusus kanker, resep masakan sehat, media briefing hingga editor luncheons bersama spoke person CMC seorang ahli gizi di Birmingham dan New York.

Bagaimana hasilnya ?

Database para ahli medis berrtambah 5 kali lipat, 4500 peserta tradeshow terpengaruh untuk mengunjungi stand CMC di ADA, AANP dan AAPA hampir 2 kali lipat dari target, 100 ahli gizi menghadiri 2 presentasi Dr Starr yaitu Pendidikan Gizi bagi para ahli gizi, dan      konselor diet, 2 kali lipat dari target.

Publikasi media menghasilkan 184 artikel, 382 juta media impression dengan total publicty value sebesar US$17 juta. Editor Luncheon dihadiri  oleh 14 editor di Kota Birminham dan 41 editor di Kota New York.

Apa yang dirasakan oleh petani cranberry Amerika ?

Suatu evaluasi independen oleh seorang ekonom pertanian dengan University of California di Davis, menemukan fakta bahwa penjualan di pasar AS naik 77%  meskipun berbagai pasar ekspor yang sukses, melebihi target sebesar 50%. Dan kampanye tersebut membantu petani Amerika mendapatkan nilai tertinggi buah cranberry  dalam empat tahun terakhir, naik dari US$182,78 menjadi US$211.530.000. Ini lebih dari dua kali lipat nilai tanaman dibanding lima tahun sebelumnya (US$96.211 pada tahun 2000) dan secara signifikan melebihi tujuan $200.000.000.

Ini adalah contoh kasus bagaimana public relations mampu membantu petani cranberry meningkatkan nilai cranberry dikaitkan dengan masalah kesehatan.

Masih ragu dengan kekuatan public relations ?

Selamat bekerja!

10
May
10

Kellogg mampu menggerakan Ibu-ibu mendukung gerakan anti kelaparan

Kelaparan terjadi dimana-mana, jangankan di negara dunia ketiga negara adi kuasa seperti Amerika  Serikat diketahui bahwa 1 diantara 8 orang Amerika termasuk 12 juta anak-anak hidup dalam kelaparan. Pada saat yang sama Food Bank melihat terjadi kenaikan rata-rata 30% kebutuhan untuk bantuan makanan. Meski sudah bekerja sama dengan Feeding America dalam menghapus kelaparan di Amerika, Kellogg rupanya ingin berbuat lebih untuk mengatasi kelaparan di  Amerika yang akhir-akhir ini semakin merajalela. Untuk itu Kellogg  berniat menyumbangkan 1 hari hasil produksi sereal  atau setara dengan 55 juta porsi kepada Feeding America food banks nationwide senilai US$10 juta. Namun bagaimana meningkatkan kesadaran pada masalah kelaparan ini dan mengajak pelanggannya untuk ikut terlibat ?

Untuk itu Kellogg mengembangkan multimedia, offline dan online program untuk lebih mendorong konsumen terlibat langsung berkontribusi pada kegiatan tersebut. Kellogg melakukan kegiatan sederhana yaitu masuk ke jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter melalui KelloggCares. Target utama dari kampanye ini adalah Ibu-ibu online, selain mereka adalah target utama bagi produknya Kellogg percaya ibu rumah tangga adalah kunci utama untuk mengedukasi lingkungan sekitar rumahnya. Bahkan 63% dari Ibu-ibu yang aktif di jaringan sosial memiliki peran besar untuk menjadi juru kampanye yang baik. Target yang lain adalah para pemimpin perusahaan dan pemerintah karena mereka adalah  para Key Opinion Leader yang mampu merubah kebjiakan.

Untuk menarik perhatian para Ibu Kellogg memilih selebritis yang bisa dijadikan spoke person dan mereka memilih Samantha Harris. Dibantu oleh Demi More dan Asthon Kutcher, kampanye diharapkan mampu menggaung kemana-mana. Untuk mencapai ke ibu-ibu online, account Facebook dibangun yang memungkinkan mereka men-download konten, mengunduh video dan jika mereka tertarik bisa melakukan aksi langsung. Buat ibu-ibu ‘penggerak’ akan dilengkapi berbagai pelatihani, presentasi video, link langsung ke donator dan bisa share bersama teman-temannya.

Kellogg bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mencapai ibu-ibu online dimana mereka menghabiskan waktu untuk online sehingga diharapkan bisa membantu memberantas kelaparan di seluruh negeri. www.facebook.com/kelloggcares dibangun agar mereka mau terlibat untuk menyumbang. Untuk menambah daya tarik  perhatian Ibu-ibu kupon diskon sebesar $5 disediakan jika mereka mau menyumbang sebesar $5 untuk Feeding America. Video yang menampilkan keterlibatan selebriti di-upload agar mendapat perhatian komunitas dunia maya.

Sumbangan tambahan sebesar 31.000 pond makanan disumbangkan ke Food Bank lokal ditampilkan secara live di Good Morning America dengan menampilkan truk-truk Kellogg. Samantha Harris meluncurkan program donasi $5, dengan menyumbang $5 konsumen mendapat potongan harga sebesar $5 untuk setiap produk sereal. Samantha melakukan serangkaian media tour, rekaman interview radio hingga berbagai interview seharian di Kota New York. Samantha bahkan membahas kampanyenya di acara televisi “The Insider”. Melihat respon yang baik dari Ibu-ibu di jejaring sosial, Kellogg bekerja sama dengan Katalyst (yang didirikan Ashton Kutcher) dan Facebook www.facebook/kelloggcares meluncurkan “One-stop Shop” untuk memberantas kelaparan. Konsumen bahkan bisa menjadi fan dan bisa mengunduh video yang yang sutradarai Demi More.

Kellogg telah berhasil meningkatkan kesadaran konsumen pada bencana kelaparan yang melanda negeri dengan mengedukasi terutama kepada Ibu-ibu online. Hanya kurang dari 1 bulan www.facebook.com/kelloggcares fansnya mencapai 200.000 yang membantu memerangi, menyuarakan kembali bahkan sumbangan ke Food Bank tumbuh pesat. 75% fansnya adalah ibu rumah tangga.  12.000 fan berkomentar bahkan melakukan tindakan langsung dengan memberikan donasi melalui link ke Feeding America. Ratusan tweet dari selebriti memacu konsumen mengunjungi facebook Kelloggcares.  Kampanye ini mendapat liputan berbagai media termasuk people.com, ABC “News Now” dan 35 blog mendorong Ibu-ibu online mengunjunginya dan menghasilkan 50 juta media impression.

Kampanye ini bahkan mendapat liputan dari berbagai media seperti Bloomberg, Advertising Age dan CNN “Headline News”, beritanya merambah seluruh lapisan masyarakat sehingga meningkatkan kepedulian pada “Kellogg Anti Kelaparan“

Kami sudah melakukannya bertahun-tahun dan berharap suatu hari nanti perusahaan besar akan berpartispasi dan sekarang Kellogg telah melakukan hal yang pantas dicontoh”, ungkap Bill Bolling dari Atlanta Community Food Bank menujukkan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan.

Keberhasilan Kellogg mengentaskan kelaparan dicontoh oleh segelintir ibu-ibu rumah tangga di Indonesia dengan melakukan gerakan sosial bernama “Nasiku Nasimu”, sebuah proyek membagikan nasi bungkus ke kantung-kantung miskin setiap Jumat. Bermula dari proyek kecil di Samarinda, saat ini gerakan “Nasiku Nasimu” sudah merambah ke kota lain seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Cirebon, Pekanbaru, Balikpapan dan Banjarmasin. Dan hebatnya gerakan ini dilakukan oleh Ibu-ibu rumah tangga yang gemar online, mereka menggunakan social media seperti facebook dan twitter untuk menggalang dukungan. Hanya dalam 2 minggu “Nasiku Nasiku Jakarta Selatan” mampu menggalang dana sebesar Rp. 11.948.163. Luar biasa!

Jadi tahukah anda bahwa Ibu-ibu online adalah komunitas yang pantas dijadikan target kegiatan public relations anda karena mereka adalah influencer yang baik setidaknya bagi lingkungan sekitar mereka.

Selamat bekerja!