Archive for September, 2010

18
Sep
10

PARMIN si tukang kebun, potret miskin negara kita

Baru saja selesai nonton Sinema 20 Wajah Indonesia berjudul: Mami, Papi dan Tukang Kebun. Film itu benar-benar memotret kekinian Indonesia, sangat tipikal masyarakat Indonesia. Alkisah sebuah keluarga kaya yang diperankan dengan baik oleh Ira Maya Sopha dan Sandy Nayoan yang seorang anggota DPR. Sang anggota DPR dengan sangat berapi-api akan membuat program yang katanya sangat pro rakyat. Namun ironisnya keluarga itu menaruh curiga pada sikap tukang kebunnya yang bernama Parmin. Mereka berfikir pasti Parmin yang awalnya disangka seorang residivis itu berbuat sesuatu ketika melihat gelagatnya yang sangat mencurigakan.

Sang anak sulung yang diperankan oleh Haikal Kamil akhirnya dengan handycam-nya membuktikan siapa sebanrnya Parmin dan apa benar dia orang jahat ? Mengapa akhir-akhir ini Parmin selalu pulang lebih cepat dari biasanya ? Jangan-jangan … Otak keluarga itu dipenuhi dengan fikiran yang jelek tentang Parmin. Disepakatilah mereka ingin membuat pembuktian terbalik dengan menyuruh si anak sulung untuk menyelidiki gerak gerik Parmin dengan kamera handycamnya. Dari hasil investigasi terbukti bahwa ternyata Parmin hanya ingin membahagiakan anak-anaknya dengan memberikan sisa es krim sehabis pesta. Parmin melakukannya supaya anak-anaknya senang. Sungguh ironis memang sementara sang anggota DPR berkoar-koar bahwa dia akan membuat program pro-rakyat sementara tukang kebunnya yang hidup miskin luput dari perhatiannya. Mereka baru sadar begitu video tentang Parmin yang selesai disunting itu diputar.  Sang Papi meerasa terpukul dan malu melihatnya.

Sadar gak kita terkadang kita tidak peka dengan lingkungan sekitar, kita hanya berkoar tentang bagaimana memberantas kemiskinan sementara kita tidak sadar bahwa orang sekitar kita banyak yang miskin dan butuh pertolongan ?

Sekedar informasi buat anda bahwa jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan di Indonesia) pada Bulan Maret 2009 sebesar 32,53 juta (14,15 persen). Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Bulan Maret 2008 yang berjumlah 34,96 juta (15,42 persen), berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 2,43 juta. Selama periode Maret 2008-Maret 2009, penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang 1,57 juta, sementara di daerah perkotaan berkurang 0,86 juta orang.

Kemiskinan menjadi alasan yang sempurna rendahnya Human Development Index (HDI), Indeks Pembangunan Manusia Indonesia. Secara menyeluruh kualitas manusia Indonesia relatif masih sangat rendah, dibandingkan dengan kualitas manusia di negara-negara lain di dunia. Berdasarkan Human Development Report 2004 yang menggunakan data tahun 2002, angka Human Development Index (HDI) Indonesia adalah 0,692. Angka indeks tersebut merupakan komposit dari angka harapan hidup saat lahir sebesar 66,6 tahun, angka melek aksara penduduk usia 15 tahun ke atas sebesar 87,9 persen, kombinasi angka partisipasi kasar jenjang pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi sebesar 65 persen, dan Pendapatan Domestik Bruto per kapita yang dihitung berdasarkan paritas daya beli (purchasing power parity) sebesar US$ 3.230. HDI Indonesia hanya menempati urutan ke-111 dari 177 negara (Kompas, 2004). Itu artinya Indonesia dikategorikan Negara miskin.

Apa yang salah dengan Negara terkaya di dunia ini. Menurut data pada tahun 2006, Indonesia menempati urutan ke 130 dari 163 negara sebagai negara terkorup di dunia, dengan angka Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia menurut Survey Transparency International (TI) 2,4. Berarti koar-koar para pemimpin untuk mensejahterakan masyarakat dan memberantas kemiskinan itu cuma janji-janji kosong saja. Persis seperti janjinya Sandy Nayoan dalam Sinema 20 Wajah Indonesia karya Imam Tantowi dan skenario ditulis dengan apik oleh Jujur Prananto.

Tahukah anda bahwa Indonesia adalah Negara terkaya di dunia. Ingin bukti mari simak penjelasan dibawah ini :

1. Negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas emas terbaik di dunia. namanya PT Freeport  Indonesia. Apa saja kandungan yang di tambang di Freeport? ketika pertambangan ini dibuka hingga sekarang, pertambangan ini telah menghasilkan 7,3 JUTA ton tembaga dan 724,7 JUTA ton emas. Itu hanya emas belum lagi tembaga serta bahan mineral lain-nya.

2. Negara ini punya cadangan gas alam TERBESAR DI DUNIA! tepatnya di Blok Natuna. Berapa kandungan gas di blok natuna? Blok Natuna D Alpha memiliki cadangan gas hingga 202 TRILIUN kaki kubik!! dan masih banyak Blok-Blok penghasil tambang dan minyak seperti Blok Cepu dll.

3. Negara ini punya Hutan Tropis terbesar di dunia. hutan tropis ini memiliki luas 39.549.447 Hektar, dengan keanekaragaman hayati dan plasmanutfah terlengkap di dunia. Letaknya di pulau Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. sebenarnya jika negara ini menginginkan kiamat sangat mudah saja buat mereka. tebang saja semua pohon di hutan itu makan bumi pasti kiamat. karena bumi ini sangat tergantung sekali dengan hutan tropis ini untuk menjaga keseimbangan iklim karena hutan hujan Amazon tak cukup kuat untuk menyeimbangkan iklim bumi.

4, Negara ini punya Lautan terluas di dunia. dikelilingi dua samudra, yaitu Pasific dan Hindia hingga tidak heran memiliki jutaan spesies ikan yang tidak dimiliki negara lain.

5. Negara ini punya jumlah penduduk terbesar ke 4 didunia. dengan jumlah penduduk segitu harusnya banyak orang-orang pintar yang telah dihasilkan Negara.

6. Negara ini memiliki tanah yang sangat subur karena memiliki banyak gunung berapi yang aktif menjadikan tanah di negara ini sangat subur terlebih lagi negara ini dilintasi garis katulistiwa yang banyak terdapat sinar matahari dan hujan.

7. Jika dibandingkan dengan negara-negara timur tengah yang memiliki minyak yang sangat melimpah negara ini tentu saja jauh lebih kaya. coba kita semua bayangkan karena hasil mineral itu tak bisa diperbaharui dengan cepat. dan ketika seluruh minyak mereka telah habis maka mereka akan menjadi negara yang miskin karena mereka tidak memiliki tanah sesubur negara ini yang bisa ditanami apapun juga. bahkan tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

8. Negara ini punya pemandangan yang sangat eksotis dan lagi-lagi tak ada negara yang bisa menyamainya. Dari puncak gunung hingga ke dasar laut bisa kita temui di negara ini.

Sumber : http://bit.ly/c3kXag

Tapi kemanakah kekayaan itu larinya ? Bukankah bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat ? Seperti tercantum dalam Pasal 33 UUD 45 ? Bukan untuk memperkaya segelintir manusia bukan ?

Hanya menyisakan tanya, apa yang salah dengan Negara ini ?

Advertisements
04
Sep
10

Gak mau hidup kayak Ericka kan ? STOP berhutang, hiduplah apa adanya…

Semalam saya nonton film “20 Pesona Wajah Indonesia SCTV” produksi Rumah Produksi Citra Sinemanya Dedy Mizwar. Film berdurasi 1.5 jam yang sinopsisnya dibuat oleh Jujur Prananto ini   berjudul Ericka yang diperankan dengan baik oleh Andinia Wirasti. Film ini sangat realistis banget menceritakan dengan perempuan metropolitan yang tersandung masalah utang dengan berbagai tagihan.

Film Ericka garapan sutradara Upi Avianto ini bercerita tentang gadis pekerja bernama Ericka yang bergaji Rp.9 juta. Dia harus membayari berbagai tagihan dari mulai sewa apartemen, cicilan mobil, tagihan blackberry dan tagihan Credit Card Goldnya sehingga setiap bulannya hanya menyisakan Rp.1 juta untuk biaya hidup sebulan. Bagi Ericka gadis dari Lampung yang hidup melajang di Jakarta dengan gaya hidup seperti itu tentu saja kewalahan tapi untuk kembali ke kehidupan lama dengan ngekost di tempat yang murah dan turun naik bis dan mikrolet Ericka tidak sanggup. Meskipun berat kehidupan seperti itu tetap dijalani meski harus mengorbankan makan siang dan terpaksa puasa hura-hura.

Ericka tidak sendirian, ada jutaan manusia di kota-kota besar terjebak dengan gaya hidup hedon yang bisa dicap ‘gaul’ jika bisa makan-minum di coffee-coffee shop, belanja di toko-toko branded, menggunaka smartphone seperti blackberry sehingga terjebak dalam utang kartu kredit dan KTA. Orang sering tak berfikir panjang dan mengunakan akal sehat bagaimana menyelesaikan pembayarannya dikemudian hari. Jika gajinya Rp.9 juta mustinya segala pinjaman itu harusnya maksimal 30%, jika anda seperti Ericka yang terjadi adalah debt collector yang menagih dengan cara yang sadis. Mau nasibnya seperti Ericka ?

Menurut data dari Koran Kontan, kredit macet di The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) Indonesia mencapai Rp2,93 triliun atau naik tiga kali lipat dibanding kuartal I 2009 sebesar Rp 682,77 miliar. Kredit macet ini berasal dari debitur non usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Porsinya: sebesar 90% adalah kredit macet dari kartu kredit dan sisanya kredit tanpa agunan (KTA). Kredit macet ini mengakibatkan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) HSBC menanjak dari Rp 1,68 triliun menjadi Rp 3,58 triliun.

Jangan pernah terayu oleh bujukan salesman kartu kredit untuk apply, hampir semua kartu kredit menawarkan kemudahan dari mulai free membership di tahun pertama, interest setiap bulan yang lebih rendah dibanding Bank lain, berbagai fasilitas seperti Lounge di Bandara hingga ragam diskon makan di resto-resto terbaik. Ingat salesman kartu kredit berhak mendapat Rp.25.000 dari setiap aplikasi yang masuk dan tambahan Rp.100.000 jika aplikasi tersebut disetujui. Itu sebabnya mereka mengejar calonnya seperti kesetanan.

Jika dibanding KTA (kredity tanpa angguna), kartu kredit masih lebih baik, kita dengan mudah mendapat informasi jumlah tagihan, tanggal tengat waktu, jumlah minimum pembayaran bahkan kita bisa mengklaim balik jika ada transaksi yang tidak pernah kita lakukan bahkan dengan biaya Rp.50.000 Bank penerbit kartu kredit bisa membuka transaksi dengan detail. KTA lebih kejam, bukan saja Bank  tidak akan pernah menerbitkan laporan pembayaran, jumlah tunggakan hingga kita tidak pernah tahu berapa lama lagi waktu kita bayar. Jika lebih dari 2 kali kita menunggak pembayaran, sang debt-collector dengan sangat tidak ramah menyantroni kantor atau rumah nasabah.

Memang sangat mudah mendapat kredit tanpa angunan, cukup buat aplikasi diisi data lengkap dengan tanda tangan, foto copy KTP/SIM dan tanpa proses serumit aplikasi kartu kredit, uang cair dan masuk rekening kita tanpa banyak cing-cong. Bunganya flat tidak mengikuti suku bunga flukuatif, jika bunga saat akad kredit 1.8% per bulan sampai akhir periode tetap segitu tidak peduli bunga bank sedang turun. Jika kredit sudah masuk tahun ke-3 apalagi jika pembayaran sering nunggak mereka menawari pelunasan dengan diskon 20% dari sisa tagihan.

Ingat, perjanjian kartu kredit maupun KTA adalah perjanjian 1 pihak itu sebabnya Bank sangat mencegah muncul perselisihan lewat pengadilan karena mereka akan kalah. Apa yang dilakukan Bank untuk melindungi uangnya? Pertama, semua kredit baik KTA maupun kartu kredit diasuransikan, jadi jika kita ‘kabur’ dari kewajiban dan tidak bayar-bayar Bank akan mengklaimnya ke asuransi dan tidak lupa mendaftarkan nama nasabah ke Daftar Hitam Bank Indonesia sehingga bank manapun tidak akan menyetujui kredit apapun. Biasanya daftar hitam di BI berlaku hingga 5 tahun, setelah itu akan terjadi pemutihan. Pihak Bank tidak mau ambil pusing dalam hal collection, mereka akan menyerahkan data nasabah bandelnya ke perusahaan collection. Cara kerja perusahan collection adalah berusaha menakut-nakuti nasabah agar membayar tunggakannya dari mulai telepon yang terus menerus sampai kita pusing dan stres hingga menyantroni nasabah ke kantor atau ke rumah. Tugas mereka memaksa nasabah membayar, itu sebabnya para debt-collector tampangnya tidak ada yang ramah, suaranya keras dan tidak memiliki manner yang baik. Seringkali mereka memilih kata yang paling tidak sopan bahkan cenderung menyakitkan dan bernada mengancam. Semua itu dilakukan karena Bank tidak bisa menyeret nasabah ke Pengadilan dan dengan cara seperti itu nasabah akan terganggu secara psikologis dan akhirnya membayar.

Karena Bank tidak bisa menyeret ke pengadilan dan malas berurusan dengan pengacara, akhir-akhir ini bermunculan pengacara yang menawarkan jasanya untuk membebaskan diri dari jeratan utang kartu kredit dan KTA dengan mengutip sejumlah uang. Apa yang mereka lakukan ? Mereka hanya bilang jika ada orang datang menagih atau telepon, suruh mereka menghubungi pengacara tersebut. Pengacara tersebut tidak melakukan apa-apa dan umumnya baik Bank maupun debt-collector tidak mau menghubungi atau berurusan dengan  pengacara, tagihan tetap dilakukan ke nasabah bandel tersebut. Enak dong kerja pengacara tersebut, ya begitulah Jakarta apa aja bisa jadi duit. Coba deh anda iseng-iseng jika ditawari kartu kredit lagi bilang ke salesmannya bahwa profesi anda adalah pengacara pasti mereka tidak akan mengganggu anda lagi.

Jangan pernah membayar tagihan anda dengan hanya membayar minimum yang hanya 10% dari total tagihan karena itu berarti anda hanya membayar bunganya saja. Jika anda pandai mengatur, usahakan anda membayar sebelum tagihan berikutnya datang dijamin tidak kena bunga dan nasabah ini yang Bank tidak sukai atau bayarlah paling tidak1/2 dari tagihan atau jika perlu anda bayar full karena selain Bank mengenakan biaya keterlambatan sebesar Rp.25.000 juga bunga berbunga sehingga anda merasa tagihan anda nggak pernah selesai. Selain itu jangan sesekali anda mengambil uang tunai dari kartu kredit karena bunganya lebih gila, pada saat anda mengambil saja Bank sudah mengenakan 3% dari jumlah yang anda ambil belum lagi bunga berbunga serta biaya keterlambatan tadi.

Kembali ke cerita Ericka tadi, untuk menutupi utang yang membelitnya sehingga menganggu kinerjanya di kantor, atas saran teman-temannya Ericka mencari pacar atau calon suami kaya yang bisa membantu menutupi utang-utangnya. Setelah pencarian yang melelahkan dan berita kondisi utangnya Ericka sudah santer di kantor, akhirnya bosnya menawarkan membayarkan utang-utangnya dengan syarat Ericka harus pindah ke bagian HRD dimana bos tersebut bekerja. Rupanya Bos HRD itu sudah lama naksir Ericka dan dia mengajak Ericka pacaran hingga memberanikan diri melamarnya. Sebelum menikah Ericka dihadapkan pada kenyataan bahwa sang Bos sudah menikah dan punya anak, dia akan menjadikan Ericka istri keduanya. Namun Ericka sadar dan meninggalkan sang Bos di mobil yang artinya menolak ajakan menikah dan kembali menikmati hidup melajang yang dikejar-kejar deb-collector.

Sekali lagi Ericka tidak sendirian, banyak perempuan Jakarta yang akhirnya menggadaikan harga dirinya hanya demi memenuhi keinginan dalam gaya hidup hedonis. Kemudian memaksanya mencari pasangan yang bisa membiayai gaya hidup mewah di apartemen, jalan kemana-mana pake mobil dan berbelanja dengan kartu kredit unlimited tanpa peduli pasangannya sudah punya anak istri yang dengan setia menunggunya di rumah.

Percayalah betapa nikmatnya hidup tanpa hutang, biasakan anda pergi kemana-mana dengan membawa uang cash atau kartu debit, gunakan dengan bijak kartu kredit anda untuk hal-hal yang mendesak. Anda tidak ingin kan seperti Ericka ?