Archive for September 30th, 2012

30
Sep
12

“Aku Bisa” PR Program terbaik Asia Pacific Sabre Awards 2012

Asia Pacific Sabre Awards 2012

Hari Rabu (26/11/12) malam di Shangri-la Hongkong, di malam puncak perhelatan para insan public relations di seluruh kawasan Asia Pasifik mengumumkan salah satu pemenang untuk kategori program komunikasi terbaik bidang Telekomunikasi adalah “Aku Bisa” sebuah program komunikasi CSR PT. Tower Bersama Infrastructure, Tbk (TBIG). Ini adalah penghargaan tertinggi dari sebuah pencapaian program komunikasi karena program tersebut mengalahkan China Mobile Hongkong dan SmarTone Hongkong di kategori yang sama. Ajang ini dikuti oleh 1,200 PR program terbaik di seluruh negara di Asia Pasifik termasuk Cina, India, Jepang, New Zealand/Australia. Negara-negara yang masuk nominasi ini adalah Indonesia, Singapura, Hong Kong, Cina, New Zealand, Australia, India, Jepang, Filipina, Malaysia dan Thailand.  Sedangkan perusahaan yang masuk nominasi sebanyak 160 perusahaan dan 75 agensi PR, baik independen maupun perusahaan PR multinasional di seluruh kawasan Asia Pasifik.

Rumah Belajar Bersama

Rendahnya Human Development Index (HDI) Indonesia atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sampai saat ini, HDI Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan negara lain. Berdasarkan data terkait HDI yang baru-baru ini disampaikan oleh Menteri Negara Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak Indonesia,  HDI Indonesia masih berada pada urutan ke-111 dari 177 negara di dunia. Kondisi ini yang mendorong PT Tower Bersama Infrastructure, Tbk (TBIG), perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi untuk penempatan BTS oleh operator-operator telekomunikasi di Indonesia (www.tower-bersama.com), untuk memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat (CSR) salah satunya pilar pendidikan dengan mendirikan Rumah Belajar TBIG bekerja sama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YACB).

Rumah Belajar TBIG fokus pada pendidikan bagi remaja putus sekolah dan prasejahtera dan meningkatkan kesejahteraan ibu dan remaja pra sejahtera melalui pembekalan keterampilan dan modal wirausaha guna memandirikan remaja Indonesia secara ekonomi. Data yang diambil dari Kementrian Sosial RI tanggal 25 Agustus 2011, terdapat 230.000 anak jalanan yang belum mengenyam pendidikan di Indonesia. Mereka menghabiskan waktunya untuk mengamen dan mengemis di jalanan. Kondisi ini diperparah dengan tidak ada motivasinya anak-anak tersebut meneruskan pendidikannya sehingga mereka akan semakin tersisih dalam persaingan global.

Rumah Belajar TBIG di daerah Manggarai Jakarta menjawab tantangan itu dengan daya tampung sebanyak 500 orang per tahun anak-anak usia sekolah akan dididik dalam berbagai kegiatan dari mulai Pendidikan Dasar  (Paket A, B, C), Pendidikan Tambahan (Bahasa Inggris dan Komputer) dan Pelatihan Khusus (Jahit, Salon, Hospitality, Handicraft, Reparasi Elektronik). Untuk melengkapi sebagai Rumah Belajar yang lengkap, Rumah Belajar TBIG dilengkapi dengan layanan tambahan seperti: Konseling siswa, Penyuluhan Bahaya Narkoba, HIV/Aids, Bursa Kerja, serta Kredit Usaha Kecil bagi para Ibu dari siswa Rumah Belajar. Tujuan didirikannya Rumah Belajar TBIG ini adalah membantu persoalan yang dihadapi Pemerintah RI untuk memberikan pendidikan dan keterampilan khusus bagi anak-anak usia sekolah agar mereka siap bekerja dan siap menghadapi persaingan global yang semakin ketat.

Buku motivasi “Aku Bisa”

Ketika mempersiapkan Rumah Belajar Bersama berdiri, persoalan yang dihadapi adalah membawa anak-anak pra-sejahtera di lingkungan Rumah Belajar tersebut untuk belajar. Kenyataan yang ditemui di lapangan adalah 90% anak-anak pra-sejahtera ini adalah tidak ada motivasi mereka untuk kembali belajar di Rumah Belajar. Inisiatif membuat buku motivasi “Aku Bisa” pun muncul, untuk menginspirasi anak-anak untuk keluar dari zona kemiskinan. Buku cerita bergambar berisi 8 kisah-kisah sukses pesohor dunia yaitu Michael Jordan, JK Rowling, Mark Zuckerberg, Lionel Messi, Steve Jobs, George Lucas, Valentino Rossi, dan Thomas Alva Edison. Dalam buku tersebut bagaimana mereka berjuang dari nol hingga sukses seperti sekarang. Bagaimana mereka dianggap tidak bisa menjadi berubah bisa semua karena tekad keras dari dirinya sendiri. Dikemas  menarik berisi gambar-gambar sebagai ilustrasi. Cetakan pertama sebanyak 1.000 eksemplar yang didistribusikan gratis ke kantong-kantong miskin, beberapa rumah singgah dan sekolah-sekolah informal. Melihat animo dan respon yang besar anak-anak jalanan pada buku “Aku Bisa” segera diterbitkan seri berikutnya.

Keunikan program CSR ditambah dengan strategi komunikasi yang tepat menyebabkan program ini unggul di kategori industri  Telekomunikasi mengalahkan China Mobile denganThe Hoffman Agency Worldwide dan SmarTone Hongkong dengan Ogilvy Worldwide. Untuk pertama kalinya salah satu wakil dari Indonesia memperoleh penghargaan tertinggi GOLD di Asia Pacific Sabre Awards 2012 dan menjadi salah satu strategi komunikasi terbaik di kawasan Asia Pacific. Sebuah pencapaian tertinggi untuk Indonesia bahwa sebuah program CSR yang baik, tepat sasaran dan berkelanjutan, dikemas dalam strategi komunikasi yang tepat akan menghasilkan sebuah pencapaian serius. Banyak perusahaan melakukan kegiatan CSR tapi hanya sedikit dari mereka yang menyentuh sasaran dan membuat program  berkelanjutan.

Sabre Awards adalah salah satu alat ukur yang tepat.

Advertisements
30
Sep
12

Akhirnya Sabre Awards ‘datang’ ke Indonesia

Lama ditunggu akhirnya salah satu Sabre Awards Goes to Indonesia. Sabre Awards, sebuah penghargaan tertinggi bagi insan humas seluruh dunia, memilih program kehumasan terbaik di seluruh dunia. Sabre Awards diselenggarakan oleh Holmes Group berkedudukan di London. Lewat tangan terampil tim Qyvision PR (sebuah perusahaan PR lokal berbasis di Jakarta, Indonesia) yang menampilkan program unggulannya sebuah strategi komunikasi Corporate Sosial Responsibility berjudul “Aku Bisa”. “Aku Bisa” adalah kegiatan CSR yang dilakukan oleh PT. Tower Bersama Infrastruktur Tbk (“TBIG”), kampanye yang memotivasi anak-anak jalanan usia  sekolah untuk kembali ke bangku belajar lewat “Rumah Belajar Bersama” yang didirikan TBIG dan YCAB di daerah Manggarai, Jakarta. “Aku Bisa” adalah sebuah buku motivasi karya Wiyanna Zarwin berisi kisah-kisah sukses para pesohor dunia. Lahirnya buku tersebut untuk menjawab kebutuhan tersebut. Anak-anak terutama anak-anak dari keluarga prasejahtera harus dimotivasi agar mereka bisa merubah kehidupannya tentunya dengan tekad dan keinginan yang besar. Aku Bisa ! sebuah ajakan bahwa kita mampu menjadi apapun yang kita inginkan. Dikemas dengan bahasa ringan, buku Aku Bisa ini berisi 8 kisah-kisah sukses pesohor dunia yaitu Michael Jordan, JK Rowling, Mark Zuckerberg, Lionel Messi, Steve Jobs, George Lucas, Valentino Rossi, dan Thomas Alva Edison. Buku yang dilengkapi dengan ilustrasi menarik bagaimana para pesohor ini yang dahulu bukan siapa-siapa, mereka punya banyak kekurangan namun mampu mengalahkah diri sendiri dan menjadi seseorang seperti sekarang ini. Semua itu dilakukan dengan semangat yang sama yaitu Aku Bisa! Diharapkankan buku ini bisa memotivasi anak-anak kaum marjinal untuk keluar dari lingkungannya dan menjadi sesseorang yang jauh lebih baik. Melihat animo besar pada buku ini segera akan terbit seri-seri berikutnya. Keunikan program CSR ditambah dengan strategi komunikasi yang tepat menyebabkan program ini unggul di kategori industri  Telekomunikasi mengalahkan China Mobile denganThe Hoffman Agency Worldwide dan SmarTone Hongkong dengan Ogilvy Worldwide.

Untuk pertama kalinya salah satu wakil dari Indonesia memperoleh penghargaan tertinggi GOLD di Asia Pacific Sabre Awards 2012 dan menjadi salah satu strategi komunikasi terbaik di kawasan Asia Pacific. Sebuah pencapaian tertinggi untuk Indonesia bahwa sebuah program CSR yang baik, tepat sasaran dan berkelanjutan, dikemas dalam strategi komunikasi yang tepat akan menghasilkan sebuah pencapaian serius. Banyak perusahaan melakukan kegiatan CSR tapi hanya sedikit dari mereka yang menyentuh sasaran dan membuat program  berkelanjutan.

Sabre Awards adalah salah satu alat ukur yang tepat.