Archive for May, 2011

28
May
11

Mereka yang telah menginspirasi banyak orang

 

Pada tanggal 24 Mei 2011 bertempat di Restoran Harum Manis, sebuah talkshow interaktif berjudul “Pahlawan Dunia Maya” diselenggarakan oleh PT.Merck Tbk yang menginisiasi kegiatan yang bernama Klik Hati. Acara yang menampilkan Alissa Wahid sebagai penggiat sosial dan Roby Muhamad seorang sosiolog bidang social media ini sekaligus penganugerahan The Most Inspiring 2 dari 5 finalis kegiatan Aksi Klik Hati seperti Indonesia Berkebun, Indonesia Bercerita, Yatim Online, Bale bongong dan Akademi Berbagi.

Pada saat itu terpilihlah Akademi Berbagi dan Indonesia Bercerita sebagai kegiatan sosial yang paling inspiratif, sederhana, jujur, apa adanya namun sangat mengena. Dari 290 proposal yang masuk tim juri yang terdiri dari Roby Muhamad, Alissa Wahid serta tim PT.Merck Tbk terlewbih dahulu memilih 10 kegiatan sosial yang kemudian mengajak masyarakat memilih kegiatan sosial yang menurut mereka layak didukung sehingga dipilihlah 5 finalis dengan memberi dukungan dana masing-masing Rp.20 juta untuk dipergunakan mereka mengembangkan kegiatam dan mencari dukungan lewat social media. Sejak tanggal 23 Maret- 24 April 2011 kegiatan mereka terus dipantau.Dan tim juri layak memberi predikat keduanya “Kegiatan Sosial yang menginspirasi banyak orang“. Kepada keduanya diberikan dana dukungan tambahan masing-masing Rp.40juta

Tidak ada salahnya kita mengenal keduanya, siapa tahu menginspirasi kita semua untuk melakukan hal serupa bukan ?

Ainun Chonsum, inisiator yang  mengorganisir kelas gratis di seluruh Indonesia dari mulai periklanan, komunikasi, fotografi dan dunia tulis-menulis. Dia percaya bahwa setiap orang dapat mencapai mimpi mereka. Semua yang perlu kita lakukan adalah memberi ‘kaki’ mimpi mereka untuk membuatnya menjadi kenyataan. Dia menggunakan social media  untuk mengumumkan kelas melalui statusnya di Facebook atau Twitter dan masyarakat  yang tertarik cukup me-reply nya saja.  Dimulai di Jakarta, sekarang telah dilakukan di kota-kota besar di Indonesia termasuk Papua. Akber (kependekan dari Akademi Berbagi) Jakarta kemudian merambah ke kota lain seperti Akber Bandung, Akber Semarang, dll

Budi Setiawan, seorang dosen di Universitas Airlangga, Surabaya sangat percaya mendidik anak melalui metoda bercerita. Bersama dengan tim ini, ia mengembangkan sebuah website yang berisi cerita yang setiap anak mendengarkan dan download cerita yang mereka inginkan. Ia  mengingatkan kepada para orang tua bahwa pendidikan itu dimulai dari keluarga dan orang tua. Melalui Facebook dan Twitter, ia berbagi ide-idenya di bidang pendidikan kepada orang lain. Masyarakat di berbagai kota mendukung program-program tersebut dengan mengadakan berbagai kegiatan bercerita. Budi terus berupaya untuk menginspirasi orang lain.

Tidakkah anda tertarik melakukan seperti apa yang dilakukan mereka ? Yuk, kita lakukan dari hal terkecil di lingkungan kita. Siapa tau andalah sumber inspirasi berikutnya ….

Advertisements
16
May
11

Melirik Para Pahlawan Devisa Negara – Menonton Film “Minggu Pagi di Victoria Park”


Setelah menonton “Minggu Pagi di Victoria Park” semalam di RCTI saya buru-buru menulis artikel ini. Bukan untuk mengkritik atau menilai bagus tidaknya film ini karena fim yang dibesut tahun 2010 ini terlalu basi untuk dikritik. Meski secara kesuluruhan saya tidak menemukan ‘cacat’ di film ini.

Saya baru sadar persoalan yang dihadapi para TKI di negeri orang itu banyak dari mulai hidup di kampung yang dililit kemiskinan, perjuangan untuk mendapat pekerjaan dengan menjual harta tersisa, mendapat PJTKI yang tidak bertanggung jawab, kehidupan di negeri orang yang tidak seindah bayangan, kiriman ke kampung yang harus rutin yang menyebabkan mereka terlilit hutang dan banyak persoalan lain yang orang awam seperti saya tidak mengerti.

Saya sangat mengerti persoalan TKI di tiap negara tidak pernah sama, persoalan yang dihadapi TKI di Singapura, Malaysia, Hongkong, Taiwan, Brunei hingga Arab Saudi. Yang kita semua tahu bahwa mereka dibayar cukup mahal di negara tersebut, banding saja jika di Indonesia umumnya gaji pembantu hanya Rp.300-500 ribu di Malaysia saja mereka dihargai Rp.1.5 juta perbulan atau 3x kali yang mereka peroleh di negaranya sendiri. Berbeda pula di Hongkong, Taiwan dan Arab Saudi.

Kembali ke film yang dibesut Lola Amaria ini, film tersebut tidak menawarkan hal baru tapi membuka mata banyak orang ternyata begitu banyak persoalan yang dihadapi para TKI di negara orang. Bercerita tentang Mayang (Lola Amaria) diutus ayahnya, Sukardi (Joko Kamto), untuk mencari sang adik, Sekar (Titi Sjuman), yang mendadak hilang dari peta Hong Kong. Dua tahun lalu, Sekar pergi ke Hong Kong dengan harapan bisa membiayai keluarganya di kampung. Nyatanya, setelah beberapa saat, dia menghilang tanpa bekas. Tetapi, setelah empat bulan Mayang mulai beradaptasi di sebuah keluarga Hong Kong yang baik, dia mulai melihat jejak adiknya ada di mana-mana. Dia mulai mengalami sebuah deja vu, bahwa semua lelaki akan selalu lebih tertarik pada adiknya yang cantik dan semua orang akan selalu lebih mencintai Mayang. Kisah keluarganya di kampung akan terulang di Hong Kong: Sekar adalah bintang; Mayang adalah bayang-bayang. Yang menarik justru latar belakang kehidupan TKW di Hong Kong yang digambarkan Lola dengan sikap yang sangat santai, realistis, dan tidak menghakimi. Lola Amaria, dalam film keduanya ini, bukan hanya berkisah tentang adik-kakak Sekar-Mayang yang dilanda persaingan kasih sayang ayah, melainkan juga tentang Sari (Imelda Soyara), yang memiliki kekasih yang hidup seperti parasit; atau pasangan Yati dan Agus yang kerjanya bertengkar lalu bermesraan kembali; dan belum lagi Mayang yang dilanda kebimbangan untuk bertemu dengan adiknya. Sekar, sosok yang dicari oleh seluruh rombongan TKW di Hong Kong itu, terbelit utang besar dan akhirnya merasa tak punya pilihan lain dari menjual diri.

Melihat film yang menurut sangat bersahaja itu, Lola berhasil menggambarkan kisah para TKW di Hongkong, bagaimana setiap minggu mereka merajut kerinduan kampung halaman di Victoria Park setiap libur minggu. Victoria Park tidak menjanjikan banyak hal. Para pengunjungnya tak dijamin pasti bahagia hanya dengan mengunjungi taman itu; mereka mungkin tak bisa segera pulang ke tanah air; mereka mungkin dibelit utang tak berkesudahan. Tetapi Victoria Park selalu menjanjikan matahari dan kebersamaan. Para tenaga kerja wanita Indonesia bergerombol pada hari Minggu di taman yang luas di Hong Kong ini, karena itulah satu-satunya hari mereka bisa menjadi manusia biasa yang bergurau, bercinta, atau sama sekali tidak mengerjakan apa-apa selain duduk-duduk tanpa persoalan.

Sekitar 60 ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di berbagai negara saat ini terlibat berbagai persoalan, mulai dari pelecehan seksual, penganiayaan, gaji tidak dibayar majikan hingga kasus pembunuhan. Jumlah kasus tersebut, kata dia, menurun sekitar 5 ribu kasus dibanding 2008 yang mencapai 65 ribu kasus. Tingginya jumlah kasus TKI bekerja di luar negeri yang terlibat masalah karena melimpahnya tenaga kerja didalam negeri yang tidak sebanding dengan penyediaan lapangan kerja. Kondisi tersebut memicu masyarakat untuk berbondong-bondong mencari kerja di luar negeri dengan menempuh berbagai cara termasuk menjadi TKI ilegal. Dari jumlah kasus tersebut, Kuwait, Jedah dan Ryadh merupakan negara paling tinggi kasus TKI bermasalah, baik yang dilakukan oleh majikan maupun TKI itu sendiri. Persoalannya sebagian besar TKI tersebut merupakan TKI ilegal, yang tidak memiliki kontrak kerja, sehingga pihaknya sulit untuk melakukan pembelaan. Bukan hanya TKI yang bekerja di sektor rumah tangga maupun industri yang tidak memiliki kontrak kerja, tetapi juga TKI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) asing.  Hal itu membuat pihak KBRI kesulitan untuk melakukan pembelaan dan membantu membawa ke proses hukum.


Daerah tertinggi kasus TKI bermasalah berasal dari Provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat. Berdasarkan rekap jumlah WNI dideportasi pada 2009, Jatim mencapai 5.364 turun dibanding 2008 5.890 dan Jabar sebanyak 7.558 turun dibanding 2008 sebanyak 7.848 orang. Sedangkan beberapa provinsi lainnya asal TKI yang dideportasi selama 2009 yaitu, Banten, 1.037 orang, Jawa Tengah, 1.487, Kalimantan Selatan (Kalsel) 953 orang. Nusa Tenggara Barat (NTB) 1.806 orang, Sulawesi Selatan (Sulsel) 257 orang dan TKI dari beberapa daerah lainnya 1.013 orang sehingga total TKI yang telah dideportasi 20.850 orang. Jumlah tersebut turun dibanding 2008 sebanyak 24.020 orang, 2007 sebanyak, 24.834 orang dan 2006, sebanyak 18.104 orang. Pada sisi lain penurunan kasus TKI merupakan salah satu indikasi mulai adanya kesadaran baik dari perusahaan pengirim dan dari pemerintah daerah untuk memenuhi seluruh kebutuhan dan perlindungan TKI yang diperlukan. Saya berharap seluruh daerah mulai melakukan pengawasan ketat bagi warga yang akan menjadi TKI ke berbagai negara dengan melaksanakan prosedur yang ditetapkan, untuk mengurangi adanya TKI bermasalah. Bila ternyata pada tahun-tahun mendatang masih juga tinggi kasusnya, maka pihaknya akan menegur daerah asal TKI bermasalah tersebut.

Dalam Film “Minggu Pagi di Victoria Park”, Lola hanya memotret kekinian para TKW tersebut, tidak macam-macam bahkan tidak berlebihan ala sinetron bahkan ketika sebuah adegan bunuh diri Lola hanya sepintas memperlihatkan bercak darah dan boneka yang biasanya dibawa Yati salah satu TKI yang terlilit hutang Super Kredit. Lola malah menampilkannya dengan rangkaian adegan yang lembut dengan saling telepon dan ekspresi yang kosong. Lalu tanpa suara dan tanpa bunyi, kita melihat pelabuhan di Hong Kong yang tampak riuh, tetapi menyajikan sunyi dan perih. “Sebuah Prosa dari Lola Amaria”, seperti yang ditulis Leila S. Chudori dalam Tempo Online tanggal 14 Juni 2010.

Film yang ditulis oleh Titin Wattimena dengan para pemain hebat seperti Lola Amaria, Titi Sjuman, Donny Alamyah dan Donny Damara ini benar-benar menyadarkan saya bahwa masih banyak persoalan kita pada masalah TKI di luar negeri, tinggal bagaimana Pemerintah kita serius menjawab persoalan ini.

Menurut anda bagaimana ?

11
May
11

Pengen tetap eksis tapi hemat ? Carilah portal yang menawarkan diskon gila-gilaan


Kondisi perekonomian Indonesia membuat daya beli masyarakat Indonesia tergolong semu karena perilaku ‘gesek tunai’ dengan kartu kredit. Kepemilikan properti, kendaraan bermotor bahkan kebutuhan sehari-hari memang meningkat, namun ternyata pada saat yang bersamaan tidak diikuti peningkatan pendapatan yang signifikan. Ada pertumbuhan konsumsi semu, itu bukan ditopang peningkatan pendapatan tapi peningkatan kredit. Dalam rentang Juli-Agustus 2010 saja pengguna layanan kredit gesek tunai naik sekitar 1,20 persen. Namun, pada saat yang sama Non Performing Loan (NPL) atau rasio kredit bermasalahnya naik juga sekitar 0,45 persen. Artinya pertumbuhan daya belinya itu, daya beli semu. Terus inflasi turun ya karena utang.

Fenomena yang merebak akibat daya beli masyarakat yang rendah adalah munculnya berbagai produk barang dalam kemasan kecil/mini/eceran/sachet. Hampir semua produk dibuat dalam ukuran kecil; sabun cuci, sampo, sirup, kerupuk, pengharum ruangan, body lotion, hingga kecap. Dari sudut sederhana ini dapat mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat rendah namun keinginan membeli yang tinggi bahkan cenderung konsumtif. Kebanyakan adalah masyarakat dari kalangan menengah ke bawah,  masyarakat tersebut tidak mampu membeli produk dengan porsi ukuran yang lebih besar meskipun bila dihitung tentu akan jauh lebih murah.

Kondisi inilah ditangkap banyak fihak untuk melahirkan ide-ide kreatif, jika produsen kebutuhan sehari-hari menjual dalam bentuk kemasan mini demikian juga para retailer baik butik, retailer raksasa, resto, salon/spa maupun tempat rekreasi berlomba-lomba memberikan diskon, fasilitas tambahan serta berbagai kemudahan agar bisa mendatangkan calon pembeli. Coba lihat Kompas hampir tiap hari berisi iklan diskon gila=gilaan dari Matahari, Hypermart, Giant atau si raksasa Carefour. Mengapa itu dilakukan karena biang keladinya adalah daya beli yang terus menurun.

Tumbuhnya berbagai portal pemberian diskon gila-gilaan atau penyediaan voucher tumbuh saat ini, ada dealkeren.com, kukuloba.com, disdus.com, ogahrugi.com, lapar.com, outlet.co.id, bomdis.com, nawarterus.com, pestadeal.com, e-voucher.com, hemat.com, kleepon.com dan sudah lebih dikenal valadoo.com. Semua portal diskon menawarkan berbagai macam dari mulai makanan, minuman, perawatan diri, karaoke, travel hingga tempat wisata. Berbagai restoran Internasioanl terkenal sekelas Din Tai Fung pun ikut serta menjadi merchant. Di kategori retailer tercatat FashionPrivate.com yang menawarkan brand-brand terkenal dengan diskon hingga 70%. Sayangnya, dengan semakin banyak bermunculannya berbagai macam layanan group buying membuat bingung dan menyulitkan para penggunanya dalam memilih daily deals yang tersedia meskipun dampak positif dari berkembangnya layanan group buying di Indonesia yaitu munculnya alternatif baru dalam dunia bisnis internet.

Kenapa membingungkan dan menyulitkan ? Misalkan kita mau mencari diskon untuk restoran, sudah tentu kita mau mencari diskon terbaik dari sekian banyaknya penawaran. Bayangkan jika kamu harus membuka minimal 6 tab di browser untuk 6 website yang berbeda demi memperoleh penawaran terbaik. Belum lagi harus membaca deskripsi tiap-tiap penawaran dan penjelasan tentang tipe layanan setiap website group buying di Indonesia. Sangat merepotkan bukan ?

Munculnya layanan terbaru, Dskon


Dskon hadir sebagai group buying aggregator yang menyediakan layanan yang mengumpulkan berbagai penawaran daily deals dan mengkategorikannya. Dengan Dskon kita tidak perlu lagi membuka banyak tab untuk membandingkan berbagai daily deals karena Dskon sudah menyediakannya dalam satu halaman. Jika kamu ingin mencari tentang kategori restoran misalnya, maka Dskon akan menampilkan semua penawaran yang masuk kategori tersebut dalam satu halaman dengan berbagai macam informasinya. Dskon juga memberikan penjelasan untuk setiap website group buying Indonesia seperti cara pembayaran, kota di mana layanan mereka tersedia dan lainnya. sebagai tambahan kamu juga bisa membaca dan menulis ulasan tentang website group buying di tempat yang telah disediakan. Selain itu, Dskon juga menghubungkan kamu dengan teman kamu di facebook, kamu bisa “Like This” penawaran yang kamu inginkan dan informasi tentang penawaran tersebut akan muncul di facebook lengkap dengan link-nya, dengan begitu kamu bisa lebih mudah untuk mempromosikan penawaran tersebut ke teman kamu.

Semua penawaran yang ada selalu di-update setiap harinya. Jika kamu mendaftar di newsletter-nya maka kamu akan mendapatkan kiriman updates tentang penawaran – penawaran terbaru. Dskon sebagai layanan group buying aggregator memudahkan dalam melihat, mencari dan mendapatkan diskon daily deals terbaik sesuai kebutuhan kamu.

Apakah kehadiran para group buying tadi cukup membantu kamu untuk tetap eksis dengan harga nyaman di kantong ? Mau mencobanya ? Silahkan mampir ke website Diskon