Archive for April, 2012

19
Apr
12

BERSIAP MENYAMBUT KEDATANGAN IKEA DI INDONESIA TAHUN 2014

Sudah dipastikan IKEA Home Furnishing akan segera membuka gerai pertamanya di Indonesia tahun 2014 oleh Hero Group.  Bukan perkara mudah meyakinkan Inter IKEA Systems B.V. untuk membuka gerainya di Indonesia. Sudah banyak group yang sudah melakukan pendekatan seperti Sampoerna Group, Bakrie Group hingga Home Cientro Indonesia. Selain terbentur dengan hak merek dagang – setahu saya ada orang Indonesia telah meregister merek dagang IKEA atas nama dirinya dan hak mereka itu berlaku hingga tahun 2012 – Inter IKEA Systems B.V. sangat percaya dengan sumber kekayaan yang melimpah Indonesia dikenal dengan produsen furtinur berkualitas terutama berbahan dasar kayu. Jadi rasanya membuka gerainya di Indonesia adalah mustahil dan bagaimana IKEA bertahan disana. Padahal Indonesia adalah pemasok beberapa barang di IKEA untuk seluruh dunia terutama untuk barang-barang dari rotan, tekstil dan produk berbahan kayu. Inter IKEA Systems B.V.lupa  bahwa Indonesia sedang berkembang, pesatnya bisnis properti di Indonesia terutama dengan banyak dibangunnya apartemen-apertemen dari yang mahal hingga Rusunami membutuhkan supply furtinur murah untuk memasoknya. Meski tidak semua orang menyukai produk murahnya IKEA, saya yakin IKEA akan mendapat pasarnya di Indonesia. Kenapa produk IKEA bisa murah dan bisa hidup di berbagai Negara di dunia ya. Tidak banyak yang tahu, ada baiknya saya mengajak anda mengenal IKEA dari dekat.

Sejarah IKEA

Ikea Svenska AB, didirikan pada tahun 1943 adalah pengecer mebel terbesar di dunia pengecer yang mengkhususkan diri pada mebel gaya tapi murah dan  yang dirancang di Skandinavia.

Memiliki gerai sebanyak 128 (mungkin lebih sekarang) di 26 negara (mungkin sudah bertambah), dikunjungi oleh lebih dari 108 juta orang setiap tahun, dan penjualan di seluruh dunia pada tahun 1994 saja sekitar $ 5,4 miliar). Sukses IKEA dalam industri ritel dapat dikaitkan dengan pengalaman luas di pasar ritel, diferensiasi produk dan harga. Perusahaan ini, mungkin, salah satu perusahaan paling sukses sebagai ritel multinasional dunia yang beroperasi sebagai organisasi global yang didasarkan pada konsep unik bahwa semua produk harus dirakit dahulu oleh pelanggan di rumah.

Konsep IKEA sederhana bagaimana memproduksi perabot rumah dengan harga murah namun tentu saja tidak mengurangi fungsi dan gaya serta bercita rasa modern sehingga memungkin banyak orang dapat membelinya. Daripada menjual perabot rumah mahal yang hanya sedikit yang bisa membeli, Konsep IKEA memungkinkan untuk melayani banyak oang dengan memberikan produk berharga rendah dan berkontribusi dalam membantu lebih banyak orang untuk hidup lebih baik di rumah.

Konsep inilah yang memandu cara IKEA mendesain produk, memproduksi, mengangkut, menjual dan merakit. Semua faktor ini berkontribusi untuk mengubah Konsep IKEA menjadi produk paling MURAH namun dicintai ‘penggila’nya.

Bagaimana Konsep IKEA Dilahirkan ?

Konsep IKEA dimulai ketika Ingvar Kamprad, seorang pengusaha dari provinsi Småland di selatan Swedia, punya ide inovatif. Dalam Småland, meskipun tanah tipis dan miskin, rakyat memiliki reputasi untuk bekerja keras, hidup hemat dan membuat hasil maksimal dari sumber daya yang terbatas. Jadi ketika Ingvar memulai bisnis mebelnya di akhir 1940-an, ia menerapkan pelajaran dia belajar di Småland di pasar perabot rumah tangga.

Ide inovatif Ingvar adalah menawarkan produk-produk home furnishing berfungsi baik dan desain istimewa dengan harga yang jauh lebih rendah dari pesaing dengan menggunakan berbagai pemotongan biaya namun tidak mempengaruhi kualitas produk. Ingvar gunakan setiap kegiatannya untuk mengurangi berbagai post-post biaya dan disimpan dalam segala cara IKEA berbisni kecuali pada ide-ide dan kualitas. Dari sinilah Konsep IKEA dimulai.

Nama IKEA berasal dari inisial Ingvar Kamprad ditambah huruf pertama dari Elmtaryd dan Agunnaryd, yang adalah nama dari pertanian dan desa tempat ia dibesarkan. Saat ini, merek dagang IKEA merupakan merek perabotan rumah terkemuka di dunia dengan lebih dari 235 toko di lebih dari 30 negara dan lebih dari 110.000 pekerja.

Tahun-tahun penting bagi IKEA

1926 – IKEA pendiri Ingvar Kamprad lahir.

1943 – Ingvar Kamprad mendaftarkan perusahaannya IKEA, (Ingvar Kamprad Elmtaryd Agunnaryd) pada tanggal 28 Juli

1945 – Iklan IKEA pertama, ditulis oleh Ingvar Kamprad, muncul di koran lokal.

1948 – Stylish, furnitur modern diperkenalkan ke dalam berbagai produk IKEA.

1951 – Katalog IKEA pertama adalah dipublikasikan. Dan sekarang ini etatp diproduksi dan gratis

1953 – Ingvar Kamprad membuka furnitur showroom pertamanya di Almhult, Swedia

1955 – IKEA mulai merancang furnitur sendiri. Komitmen untuk memberikan furniture fungsional yang dirancang dengan baik dengan harga sangat rendah sehingga banyak orang mungkin akan dapat membelinya dimulai.

1958 -Toko pertama IKEA Global dibuka di Almhult, Swedia.

1958 – Lebih dari 100 supplier bekerja untuk IKEA.

1958 – Designer IKEA, Gillis Lundgren mendesain seri Tore, yang pertama kali ditampilkan untuk kamar anak.

1959Self-assembly furniture dimulai dan secara bertahap berkembang sebagai bagian dari Konsep IKEA. Packaging sederhana = biaya transportasi berkurang = harga lebih rendah.

1961 – IKEA mulai melakukan tes kualitas pada produk dengan menggunakan standar pengujian Swedia.

1961 – Pemasok Non-Skandinavia pertama yang berbasis di Polandia di dikontrak. Pengiriman pertama mereka adalah 20.000 kursi.

1963 – Toko IKEA pertama di luar Swedia dibuka di Oslo (Nesbru), Norwegia.

1964 – Kursi ÖGLA, kursi kafe yang didesain modern dari beechwood dibeli di Polandia, didesain ulang agar sesuai dengan persyaratan bentuk, fungsi dan harga Konsep IKEA.

1964 – Sebuah perbandingan harga / kualitas diterbitkan dalam “Allt I Hemmet” majalah menegaskan bahwa produk IKEA memiliki fungsi yang baik dan desain menarik dengan harga rendah yang makin mendongkrak penjualan IKEA.

1965 – Toko IKEA terbesar dibuka di Kungens Kurva di Stockholm. Keberhasilan pembukaan toko ini kemudian memunculkan ide untuk membuka konsep gudang dan membiarkan orang melayani diri mereka, sebuah bagian penting dari Konsep IKEA pun lahir yang kemudian ditiru oleh banyak kompetitor di dunia.

1965 – The Cook Shop yang menampilkan berbagai item dapur, terbuka di Kungens Kurva, menjadi tempat di mana kebanyakan orang dapat membeli peralatan berkualitas dengan harga rendah

1973 – Toko IKEA pertama di luar Skandinavia terbuka di Spreitenbach, Swiss.

1974 – Sebuah kursi plastik yang disebut SKOPA dikembangkan oleh pemasok yang biasanya membuat ember plastik. Ini hanya salah satu ide inovatif desainer IKEA dengan menciptakan fungsional, produk yang dirancang dengan baik namun tetap berharga rendah.

1978 – IKEA membawa rak penyimpanan ke dalam ruang tamu, yang sangat mengganggu pengunjung pada awalnya tapi segera pengunjung belajar untuk menghargai bahwa produk IVAR adalah unit penyimpanan bisa ditempatkan di ruangan apapun.

1980 – LACK, produk lain yang inovatif, diperkenalkan. Ini adalah produk meja kopi fungsional terbuat dari bahan yang kuat dan ringan yang biasanya digunakan untuk pintu interior.

1980 – Sofa KLIPPAN yang removable dengan cover yang mudah dicuci diperkenalkan. Anak-anak dan orang tua dengan cepat mulai menemukan manfaat praktis.

1982 – PATRULL, produk keselamatan anak-anak diluncurkan dan menyoroti komitmen IKEA untuk keselamatan di rumah.

1984 – Produk STOCKHOLM diluncurkan, produk memiliki segalanya yang diharapkan konsumen dari kualitas tinggi dan klasik, kecuali harga tinggi. STOCKHOLM menerima penghargaan bergengsi Excellent Swedish Design award.

1985 – Sebuah pabrik troli supermarket membantu IKEA membuat desain sofa, SAAT. Desain yang inovatif dan memenangkan berbagai penghargaan.

1995 – Seri pertama IKEA PS diluncurkan. Seri ini memungkinkan designernya bebas untuk mengembangkan kreasi baru. Harga yang rendah tetap menjadi prioritas utama

1996 – Beberapa hal dari masa lalu masih dipertahankan untuk menjadi besar. Ini adalah alasan di IKEA ketika meluncurkan produk berdasarkan perabot abad ke-18 Skandinavia.

1997 – Produk untuk orang yang paling penting di dunia yaitu Dunia Anak IKEA diluncurkan. Berbagai produk khusus untuk anak-anak dikembangkan.

1997 – IKEA buka di tempat di mana tempat dimana  tak ada satupun tinggal yaitu Internet.

1999 – Ingvar Kamprad membuat acara Big Thank You sebuah acara sebagai hadiah milenium ke seluruh karyawannya. Total seluruh penjualan pada hari istimewa diberikan kepada karyawannya.

2002 IKEA dares to be different – lagi diluncurkan. Dengan desain yang tajam itu sebuah suvenir khas Swedia menjadi objek desain yang dibuat lebih keren dan kontemporer.

2003 – Sebuah sumbangan IKEA dengan membangun sebuah rumah sakit di Swedia bernama ‘Kamprad House’ dengan fasilitas untuk penelitian kanker, radio physics dan pendidikan.

2012 – IKEA terus menggurita hingga berbagai wilayah dan belahan dunia dengan konsep yang mudah diterima dimanapun, Harga Bersahabat!

Profil IKEA

Kegiatan mendasar bagi manusia kebanyakan adalah makan, tidur, menyimpan barang, sosialisasi dan sebagainya membuat permintaan produk furnitur yang praktis menjadi kebutuhan manusia yang sangat penting. Dan sebagian besar orang memiliki anggaran yang terbatas dan ruang yang terbatas di rumah mereka.

Berbagai produk IKEA dibuat untuk memenuhi kebutuhan ini dengan menawarkan berbagai produk yang dirancang dengan baik, produk home furnishing fungsional dengan harga sangat rendah sehingga banyak orang mungkin akan dapat membelinya. Semua produk IKEA meliputi berbagai kebutuhan setiap bagian dari rumah.

Produk IKEA yang berlabel “Design and Quality, IKEA of Sweden” dijual di seluruh jaringan IKEA Dunia. Semua produk IKEA mencerminkan cara berpikir IKEA. Hal yang sederhana dan mudah. Produk IKEA awet dan mudah, ini mencerminkan dan memfasilitasi cara yang mudah, alami dan tak terbatas hidup. Mereka mengekspresikannya dalam beragam produk dengan bentuk dan warna-warni serta ceria dan mudah diterima oleh berbagai kalangan dan usia.

Disain

Jika sebagian besar pengecer menggunakan konsep desain dengan harga yang tinggi, desainer IKEA bekerja dengan cara yang persis berlawanan. Sebaliknya mereka menggunakan desain untuk mengamankan harga serendah mungkin. Disainer IKEA mendesain setiap produk IKEA dimulai dengan kebutuhan, fungsional dan harga. Kemudian mereka menggunakan kepaiwaian mereka yang luas yang inovatif, untuk membuat proses manufaktur yang murah untuk menciptakan produk fungsional namun tetap gaya. Kemudian volume pemesanan yang besar untuk mendorong harga turun lebih jauh.

Kebanyakan produk IKEA juga dirancang untuk diangkut dalam kemasan yang ringan dan simple dan dapat dirakit di rumah pelanggan. Hal ini akan menurunkan harga dengan meminimalkan biaya transportasi dan penyimpanan. Dengan cara ini, IKEA memastikan bahwa produk IKEA dapat dibeli dan dinikmati oleh sebanyak mungkin masyarakat.

Fungsi

Orang memiliki banyak kebutuhan. Mereka hidup dengan anak-anak. Mereka membutuhkan penyimpanan lebih. Mereka harus membuat ruang kecil menjadi efisien. Jadi desainer IKEA selalu mencari cara baru untuk meningkatkan kehidupan masyarakat – tanpa mengosongkan dompet mereka.

Tapi bagaimana desain dan fungsi yang baik dan dikombinasikan dengan yang kualitas baik, semua pada harga yang rendah? Kegiatan dimulai dengan fokus pada apa yang penting. Akankah bahan yang mahal di bagian belakang rak atau di bawah meja akan meningkatkan fungsi? Tentu saja tidak. Jadi desainer IKEA tidak melakukannya, karena produk tidak ada gunanya untuk pelanggan jika harga tidak terjangkau.

Harga Rendah

Low Price merupakan prasyarat untuk Konsep IKEA dalam mewujudkan visi IKEA – “membuat kehidupan yang lebih baik bagi banyak orang“. Dengan konsep IKEA yang bertujuan untuk melayani “orang banyak“, berbagai produk IKEA memiliki harga sangat rendah. Desainer IKEA melakukan bagian mereka untuk menjaga harga rendah dengan menggunakan kemampuan produksi dari daerah lain dengan cara yang unik dan tak terbayangkan sebelumnya – seperti memiliki pabrik baju pelapis produk furnitur. Atau menggunakan bahan sisa dari produksi satu produk untuk membuat yang sama sekali baru. Pelanggan IKEA juga berkontribusi untuk menjaga harga rendah. Mereka memilih dan mengambil produk itu sendiri, mengangkut mereka pulang.

IKEA Store

Toko IKEA adalah toko yang sangat besar, berbentuk boks raksasa yang berwarna biru kuning – sesuai dengan warna bendera Swedia – Toko yag lebih mirip gudang dimana ruangan terbagi dalam 2 bagian, Showroom – semua barang didisplay selayaknya rumah, dimana pengujung bisa melihat fungsi perabot tersebut. Jika pengunjung tertarik mereka bisa bisa mencatatnya di List Book dan pensil yang dibagikan gratis dan Storage alias gudang penyimpanan dimana pengunjung bisa mengambil langsung barang yang sudah dikemas dan meletakkan troli mereka dan membayar di area kasir.

Cara Bekerja

IKEA adalah toko dimana berbagai produk IKEA dijual. Pengunjung dianjurkan untuk menyisihkan waktu mereka dan nyaman dalam menjawab persoalan home furnishing, produk IKEA ditata dalam showroom menarik seolah nyata sebuah rumah. Mencoba untuk duduk, berbaring, membuka dan menutup laci. Menimbang-nimbang desainnya, membandingkan harganya hingga membayangkan jika mereka memilikinya. Semua adalah pengalaman unik yang tidak disediakan oleh pesanignya.

Pelanggan IKEA secara aktif terlibat dalam pengalaman berbelanja. Konsep IKEA bergantung pada pelanggan untuk memilih, mengumpulkan, mengangkut dan merakit produk IKEA sendiri. Semua produk di toko didukung oleh harga dan informasi produk yang ditandai dengan jelas pada besar, mudah membaca tag. Hal ini membuat mudah bagi pengunjung untuk melayani diri mereka sendiri. Tentu saja, staf toko yang berpengalaman tersedia untuk pelanggan bila diperlukan. Itulah keterlibatan pelanggan dalam memberikan kontribusi untuk harga IKEA rendah. Dab itu adalah ide di balik kehebatan IKEA: “Anda melakukan bagian anda dan kami melakukan bagian kami dan bersama kita menghemat uang…

Tujuannya agar semua orang akan menikmati kunjungan mereka di toko IKEA. Jika anak-anak tidak ingin berbelanja, mereka bisa bermain di area bermain yang aman dan terawasi. Mungkin sulit untuk membuat mereka pergi karena semua tersedia di IKEA Store hingga tempat makan yang nyaman, IKEA Restaurant & Café.

Pengalaman Belanja

Di dalam toko IKEA, ada ratusan barang yang inspiratif ditampilkan – dari showroom layaknya sebuah rumah ditata sangat menarik dengan kombinasi produk yang memberikan ide-ide segar dan pengetahuan tentang desain interior kontemporer. Sekitar 9.500 macam produk yang berbeda ditawarkan di toko IKEA. Ada banyak produk baru diperkenalkan sepanjang tahun di toko IKEA. Hal ini memberikan pengunjung kemungkinan besar untuk mencari solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Sambil menjelajahi toko, pengunjung mungkin terinspirasi untuk mengambil sebuah produk tambahan. Visual Merchandise IKEA dibaut menarik dan diletakkan diluar agar menarik sehingga mereka tidak hanya akan menemukan apa yang mereka cari tetapi juga terinspirasi oleh ide-ide tak terduga dan produk berharga rendah.

Toko IKEA menyediakan segala sesuatu yang diperlukan untuk belanja nyaman: pensil, buku catatan, pita pengukur, panduan toko, katalog, tas belanja, kereta bayi dan troli. Yang wajib dibawa pelanggan adalah mobil kosong untuk mengambil barang-barang yang dibeli ke rumah atau mereka dapat menggunakan the low-priced IKEA home delivery service itu lebih mudah.

Dan tidak ada yang mau berbelanja dengan perut kosong. Toko IKEA memiliki restoran yang menyajikan berbagai hidangan Swedia yang unik dan makanan lokal yang enak. Ini adalah tempat yang nyaman untuk bersantai, melihat melalui katalog IKEA dan berpikir tentang apa untuk membeli. Dan itulah yang ingin ditawarkan oleh IKEA, wisata belanja yang menyenangkan !

 

Bersiaplah untuk menyambut kedatangan si Kotak raksasa berwarna biru kuning bernama IKEA HOME FURNISHING!

Advertisements
10
Apr
12

Siapkah kita Bersocial Media ? Belajarlah dari ClubNutrica …

 

Produk Consumer Goods bersocial media sudah lumrah ditemui di Facebook dan Twitter. Namun kebanyakan produk-produk tersebut masuk ke ranah ini hanya untuk mengikuti tren, mereka merasa ‘harus’ masuk tanpa mengerti esensinya. Ketika sebuah produk/perusahaan sudah berani ‘menampakkan’ diri di ranah ini, mereka yang terbiasa berkomunikasi satu arah lewat iklan harus berani berinteraksi langsung dengan konsumennya. Berani menanggapi kritikan dan masukan hingga puji-pujian.

Lewat social media seolah sudah tidak ada lagi ‘barrier’ antara konsumen dan produsen. Bagi produk/perusahaan yang tidak siap berkomunikasi langsung sebaiknya jangan dulu sebelum sakit jantung menerima ‘tonjokan’ langsung dari konsumennya. Bagi produk yang sulit disentuh oleh konsumen entah lewat costumer service/careline, social media adalah sasaran empuk untuk menyerang. Bagi produsen yang tidak membohongi konsumennya mestinya tidak perlu takut namun bersiaplah menerima kritikan dan masukan. Hanya bagi perusahaan yang tidak mengerti mengapa mereka masuk ke ranah social media tanpa tahu memanfaatkannya mungkin akan menganggap angin lalu setiap kritikan tersebut namun bagi produk/perusahaan yang menyadari pentingnya social media yang akan menciptakan efek domino dari Word of Mouth pasti akan segera menanggapi keluhan tersebut sebagai masukan penting sehingga harus direspon cepat.

Hari ini saya merasakan bahwa social media menunjukan kekuatannya. Sebagai Ayah bagi seorang balita berusia 18 bulan yang memiliki resiko alergi jika menkonsumsi susu sembarangan, atas saran dokter anak sejak kecil anak saya hanya bisa mengkonsumsi Nutrilon Hypo-Allergetic (HA) sejak peristiwa ada rencana kenaikan harga BBM tiba-tiba saya panik melihat susu tersebut menghilang dari pasaran. Didorong kecintaan saya pada anak saya, pada tanggal 26 Maret 2012 saya berkeliling Jakarta mencari susu itu kemana-mana dan tetap kosong. Sayapun menghubungi careline Nutricia 0 800 182 1059 untuk mencari tahu kemana raibnya susu tersebut. Meski dengan ramah Careline Nutricia menaggapi keluhan saya namun saya tidak menemukan jawaban kemana saya harus mencari susu tersebut. Masih dengan tetap bersemangat meski kelelahan akhirnya saya menemukan susu Nutrilon HA justru dari supermarket tidak jauh dari rumah yaitu Hero Kemang. Dan sayapun membeli 4 kaleng untuk persediaan satu bulan. Ketika minggu ini persediaan susunya tinggal 1 kaleng lagi saya kembali panik ternyata susu tersebut masih sulit didapat. Setelah berupaya keras tanpa sengaja saya menemukan Fanpage NutriciaClub. Sayapun mengirimkan pesan berisi unek-unek dan keluhan terhadap ketersediaan produk Nutrilon HA di pasaran sambil menguji apakah Nutricia membuat Fanpage hanya cuma ‘ikut-ikutan’ ataukah memang ingin menjadikan media komunikasi langsung dengan pelanggannya ? Esok harinya tepatnya pagi ini jam 9 saya ditelepon oleh pihak Nutricia yang menyampaikan permohonan maaf dan menerangkan bahwa ada kendala pada pendistribusian produk dan yang lebih membahagiakan ketika Careline memberikan informasi bahwa produk tersebut bisa didapat di Apotik RSIA Brawijaya meski tinggal 1 kaleng, mereka bahkan meninggalkan no telepon RSIA Brawijaya berikut nama apotekernya untuk saya hubungi karena produk tersebut sudah dipesan atas nama saya. Careline Nutria berjanji akan mengirimkan 2 kaleng produk yang mereka dapatkan dari distributornya ke rumah saya tentunya setelah saya membayarnya terlebih dahulu. Bukan perkara berapa kaleng yang saya dapatkan yang ingin saya bahas namun betapa Nutricia sadar betul akan keberadaannya di ranah social media.

Social Media adalah media berinteraksi langsung antara produsen dengan konsumen yang sekian puluh tahun lalu memiliki jarak yang saling berjauhan. Dengan social media semuanya serba dekat. Konsumen yang dulu hanya bisa berinteraksi menyampaikan keluhan lewat costumer care, itupun tanggapannya lama tapi dengan social media produsen serta-merta akan menanggapi keluhan dan masukan tersebut mengingat social media memiliki kekuatan efek domino dari Word of Mouth. Coba saja kita bayangkan ketika kita mengajukan keluhan lewat careline kan percakapan hanya diketahui oleh pelanggan dan careline saja namun berbeda ketika kita menulis di wall Fanpagenya berapa ribu fans dibawahnya akan membaca dan menanggapi bahkan memungkinkan fans lain menambahkan berbagai kritikan hingga hujatan, bisa dibayangkan efek domino karenanya.

Jadi dari apa yang saya alami hari ini kita dapat simpulkan, Siapkah kita bersocial media ? Belajarlah dari NutricaClub yang sadar betul bahwa pelanggan adalah raja, tanggapi setiap keluhan atau masukan dengan berbesar hati, segera telepon pelanggan sampaikan permohonan maaf dan beri dia solusi. Jika itu sudah anda lakukan berarti anda telah siap bersocial media.

Artikel ini saya buat sebagai salah satu bentuk penghargaan saya pada brand yang bernama NUTRICIA.

NutriciaClub : https://www.facebook.com/ClubNutricia