Archive for June, 2010

28
Jun
10

Bagaimana Public Relations mampu merubah sebuah kebijakan

 

Dalam menghadapi krisis obesitas anak-anak di Amerika yang terus tumbuh, Pemerintah Negara Bagian California mengambil peranan pentingnya dengan  menolak obesitas sebagai pilihan yang sangat pribadi. Kesempatan untuk mengatasi krisis ini dimulai  pada tahun 2005 ketika diperkenalkan sebuah rancangan undang-undang oleh Pemerintah California yang mewajibkan lingkungan sekolah yang sehat. Undang-undang tersebut ditolak oleh masyarakat  tapi California Center for Public Advocacy (CCPHA) membuat sebuah kampanye untuk menggolkan undang-undang tersebut dengan memanfaatkan advokasi media agar penjabat pembuat undang-undang bertanggung jawab terhadap kenaikan jumlah penderita obesitas yang terus meningkat setiap tahunnya.

Obesitas di Negara Bagian California dalam kondisi yang sangat kritis, dari hasil analisa di lapangan satu dari empat anak-anak  kelebihan berat badan yang berisiko diabetes dan penyakit kronis lainnya. Obesitas pada anak cenderung menjadi obesitas dewasa yang terbilang penyakit mahal dan sulit dicegah.  Banyak politisi  menolaknya dan menganggap bahwa obesitas adalah sebuah pilihan yang sangat pribadi.  

Tahun 2005 berbagai undang-undang dibuat  untuk mengatasi krisis ini  seperti  RUU No. SB 12 – melarang pengadaan junk food di semua sekolah dan RUU No. SB 965 – melarang penyediaan soda di sekolah. Rancangan undang-undang tersebut mulai disosialisasikan  untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. CCPHA mulai menciptakan berbagai kegiatan agar RUU tersebut segera disahkan  dengan kampanye yang inovatif berupa penelitian, pendidikan, advokasi media dan kegiatan media relations.

Kegiatan dimulai dengan sebuah penelitian yang cukup mendetail difokuskan pada tiga bidang terpisah. :

  1. Siswa sekolah. Meneliti dampak dari krisis obesitas, data dari California FitnessGram, diberikan kepada siswa kelas lima, tujuh dan sembilan  sekolah umum di California, hasilnya dianalisa oleh pejabat lokal.
  2. Pejabat pembuat undang-undang. Catatan suara dari semua 80  anggota Majelis California diteliti untuk menentukan siapa yang mendukung dan siapa yang menentang rancangan undang-undang tersebut.
  3. Media.  Untuk melihat seberapa besar dukungan media terhadap RUU ini.

Yang pasti tujuan kegiatan ini adalah memperbaiki gizi anak-anak California dengan menggolkan  rancangan undang-undang yang melarang peredaran  makanan dan minuman tidak sehat di lingkungan sekolah. 2 sasaran utama kegiatan kampanye ini yaitu pejabat pembuat undang-undang agar undang-undang ini bisa segera ditetapkan dan media untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah selain tentu saja dukungan dari masyarakat setempat.   
Berbagai penelitian serta penentuan target sasar dilakukan dengan strategi media relations yang gencar untuk mendukung keberhasilan program ini.  Meluncurkan strategi media advokasi yang bertepatan dengan tanggal penentuan suara, membuat release berisi hasil studi penelitian lokal berupa informasi yang diperoleh dari  seluruh negara bagian untuk merangsang kekhawatiran bahwa masalah ini mulai memburuk dan butuh  tindakan segera, mendorong media untuk menulis artikel tentang pemerintah yang harus bertanggung jawab dan memiliki wewenang penuh untuk mengatasi krisis obesitas dan menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan media dengan cerita serta artikel hasil penelitian dan berbagai isu mengenai krisis obesitas serta membantu waktu untuk wawancara dengan para ahli.

Kegiatan media relations diatas sedikit banyak mendorong para pejabat pembuat undang-undang untuk segera mensahkan rancangan undang-undang tersebut dan masyarakat mulai diberi pengertian bahwa obesitas sudah bukan hak pribadi seseorang namun sudah menjadi perhatian Pemerintah untuk mulai memberantasnya.  Policy Brief dibuat untuk memperlihatkan pertumbuhan epidemi angka kegemukan pada yang anak naik di 3 tahun terakhir lengkap dengan fact sheet untuk kebutuhan para pejabat sebelum memutuskan. Juru bicara lokal dan juru bicara negara bagian dibekali dengan berbagai informasi tentang kesehatan anak-anak di California lengkap dengan catatan informasi voting para pejabat pembuat undang-undang. Informasi ini juga dibutuhkan bagi advokasi media. Press release disebarkan kepada target media yang bisa mempengaruhi pejabat tersebut, reporter dihubungi langsung dan dibekali dengan fact sheet lengkap dengan contact-list juru bicara dan pejabat pembuat undang-undang tersebut. Semua informasi hasil penelitian serta press material dikirim ke para pejabat California serta para stafnya agar mereka membuat keputusan yang bijak. Diadakan pertemuan di kantor Gubernur California, Schwarzenegger untuk mendapatkan dukungan dan menunjukkan kepadanya bagaimana menggunakan hasil penelitian tersebut untuk memaksimalkan pengaruh politiknya. Media Alert dan press release dikeluarkan untuk merilis hasil jajak pendapat. Media Outreach dilakukan untuk memperlihatkan dukungan selama Obesity Summit yang diadakan oleh Gubernur dengan semua mitra dan siapapun yang mendukung rancangan undang-undang tersebut.

Bagaimana hasil dari upaya public relations ini ?

 Keberhasilan kampanye terwujudkan dengan disahkannya Undang- undang No. SB 12 dan SB 965, selain itu upaya media relations kepada 15 media target telah menghasilkan 12 suara dari 15 suara mendukung RUU SB 12 dan 11 suara dari 15 suara mendukung RUU SB 965. Strategi untuk mempengaruhi pejabat dinilai sangat berhasil. Setengah  dari 80 anggota Majelis terpengaruh oleh berbagai artikel yang mengutip atau menyebut namanya.  Media-media seperti Los Angeles Times, Sacramento Bee, San Francisco Chronicle, San Diego Union-Tribune, La Opini, San Bernardino Sun, Modesto Bee dan Ventura Star telah membantu mendesak anggota parlemen untuk mendukung. “Kami mendukung rancangan undang-undang. Sekolah harus menjadi bagian dari solusi bukan bagian dari masalah, ” tulis seorang editorial di Inland Valley Bulletin. Selain itu, ruang editorial disediakan sebagai surat pembaca, opini editor serta forum terbuka untuk umum. Media dan promosi kampanye telah membantu membangun dan memperkokoh koalisi seperti lembaga pendidikan dan asosiasi termasuk California School Food Service Association untuk bekerja sama. Puncaknya pada bulan September Gubernur Schwarzenegger pada acara  Obesity Summit menandatangani kedua undang-undang tersebut. Dia disorot dalam sebuah pidato kenegaraan di tahun 2006  sebagai salah satu prestasi terbesar California yang membuat “Our School Healthier dan menjadi satu-satunya negara bagian yang melarang soda dan junk food di sekolah. Ia menutup pidatonya dengan cerita tentang keberhasilan bekerjanya. “Suatu hari saya menghampiri Senator Martha Escutia dan dia bercerita tentang kebijakan untuk membawa soda serta junk food keluar dari sekolah. Dan saya berkata, “Saya suka ide itu. Ini usaha besar untuk melawan obesitas. Mari kita lakukan bersama-sama”. Dan kamipun melakukannya !”

 

Hmm… sebuah gagasan sederhana untuk merubah arah kebijakan, semua dilakukan dengan public relations!

 Selamat bekerja … 

Advertisements
19
Jun
10

Budi Soehardi menginspirasi kami bekerja dengan hati…

Hometown for 2009 CNN Heroes Budi Soehardi, PR Program of The Year 2010


Ketika CNN Internasional menghubungi kami melalui email bahwa kami diminta membuat proposal program PR untuk mengangkat nama Budi Soehardi sebagai CNN Heroes 2009, waktu yang disediakan hanya 2 minggu karena waktu kunjungan Budi Soehardi ke Indonesia tanggal 16 November 2009. Waktu yang sangat singkat untuk membuat persiapan menyambut kedatangan seorang hebat yang mendedikasikan hidupnya untuk orang lain itulah yang menjadi tantangannya. Bukan soal budget semata, jika seorang Budi Soehardi pilot Singapore Airlines bisa bekerja dengan hati dan mendapat perhatian sebuah televisi International seperti CNN yang menganugerahinya sebagai ‘pahlawan’ dalam CNN Heroes 2009, kenapa kami tidak ? Budi Soehardi menginspirasi kami untuk bekerja dengan hati.

Diawali dengan sebuah survei singkat, diperoleh fakta bahwa Budi Soehardi adalah anggota Rotary Club D3300 Singapura sementara di Indonesia Rotary Club bernama Rotary District 3400 berdiri sejak tahun 1927 memiliki 80 klub dengan anggota lebih dari 1500 orang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kekeluargaan yang mendasari organisasi sosial terbesar didunia yang berpusat di Amerika Serikat ini bisa menjadi modal utama untuk mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia. Hal yang pertama yang dilakukan adalah menghubungi District Governor Rotary Club D3400, Rotarian Thomas Aquinas. Dengan panjang lebar kami meminta dukungan agar Budi Soehardi mendapat sambutan di Jakarta oleh Rotary Club Jakarta. Sambutan hangat dari Rtn Thomas mengantar kami untuk berkunjung ke-6 Rotary Club Jakarta dan meminta mereka menjadi tuan rumah acara tersebut dan mengundang semua anggotanya. Mengingat Budi Soehardi kelahiran Yogyakarta dan berdomisili di Singapura tentu saja tidak banyak teman Budi yang bisa menyambut Budi di Jakarta. Kekeluargaan yang dimiliki oleh Rotary Club bisa menjadi modal utama untuk membuat acara Hometown for CNN Heroes Budi Soehardi bisa banyak dikunjungi rotarian selain tentunya para awak media. Rotary Club memiliki klub khusus anak mudanya namanya Rotary in Action atau Rotaract Club D3400 dan kami memanfaatkan anggotanya yang berusia 18-30 tahun untuk membantu memberikan vote, menyebarkan profil Budi Soehardi serta CNN Heroes ke lingkungan sekitarnya melalui kekuatan social media.

Setelah dukungan 100% didapat dari Rotary dan Rotaract Club D3400, kami memulai menulis berbagai feature article dari mulai ceritang tentang sosok Budi Soehardi hingga cerita tentang  CNN Heroes, press release mulai disebar ke berbagai media untuk mendapat dukungan publikasi serta dukungan voting yang ditutup tanggal 21 November 2009. Belum cukup dengan bergerilya, akun Facebook, fanpage, Twitter dan Youtube dibuat untuk mempermudah untuk memperoleh berita tentang CNN Heroes dan profil Budi Soehardi tentunya. Hasilnya diluar dugaan, sebelum event berlangsung profil Budi Soehardi terpampang di ratusan mocrosite seperti media online, blog pribadi dan blog berita. Usaha kami mulai membuahkan hasil setiap hari kami memantau berapa perolehan voter yang diperoleh Budi Soehardi melalui situs resminya : www.cnn.com/heroes. Dan hasilnya kami kewalahan dengan jadwal wawancara berbagai media yang berlomba-lomba ingin mengangat profil Budi Soehardi padahal jadwal Budi Soehardi di Jakarta hanya 1 hari saja karena tanggal 17 November harus kembali ke Singapura menjemput keluarganya untuk berangkat terus ke New York mendapat penghargaan sebagai salah satu pemenang CNN Heroes 2009.

Pada tanggal 16 November kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Studio Metro TV untuk wawancara langsung di Metro Pagi jam 7.00 pagi dan Good Morning jam 9.00, wawancara dengan Farhan di Delta FM jam 8.00 dilakukan lewat telepon mengingat slot waktunya sudah tidak memungkinkan untuk datang ke studio Delta FM, kunjungan ke studio U FM dilanjutkan untuk acara Good Morning Show, kemudian jam 12.00 siang berangkat ke lokasi acara di Blitz Megaplex. Namun sebelumnya wawancara dengan Sinar Harapan, ME Asia dan ANTV sudah menunggu giliran sebelum acara dimulai. Jam 2 siang acara Hometown for CNN Heroes Budi Soehardi dihadiri oleh 150 orang terdiri dari anggota Rotary Club, Rotaract Club, siswa SMU, masyarakat umum dan media.

Hasilnya ?


Wawancara Budi Soehardi ditayangkan Metro Pagi dan Good Morning Metro TV, Kabar Petang ANTV. Wawancara dengan radio direlay di U FM, Delta FM, OZ Radio dan KM Radio. Profil dan dedikasi Budi Soehardi dimuat di Kompas, Jakarta Post, Sinar Harapan, ME Asia, Esquire, Media Indonesia, Jakarta Globe, Sindo dan Lampung Post. Berita tentang dukungan pada Budi Soehardi dimuat di media online seperti Detik.com, Vivanews.com, Okezone.com, Metronews.com, Telkom TV, Kabar Indonesia, Kaskus.net, Yahoo.com, Wgaul.com, Indonesiamedia.com, Kabarinews.com, Beritakita.com, Lintasberita.com. Ratusan blog pribadi, facebook dan indenpendent news portal memuat berita dan memperlihatkan kebanggannya pada warga negara Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional itu. 20 video berbagai berita serta liputan tentang Budi Soehardi bisa diunduh di Youtube, termasuk tayangan berita awarding Budi Soehardi yang langsung ditayangkan CNN pada tanggal 28 November 2009. Terakhir Budi Soehardi menjadi salah satu tamu Kick Andi dalam episode ”Mereka yang Terpanggil”. Sampai diakhir waktu vote berlangsung Budi Soehardi mendapat dukungan dari 2.410.134 voter yang 75% berasal dari Indonesia.

Kami seperti halnya masyarakat Indonesia, merasa bangga ikut mendukung keberhasilan Budi Soehardi seorang pilot Singapore Airlines yang mendedikasikan seluruh hidup dan keluarganya untuk membangun dan membina rumah yatim korban pengungsi Timor bernama Roslin di daerah Kupang, NTB. Satu hal yang ingin kami gambarkan sosok seorang ayah beranak 3 ini bahwa orang ini adalah sosok yang bersahaja, satu hal yang selalu kami ingat bagaimana beliau menggambarkan jerih payahya, ”Semuanya karena Tuhan sendiri yang bekerja  dan kami hanya kebetulan saja ada ditempat itu

Tidak salah jika Budi Soehardi menginspirasi Fortune PR untuk bekerja dengan hati dan pantas jika program ini dianugerahi sebagai Indonesian PR Program of The Year 2010 versi Majalah Mix.

Malam penganuegerahan Budi Soehardi : http://simurl.us/7h0ph

14
Jun
10

Bagaimana Public Relations membantu generasi muda menghargai sejarah ?

Tantangan :
Bagaimana membuat sebuah sejarah perang yang terjadi hampir satu abad yang lalu hari ini relevan dan tetap dikenang dan dihargai generasi penerusnya ?
Amerika mempunya sejarah perang yang panjang terutama keterlibatannya dalam Perang Dunia 1 dan 2. Mengenang sejarah perang bukan saja dilihat dari kemegahan serta kelengkapan sebuah museum perang namun bagaimana generasi penerusnya menghargai semangat kemanusiaan yang terkadung didalamnya.


Pada tahun 1918, warga Kota Kansas mengumpulkan dana US$ 2,5 juta dalam tempo 10 hari untuk membangun sebuah tugu peringatan perang dunia untuk mengenang keberanian  pejuang yang berkorban untuk negaranya. Selesai pada tahun 1926, Liberty Memorial kemudian menjadi ikon Kota Kansas. Pada tahun 2004, masyarakat Kota Kansas menyetujui untuk membangun The Nasional World War I Museum di komplek Liberty Memorial. Kemudian, pada tahun 2006, museum siap diluncurkan untuk membuka mata dunia akan kontribusi Kota Kansas pada masa perang dunia ke-1. Museum tersebut dibangun untuk menceritakan kisah-kisah “The Great War” dan “War to End all Wars” selain museum tersebut adalah proyek terbaru Ralph Appelbaum, perancang museum yang unggul di dunia saat ini.

Dari hasil survei online ditemukan fakta ada 2 hal yang memotivasi masyarakat berkunjung ke sebuah musem yaitu koleksi artefak berkelas dunia dan bagaimana museum bisa menggambarkan perang dari para saksi sejarah. 3 pesan kunci penting kemudian diangkat dari hasil survei yaitu experience, learn dan honor. Mereka kemudian mengembangkan 3 pesan kunci tersebut untuk membuat sebuah story line yang menarik bagi media dan kaitannya dengan grand opening museum agar masyarakat yang ingin memahami pengalaman di masa perang Perang Dunia I, belajar tentang peran Amerika dan 36 negara sekutunya dan menghormati orang-orang yang berjasa. The National World War I Museum menyajikan berbagai informasi perang dengan teknologi interaktif mutakhir dan memiliki koleksi artefak terbesar di masa perang dunia I. Sebelumnya mereka mulai menguji beberapa pilihan logo yang tepat yang bisa mewakili museum tersebut. Ada 7 pilihan konsep logo yang mulai disurvei, logo mana yang dianggap paling tepat. Seluruh masyarakat Kansas diajak terlibat, dan pilihan jatuh kepada logo ‘parit vertikal’ karena dianggap paling tepat dan paling disukai mereka yang disurvei. Dari hasil survei teridentifikasi bahwa kaum pria umumnya datang ke museum untuk edukasi sedang kaum wanita umumnya datang berkunjung bersama keluarga dan anak-anak untuk mencari hiburan.

Kegiatan public relations dimulai dari desain logo yang sesuai untuk The National World War I Museum dan mengembangkan pesan kunci. Kunjungan Ralp Appelbaum di bulan Mei 2006 ke Kansas City dijadikan momen baik untuk wawancara media lokal dan presentasi ke kelompok masyarakat sipil. Sarana promosi berupa interview dengan Ralph Appelbaum dan Jendral Steve Berkheiser sebagai spokeperson berdurasi 6 menit dibuat lengkap dengan fasilitas museum serta  arsip rekaman perang dunia I. Pembuatan media kit elektronik terdiri dari materi media dan elemen visual museum.  Kampanye media gencar dilakukan untuk media lokal, regional, nasional dan internasional dilakukan di awal bulan Juli diikuti dengan putaran kedua pada bulan Oktober dan November. Media tour dilakukan untuk media nasional yang ingin berkunjung ke museum dan kota Kansas. Membuat b-roll 5 menit untuk kepetingan siaran langsung dan media tour pada tanggal1 Desember dengan menampilkan Ralph Appelbaum dan Jendral Steve Berkheiser.

Grand Opening The National World War I Museum dibuat dalam 3 acara berbeda :
1. Kamis, 30 November 2006, sebuah forum bersama dengan Ralph Appelbaum dan sejarawan terkenal di dunia, Sir John Keegan, memberikan sejarah perspektif Perang Dunia I dan relevansi modern dan pentingnya museum. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 250 orang.
2. Jumat, 1 Desember 2006,  sebuah acara pengumpulan dana bagi museum. Lebih dari 350 tamu termasuk para donor, sahabat museum baik kalangan sipil maupun politisi dan para pebisnis. Acara mampu mengumpulkan dana lebih dari US$ 200.000.
3. Sabtu, 2 Des 2006, upacara dan peresmian museum ini terbuka untuk umum, dengan pidato dari tokoh  lokal, negara bagian, nasional maupun tokoh internasional. Acara dituutup dengan pelepasan burung merpati. Lebih dari 750 orang menghadiri upacara pembukaan tersebut.

Berhasilkah mereka ?

Berita pembukaan The National World War I Museum meluas hingga daerah dengan cakupan regional, nasional dan internasiona, menjadikannya sebagai obyek wisata wajib kunjung. Pembukaannya mendapat  lebih dari 153 juta media impression media cetak termasuk The Wall Street Journal, New York Times, Chicago Tribune, Christian Science Monitor dan feature article dari Associated Press sampai ke sedikitnya 70 surat kabar di dunia dan ratusan microsite menampilkan cerita tentang The National World War I Museum. Berita pembukaan menghiasi halaman depan media nasional seperti  USA Today, Newsweek, Los Angeles Times, St Louis Post Dispatch dan Chicago Tribune, The Kansas City Star. Tidak ketinggalan media perjalanan wisata seperti  AARP Magazine, AAA Midwest Traveler, Southwest Airlines Spirit, Majalah History Channel dan Arthur Frommer’s Budget Travel.
Berita pembukaanpun mendapat liputan dari lebih dari 18.5 juta media impression media  televisi seperti  ABC “World News Tonight  with Charlie Gibson”, Fox & Friends dan Weather Channel. Selain itu pembukaan museum mendapat liputan dari  NPR, CBS dan jaringan radio CNN yang direlay kembali oleh 1.300 stasiun radio seluruh  dunia.
Dan bagaimana antusiasme serta dukungan publik pada kehadiran museum ini ?  Sejak museum dibuka, museum mendapat pujian baik dari pers maupun dari publik.  Pada bulan Desember 2006 dan Januri 2007 museum mendapat kunjungan dari  32.637 orang melebihi dari tingkat kunjungan ke Liberty Memorial dalam 12 bulan terakhir. US$ 184.780 terkumpul dari hasil penjualan tiket masuk dan merchandise melebih penjualan dari 12 bulan sebelumnya. 51% dari pengunjung datang dengan mengendarai kendaraannnya 0-20 mil untuk berkunjung ke museum dan 26% mengendarai kendaraan lebih dari 60 mil. 96% dari pengunjung yang disurvei mengatakan mereka akan kembali ke museum dan 97,7% mengatakan mereka akan merekomendasikan museum tersebut kepada teman, keluarga, dan rekan kerja.

Jadi siapa bilang sejarah perang yang direkam dalam sebuah museum tidak mempunyai daya tarik bagi masyarakat banyak, tergantung bagaimana keinginan untuk membuat kegiatan public relations yang tepat.

Selamat bekerja!

10
Jun
10

Kampanye yang mampu meningkatkan kesadaran pada bahaya Jantung

Penyakit Jantung adalah pembunuh nomor satu di dunia terutama untuk kamu perempuan. Bagaimana cara menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga jantungnya tetap sehat ?

Awal tahun 2003, American Heart Association (AHA) mulai mengangkat permasalahn dengan sebuah kampanye besar ,Go Red For Women. Dibangun untuk inspirasi gerakan untuk melawan penyakit jantung pada perempuan dan menempatkannya pada masalah yang harus mendapat perhatian lebih,  Go Red For Women telah meraih kesuksesan fenomenal. Bahkan pada tahun 2005, tahun kedua kampanye, AHA  berhasil menambahkan elemen inovatif baru untuk menarik para perempuan terlibat didalamnya. Bahkan, jumlah perempuan terdaftar mencapai lebih dari 300.000 pada tahun 2005, naik dari 65.000 di tahun pertama. Kampanye juga telah mengumpulkan US$ 45 juta dan mengumpulkan lebih dari 2,3 juta media impression sejak peluncurannya.

Kegiatan diawali dengan sebuah survei kepada perempuan usia 35-55 dan tokoh masyarakat (profesional kesehatanl, pembuat kebijakan, para pendukung tradisional dan non-tradisional dan perusahaan-perusahaan besar Amerika). Analisa dilakukan termasuk wawancara dengan lebih dari 60 AHA eksekutif, pemimpin industri, afiliasi dan anggota dewan untuk mengidentifikasi untuk mengetahui seberapa besar kesadaran masyarakat terutama perempuan akan bahaya penyakit jantung, jajak pendapat dilakukan kepada 1.000 responden perempuan.  AHA membuat sebuah tim terpadu yang terdiri dari pejabat pemerintahan, pendukung tradisional dan non-tradisional,para ahli termasuk ahli jantung, eksekutif perusahaan dan pewakilan media. Kampanye ini bertujuan :  

  • Memposisikan AHA sebagai sebuah organisasi nirlaba yang kompeten
  • Meningkatkan kesadaran kaum perempuan pada penyakit jantung sebagai pembunuh # 1 dan posisi Go Red sebagai nama sebuah gerakan
  • Meningkatkan dukungan perusahaan-perusahaan untuk mengumpulkan dana dan memperluas jangkauan komunikasi
  • Memaksimalkan pengaruh  AHA sebagai organisasi yang kredibel untuk membuat program kontinyu  dan dan berbiaya rendah

Tim berusaha  untuk memanfaatkan semua ‘kendaraan’ komunikasi untuk memberikan pesan dan mencapai eksposur pada konsumen, menanamkan hal yang’fun’ dan menyenangkan menjadi masalah serius sehingga diperoleh efek yang maksimal.

Berbagi strategi dilakukan diantaranya mempromosikan kampanye pada bulan Februari (bertepatan dengan Valentine ‘s Day) dan Mei (Hari Ibu), memperkuat  “Power of Love”, fokus pada perempuan dan penyakit jantung, memposisikan warna merah dan berbaju merah sebagai simbol gerakan dan cermin gairah serta feminisme.

Tim meluncurkan berbagai kegiatan komunikasi nasional terpadu dari kegiatan public relations  dengan memperkuat hubungan dengan media, penyelenggaraan berbagai acara, kegiatan pemasaran dan promosi serta strategi hubungan perusahaan. Upaya difokuskan di Bulan Februari dan Mei untuk memanfaatkan saat yang penting bagi perempuan.  Toni Braxton, seorang selebriti dijadikan  juru bicara nasional untuk  berbagai  wawancara media nasional dan berbagai acara termasuk “Red Carpet” di Radio City Music Hall dan Empire State Building. AHA membuat  sebuah acara penggalangan dana tahunan “Branded National  Wear Red Day for Women   yang berlangsung pada hari Jumat pertama bulan Februari. Untuk meningkatkan kesadaran  AHA mengundang pesohor hadir di acara “Go Red” pada acara National Wear Red Day. Selain itu, koleksi yang diilhami kaum selebriti, gaun merah yang unik dirancang. Para selebriti yang terlibat adalah Daisy Fuentes, Vanna White Melanie Griffith, Jacklyn Smith, Jamie Lee Curtis dan Henry Winkler. Koleks tersebut diluncurkan pada sebuah acara “Red Carpet”. AHA juga meluncurkan toko online (www.ShopGoRed.com) untuk menjual merchandise Go Red kepada konsumen seperti t-shirt, syal, perhiasan, topi, magnet mobil dan banyak lagi.

AHA juga memproduksi berbagai materi edukasi  seperti brosur, bookmark, poster, kartu dompet, e-screensaver dan kartu. Untuk kebutuhan dokter diproduki Physician’s Toolkit yang berisi laporan pasien, pedoman singkat tentang kesehatan jantung, pin baju merah, kartu, dompet, dan banyak lagi. Untuk meningkatkan kredibilitas AHA sebagai organisasi yang kompeten, AHA mempublikasikan “State of Heart” berisi  laporan yang berisi hasil   penelitian paling up to date tentang  penyakit jantung pada perempuan.   Ahli jantung terkenal  yaitu Dr Lori Mosca dan Dr Nieca Goldberg dijadikan juru bicara.

Berhasilkah American Heart Association dalam kampanye nasional tersebut ?

A HA sebagai sebuah organisasi yang kredible mampu menyita banyak perhatian terutama kaum perempuan. Merchandise  di toko online www.ShopGoRed.com yang diluncurkan pada tanggal 1 Februari 2005 habis terjual pada dua minggu pertama. Terinspirasi oleh  para selebriti seperti Toni Braxton, Daisy Fuentes, Vanna Putih, Melanie Griffith, Jacklyn Smith, Jamie Lee Curtis, Rachel Ray, Bill Cosby, lebih dari 20 patung berbaju merah berdiri dimana-mana. Tahun 2005 tingkat kesadaran para perempuan pada penyakit jantung sebagai pembunuh no.1 meningkat hingga 55%. Sebuah lompatan besar dibanding tahun 2000 yang hanya 34%. Kegiatan Go Red mampu mengumpulkan 2.300.000.000 tayangan pada tahun 2004 dan 2005 yang meliputi: Today, Early Show, NBC Nightly News, Good Morning America, USA Today, Wall Street Journal, New York Times, Washington Post dan banyak lagi. Lebih dari 300.000 perempuan yang terdaftar dalam kampanye pada tahun 2004 dan 2005. Lebih dari 12 juta pin baju merah didistribusikan oleh AHA kepada mitra-mitranya. Beberapa landmark nasional termasuk Empire State Building dan Niagara Falls turut dijadikan lokasi kampanye “Went Red”. Sekitar 34.000.000 materi edukasi didistribusikan. Di  akhir tahun 2005 kunjungan ke website resmi American Heart Association (AHA)  meningkat dua kali lipat. Dukungan dari perusahaan-perusahaan besar meningkat. Pada akhir tahun 2005, Go Red For Women mampu mengumpulkan dana lebih dari US$ 45 juta, sponsor Nasional seperti Macy’s dan Pfizer membuat komitmen selama 3 tahun sebagai sponsor utama. Bahkan Macy’s baru-baru ini memperpanjang komitmennya hingga 2010. PacifiCare dan Bayer membuat komitmen 3 tahun sebagai sponsor pendukung.  Beberapa produk konsumen berpartisipasi dinataranya Swarovski, Le Mystere, Hanes dan banyak lagi. Di tahun pertama penyelenggaraan acara National Wear Red Day didukung oleh  800 perusahaan dan di tahun kedua penyelenggaraan meningkat menjadi 8.600 perusahaan. Di tahun 2004 64 acara Go Red Luncheons mampu mengumpulkan donasi sebesar US$ 4 juta dan tahun 2005 meningkat menjadi 179 kegiatan. “State of Heart” terus diperbarui dan mulai diperkenalkan ke publik di tahun 2005 dan sebanyak 60.000 Physician’s Toolkit  didistribusikan Pfizer kepada para mitranya.

Sungguh sebuah kampanye luar biasa, inginkah anda dan perusahaan anda menuai kesuksesan yang sama. Bekerja samalah dengan agensi public relations yang terpercaya. Selamat bekerja dan semoga sukses.

06
Jun
10

Bagaimana mengelola krisis komunikasi yang baik ? Yuk, belajar dari LSU menangani Badai Katrina (via Catatan Pinggir Dandan Hamdani)

Artikel bagus, terima kasih atas share ilmunya.

Manda

Bagaimana mengelola krisis komunikasi yang baik ? Yuk, belajar dari LSU menangani Badai Katrina Masih ingat badai Katrina yang menghantam pantai Louisiana pada tanggal 29 Agustus 2005 ? bencana alam terburuk dalam sejarah bangsa Amerika. Badai Katrina kategori 4 dan berkekuatan 145 mph itu menghempas pantai, membawa hujan sangat lebat, gelombang pasang surut dan menyebabkan kehancuran di kota-kota New Orleans dan Biloxi seperti St. Bernard dan Plaquemines Parishes. Badai Katrina berakhir Eastern St. Tammany Parish namun wilayah Slidell, Lou … Read More

via Catatan Pinggir Dandan Hamdani