Archive for June, 2011

22
Jun
11

Bandingkan Jakarta Great Sale dengan The Great Singapore Sale

Jika dibandingkan dengan The Great Singapore Sale (GSS), Jakarta Great Sale (JGS) belum ada apa-apanya. GSS sudah menjadi agenda tahunan wisata Negara singa itu. Dari segi umurpun GSS sudah masuk tahun ke-17. Menyadari bahwa Negara kecil itu bertumpu pada perdagangan dan wisata, Singapura berupaya menarik para wisatawan terutama wisatawan dari Indonesia yang terkenal doyan belanja, Great Singapore Sale dilakukan pertama kali tahun 1994, Pemerintah Singapura mengelola kegiatan ini dengan kesunggguhan hati. Dengan diskon hingga 70% berbagai produk dari fashion dan aksesoris, perabot rumah tangga,  peralatan elektronik, makanan dan minuman, kesehatan dan kecantikan, hingga hotel dan tempat wisata belanja terorganisir dengan baik. Seluruh penduduk Singapura turut merayakan acara tahunannya dengan gembira menyambut para wisatawan dengan pelayanan prima. Seluruh negeri semarak dengan perayaan yang sama. Selama delapan minggu dari tanggal 27 Mei hingga 17 Juli kita akan menikmati diskon sampai 70% untuk segala barang di manapun. Mulai dari kawasan belanja utama di Orchard Road dan Marina Bay sampai ke Southern Waterfront dan kawasan pemukiman, kita akan menemukan berbagai penawaran istimewa. Ditambah dengan keistimewaan khusus wisatawan, acara-acara menarik dan kesempatan belanja sampai larut malam di 313@somersetION OrchardOrchard CentralTANGS Orchard dan Wisma Atria, sebuah dunia belanja, bersantap dan hiburan yang sangat menyenangkan menanti kita semua.

Di tahun 1994 GSS diselenggarakan oleh Singapore Tourism Board (STB) bekerja sama  Singapore Retailers Association. Dana sebanyak Sin $ 3 juta digelontorkan untuk mempromosikan GSS di kawasan Asia Tenggara dan Australia. Hasilnya Singapura dikunjungi oleh 664.000 wisatawan mancanegara  dan pada saat itu omset di seluruh Singapura mencapai rekor tetrtinggi penjualan. Keberhasilan GSS kemudian menjadi agenda tahunan Singapura.

Di tahun pertama GSS hanya diselenggarakan selama 1 bulan pada musim liburan sekolah , kala itu toko yang berpatipasi hanya toko di seputaran Orchard Road, seperti Tangs, Takashimaya, Robinsons, dan Isetan, serta mal di luar Orchard Road, seperti Junction 8, Liang Court dan Capitol Building. GSS pun mengalami banyak perubahan setiap tahun untuk menarik banyak pembeli. Peluncuran GSS yang tadinya dilakukan pada hari minggu dirubah ke Jumat  menjelang akhir pekan. Periode penjualan diperpanjang sampai dua bulan, dengan mal utama dibuka sampai tengah malam. Partisipanpun diperluas hingga mencakup mal di pinggiran kota  membuat GSS benar-benar diselenggarakan di seluruh negeri.

Bagi penduduk Singapura maupun turis asing, GSS di Singapura adalah surga belanja yang menyenangkan. Singapura menjanjikan pengalaman berbelanja yang meliputi harga yang kompetitif, variasi, kualitas dan serta suasana.  Demikian pula, survei persepsi pengunjung yang dilakukan oleh STB dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa beberapa wisatawan mancanegara melakukan jadwal kunjungan ke Singapura bertepatan dengan GSS, dengan belanja menjadi salah satu tujuan utama mereka. Diperkirakan bahwa 30% wisatawan adalah shopper di GSS, dengan tiga item yang paling populer menjadi pakaian fashion, elektronik dan perhiasan. Pasar tersebut meliputi wisatawan Indonesia, India, Cina, Australia dan Malaysia.

Di tengah persaingan ketat dari negara-negara tetangga, cara-cara kreatif ritel menjadikan  Singapura sebagai surga belanja, terutama selama masa krisis ekonomi.  Restitusi Pajak dan rabat juga diberikan pada pembelian merek-merek kelas atas. Namun penjualan GSS mengikuti kondisi global seperti kesehatan ekonomi negara-negara Asia dan pandemi virus. Penjualan menunjukan perbaikan marjinal pada tahun-tahun awal GSS, mungkin karena krisis keuangan Asia (1997), kemudian mengalami penurunan di tahun 2003 karena wabah SARS, dan kembali meningkat secara signifikan dari tahun 2004 dan seterusnya. Penjualan GSS mencapai Sin $ 2 miliar pada tahun 1996, kemudian melonjak ke Sin $ 4,6 milyar di tahun 2004. Jumlah penjualan GSS setelah tahun 2004 telah berada di atas Sin $ 5 miliar, Sin $ 5,5 miliar di tahun tahun 2007 dan Sin $ 5.8 milliar di tahun 2008.

Sejak tahun 2005, GSS dikelola oleh The Association of Shopping Centres Singapore dan tetap didukung oleh Singapore Tourism Board.

 

Bagaimana dengan Jakarta Great Sale ?

Dalam rangka ulang tahun Jakarta 484 pada tanggal 22 Juni 2011, 68 mall dan 50 perusahaan ritel mengikuti Jakarta Great Sale 2011 potongan mulai 20-70% pada 17 Juni-17 Juli dari pagi sampai tengah malam. Di antara 68 pusat perbelanjaan yang berpartisipasi dalam Event ini: Senayan City, Plaza Senayan, Plaza Semanggi, Plaza Blok M, Central Park, Tamini Square, Mall Kelapa Gading, Arion Mall, Gandaria City, Plaza Indonesia, Poins Square, Cilandak Mall, dan banyak lagi.

Tidak hanya untuk pusat-pusat perbelanjaan, diskon juga diberikan kepada angkutan umum menuju ke Jakarta seperti tiket pesawat termasuk paket wisata lengkap dan akomodasi. Sektor lainnya adalah wisata budaya, rekreasi keluarga, kuliner, resto dan kafe, dan pusat kecantikan. Target Transaksi diharapkan akan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 7,2 triliun. Target tahun ini adalah Rp 8.6 triliun.

Gubernur Jakarta Fauzi Bowo amembuka festival pada tanggal 17 Juni di Mal Gandaria City, Jakarta Selatan. Ini berarti festival ini juga dibuka di lain lima wilayah administrasi. Handaka Santosa, Ketua Panitia Jakarta Great Sale 2011 mengatakan bahwa kecenderungan masyarakat untuk berbelanja di luar negeri membuat resminya akan lebih maksimal untuk mengadakan acara ini. JGS berupaya untuk meningkatkan nilai transaksi sebesar 20 persen serta meningkatkan pengunjung mal sebesar 20 persen.  Namun sekali lagi JGS tidak seheboh GSS. Pemerintah Daerah DKI belum bisa menghimbau warga Jakarta dan para pengusaha untuk menjadikan bagian dari JGS sebagai agenda wisata yang menarik. JGS belum bisa menarik wisatawan luar negeri untung datang melancong ke Jakarta atau paling tidak menginagtkan warganya untuk berbelanja di Jakarta jangan ke Singapura. JGS belum bisa mengajak brand-brand Internasional seperti Zara untuk mengikuti agenda tahunan JGS buktinya Zara tetap mengagendakan salenya di bulan Juli-Agustus.

Pemda DKI harus mampu menjadikan Jakarta Great Sale sebagai bagian dari pesta rakyat Jakarta.

Setujukah anda ?

Advertisements
18
Jun
11

“Kenali Tubuh Kita” – The Anatomy Show, The Best PR Program 2011 MIX

Diawal berdirinya Qyvision PR, Mactus Pte Ltd sebuah perusahaan event managemen dari Singapura memilih kami sebagai perusahaan PR yang akan menjadi publisis kegiatan yang bernama The Anatomy Show – Asia Tour Jakarta pada tanggal 16 Juli sampai 3 Oktober 2010 di FX, Jakarta setelah sebelumnya sukses mengadakan pameran selama tiga bulan di Singapura sebagai yang pertama dari serangkaian persinggahan tur di Asia. Diadakan di lokasi yang nyaman di pusat kota Jakarta, The Show Ananomy adalah pameran ilmiah yang sangat menarik yaitu tentang anatomi manusia, yang terdiri dari tubuh manusia asli dan organ yang diawetkan menggunakan proses pengawetan yang disebut “Polymer Impregnation“. Ini adalah kesempatan yang sangat langka bagi masyarakat karena mereka akan dapat melihat secara detail bagaimana bentuk bagian tubuh manusia ‘di bawah kulit. Selain itu, pameran juga akan menampilkan spesimen tubuh manusia dengan pose dalam berbagai kegiatan sehingga para pengunjung dapat melihat bagaimana kompleksitas sistem dan keindahan tubuh mereka dalam kegiatan sehari-hari.

Pameran di Jakarta ini adalah yang kedua dari serangkaian The Anatomi Show di Asia. Setelah Jakarta, tur ini akan mengunjungi Bangkok, Kuala Lumpur, Hong Kong, Shanghai, Manila, dan kota-kota lain di Asia dalam beberapa bulan mendatang. Dipstick research kami lakukan dan diperoleh fakta bahwa tidak mudah untuk membawa orang ke pameran yang menurut mereka pasti membosankan.

Ada 2 cara untuk melakukannya:

  1. Publisitas berskala nasional melalui hubungan media yang kuat.
  2. Kampanye pemasaran yang efektif yaitu School Visit dengan memberikan edukasi singkat dengan tema “Kenali tubuh kita”, mengajak siswa, guru biologi dan kepala sekolah untuk mengetahui tubuh kita melalui pameran ini.

Di Indonesia kegiatan pameran edu-tainment tidak terlalu disukai oleh anak-anak dan keluarga. Mereka lebih memilih kegiatan yang menyenangkan dan menghibur, itu sebabnya pertunjukan Internasional seperti Disney On Ice, Ben 10, Barney, Nickelodeon adalah pertunjukan yang paling populer. Di Indonesia jarang ada pameran yang mendidik karena tidak menarik bagi anak-anak dan keluarga. The Anatomy Show adalah pekerjaan rumah yang cukup sulit bagi Qyvision PR karena kami harus melakukan publikasi sebanyak mungkin melalui hubungan media yang efektif dan terus menerus serta mengundang kelompok anak-anak sekolah dari pra-sekolah sampai universitas khusunya mahasiswa kedokteran untuk mengunjungi pameran ini.

Setelah Mactus Singapore Pte. Ltd resmi menunjuk Qyvision PR sebagai agensi PR, kami terlebih dahulu meminta izin dan rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena kegiatan ini sangat sensitif dari protes, mengingat menggunakan tubuh asli manusia sedangkan dalam Islam adalah melanggar hukum jika tubuh orang mati tidak dikuburkan. Dengan upaya besar akhirnya keluar juga ijin MUI dengan syarat sbb :

  1. Mengubah judul The Body Show menjadi The Anatomy Show agar terkesan pendidikan.
  2. Tidak diizinkan untuk menampilkan tubuh perempuan, ibu hamil dan bayi dalam pameran ini.

Setelah syarat-syarat yang diminta terpenuhi, Qyvision PR harus membuat agar kegiatan ini menjadi berita yang menarik perhatian media dan bagaimana membangkitkan minat untuk mengunjungi kelompok sekolah.

Dipstick Reseach dirancang dengan melibatkan para siswa, guru dan orang tua mencoba mencari kekuatan, kelemahan, tantangan dan peluang bagi kegiatan ini. Dari hasil survei diperoleh kenyataan bahwa orang tua akan senang untuk membawa anak-anak mereka untuk mengunjungi pameran jika mereka mendapatkan berita dan rekomendasi tentang pameran tersebut dari media, guru akan merekomendasikan siswa mereka untuk mengunjungi pameran jika dianggap penting untuk referensi mereka dan siswa akan berpartisipasi jika sekolah mereka membawa mereka mengunjungi pameran sebagai agenda sekolah. Yang terpenting membangkitkan rasa ingin tahu siswa mengetahui lebih banyak tentang tubuh mereka.

Dari hasil survei kami menyimpulkan bahwa The Anatomy Show harus melakukan hubungan masyarakat dan kampanye pemasaran yang efektif. Tema yang dipilih Qyvision PR dalam kampanye tersebut adalah “Kenali Tubuh Kita”, ide ini muncul secara alami dari penelitian ini, yang mencerminkan kekuatan dan peluang yang menunjukkan The Anatomy Show masih memiliki daya tarik.

Tujuan utama kegiatan ini :

  • Memperkenalan “Kenali Tubuh Kita” sebagai tema utama kampanye di media melalui berbagai kegiatan media relations yang baik dan terus menerus.
  • Meningkatkan awareness The Anatomy Show kepada siswa, orang tua dan guru biologi dan meningkatkan jumlah kunjungan group sekolah melalui kegiatan School Visit.

Target Komunikasi :

  • Mayor Media (Cetak, Online, Social Media, Radio dan Televisi)
  • Orangtua
  • Guru Biologi Guru dan Kepala Sekolah
  • Siswa

Qyvision PR dan Mactus Pte, Ltd mengatur anggaran sebesar Rp.136,541,774 yang dipergunakan bagi penelitian, hubungan media dan kunjungan sekolah.

Qyvision PR melakukan berbagai kegiatan seperti :

  • Menulis berbagai artikel tentang The Anatomy Show dan didistribusikan ke blog pribadi, forum, berbagai komunitas dan mailing list.
  • Mendistribusikan Siaran Pers untuk media online dan cetak.
  • Mengadakan konferensi pers dengan mengundang seorang, online media nasional, radio, televisi dan media kesehatan dan gaya hidup. Agak kegiatan konferensi pers menarik Qyvision PR mengundang dr. Lula Kamal sebagai endoser. Selain seorang selebriti dan dokter Lula dikenal sangat dekat dengan wartawan. Selain Lula cukup mengusai materi, itu sebabnya wartawan sangat antusias untuk mendengar penjelasan dari Lula.
  • Untuk membuat berita tentang The Anatomy Show terus menerus di bulan berikutnya, Qyvision PR mengundang media lain yang belum mempublikasikan The Anatomy Show khususnya Program TV dalam sebuah media gathering.
  • Untuk memperluas jangkauan target, Qyvision PR melakukan talk show di Radio U-FM dimana pendengarnya kebanyakan Ibu-ibu dan tele-conference dengan PR Manajer Mactus Pte. Ltd. di Singapura. 1 jam talk show ini mengajak pendengar untuk bertanya tentang The Anatomy Show dan sekitar 50 listerners bertanya melalui email dan SMS.
  • Qyvision PR mengunjungi lebih dari 100 sekolah dalam 3 bulan dari pra-sekolah, SD, SMP, SMU dan universitas dengan diskon 10% untuk group serta memberikan sertifikat The Anatomy Show ke sekolah yang berkunjung. Road show ke sekolah-sekolah tersebut dilakukan dengan memberikan presentasi singkat tentang “Kenali tubuh Kita” kepada siswa, guru biologi dan kepala sekolah.
  • Aktifitas Sosial Media dilakukan untuk menarik minat lebih banyak kunjungan ke The Anatomy Show:

o Facebook Fanpage: The Body Show

o Twitter: theanatomyshow

o Foursquare: theanatomyshow

o Website: www.theanatomyshow.com

o Youtube; Grand Lunching The Anatomy Show: http://www.youtube.com/watch?v=3vcENjLrbKA

Apakah kami berhasil ?

Hasil

  • The Anatomy Show dikunjungi oleh 19.120 orang dari 100 grup sekolah pra-sekolah sampai universitas dari Jakarta dan kota lain.
  • The Anatomy Show dikunjungi oleh walk-in guest sebanyak 11.980 orang atau hampir rata-rata 100 orang per hari.
  • The Anatomy Show diperpanjang satu bulan sampai dengan November 2010
  • The Anatomy Show mendapatkan kesempatan wawancara live di U FM pada prime-time.
  • The Anatomy Show masuk ke dalam 3 acara TV terkenal : Bukan Empat Mata – Trans 7 TV, Laptop si Unyil – Trans 7 TV dan Dunia Relawan – DAAI TV 
  • The Anatomy Show ditayangkan dalam berita: Redaksi Pagi – Trans 7 TV, Apa kabar Indonesia Malam – TV One, Jakarta 2 Menit – Jak TV, Jakarta-jakarta – Metro TV
  • The Anatomy Show dipublikasikan di 12 media cetak besar: Kompas, Jakarta Post, Indo Pos, Jakarta Globe, Suara Pembaruan, Gaya Hidup Sehat, Cek & Ricek, Fitness Indonesia, Esquire, Chic, Media Indonesia, Sinar Harapan. 
  • The Anatomy Show dipublikasikan di 16 media online: Antara Foto, Berita 21, Berita Terbaru, Foto Detik, Detik Kesehatan, Jakarta Press, DKI Jaringan Post, Kompas Cyber Media, Vivanews.com, Otonomi News, Bisnis Indonesia online, Bataviase.com , Sriwijaya.com, Jakartaspot.com, Urbanesia, Koran Fesbuk.
  • The Anatomy Show menjadi bagian dari Fashion Spread majalah Versus, majalah khusus komunitas design dan photography.
  • Cerita dan foto-foto The Anatomy Show turut diterbitkan di 26 Microsite, Personal Blog dan Facebook dan menjadi perbican
  • The Anatomy Show mendapat commercial value sebesar Rp. 6.667.250.000 dengan invesasi sebesar Rp. 136.541.774, maka Return of Investmentnya (ROI) sebesar 47.9%.

Tahun ini The Anatomy Show dianugerahi THE BEST PR PROGRAM 2011-MIX, selamat kepada tim Qyvision PR, meski belum genap 1 tahun namun memiliki prestasi yang membanggakan!