Archive for the 'PR Case Study' Category

03
Jun
12

Semangat Aku Bisa, kampanye menularkan semangat yang sama

Pernah terfikirkah oleh kita bahwa kadang kita takut untuk mencoba sesuatu, padahal mustinya kita bisa melakukannya. Keyakinan dan tekad untuk bisa melakukannya memang ada dalam diri sendiri. Dan keyakinan itu harus didorong oleh diri kita sendiri. Ketidakyakinan itu bukan hanya milik kita tapi milik banyak orang termasuk anak-anak dari keluarga prasejahtera dan kaum marjinal. Mereka lebih percaya dengan mengemis, mengamen dan mencopet adalah cara untuk bertahan hidup dan berjuang di tengah kerasnya kota.

Rendahnya Human Development Index (HDI) Indonesia atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sampai saat ini, HDI Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan negara lain. Berdasarkan data terkait HDI yang baru-baru ini disampaikan oleh Menteri Negara Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak Indonesia,  HDI Indonesia masih berada pada urutan ke-111 dari 177 negara di dunia. Data yang dilansir oleh Biro Pusat Statistik DKI Jakarta pada September 2011 menyebutkan bahwa terdapat 355.000 atau 3,64 persen penduduk prasejahtera di Jakarta, sebagian besar adalah  anak-anak usia sekolah usia 10-24 tahun.

Mengapa mereka memilih tetap menjalani profesinya sebagai tukang  ngamen, pengemis bahkan pencopet dan tidak memilih bersekolah padahal rumah belajar gratis bertebaran di seluruh antero Jakarta ?  Dari hasil riset diperoleh fakta ada 3 alasan mengapa mereka tidak mau bersekolah : pertama mereka tidak menganggap penting bersekolah, kedua mereka lebih suka untuk mencari nafkah untuk sekedar bertahan hidup dan ketiga mereka tidak yakin dengan bersekolah bisa mengubah nasib mereka.

 

Buku Motivasi Aku Bisa

Lahirnya buku tersebut untuk menjawab kebutuhan tersebut. Anak-anak terutama anak-anak dari keluarga prasejahtera harus dimotivasi agar mereka bisa merubah kehidupannya tentunya dengan tekad dan keinginan yang besar. Aku Bisa ! sebuah ajakan bahwa kita mampu menjadi apapun yang kita inginkan. Dikemas dengan bahasa ringan Bergambar, buku Aku Bisa ini berisi kisah-kisah pengalaman para tokoh-tokoh dunia, diantaranya Steve Job pendiri Apple Inc, Thomas Alva Edison penemu telepon , George Lucas kreator Film Star Wars, Lionel Messi pesepak bola dunia, Valentino Rossi pembalap dunia MotoGP dan masih banyak cerita tokoh – tokoh inspiratif lainnya yang sarat akan pesan membangun. Buku yang dilengkapi dengan ilustrasi menarik bagaimana para pesohor ini yang dahulu bukan siapa-siapa, mereka punya banyak kekurangan namun mampu mengalahkah diri sendiri dan menjadi seseorang seperti sekarang ini. Semua itu dilakukan dengan semangat yang sama yaitu Aku Bisa!

Menampilkan 30 kisah sukses pesohor dunia, diharapkankan buku ini bisa memotivasi anak-anak kaum marjinal untuk keluar dari lingkungannya dan menjadi sesseorang yang jauh lebih baik. Cetakan pertama sebanyak 1.000 eksemplar akan dibagikan gratis kepada anak-anak jalanan dan keluarga prasejahtera dan dijual untuk umum yang 100% hasil penjualannya akan diserahkan kepada Rumah belajar TBIG di daerah Manggarai, Jakarta Pusat.

Sadar  bahwa tidak mudah mengajak anak-anak ini bergabung di Rumah Belajar yang diprakarsainya, mendorong Wiyanna Zarwin yang memang hobi menulis, desain dan travelling melahirkan buku, Aku Bisa! Dia berharap karyanya bukan saja akan memotivasi anak-anak tersebut untuk kembali ke bangku sekolah namun memotivasi banyak orang untuk bertekad dalam semangat yang sama yaitu Semangat Aku Bisa!

Kampanye Semangat Aku Bisa

Dalam rangka peluncuran buku Aku Bisa ke pasaran, pada tanggal 10 Juni 2012 jam 06.30 pagi akan diselenggarakan sebuah kampanye Semangat Aku Bisa dengan melibatkan 200 orang untuk terlibatkan menularkan semangat yang sama pada acara Car Free Day. Kegiatan berupa Fun Run & Fun Bike yang akan melibatkan anak-anak putus sekolah, komunitas pelari, komunitas pesepeda, Yayasan Cinta Anak Bangsa serta fans dan follower @semangatakubisa.

Dimulai dari Senayan Driving Range mengambil rute jalan Sudirman, Bunderan HI dan kembali ke Senayan Driving Range. Selesai acara Fun Run & Fun Bike akan dilanjutkan dengan Bergembira Bersama di parkiran Senayan Driving Range untuk melihat penampilan berbagai kreasi anak-anak putus sekolah, pengumpulan tanda tangan dukungan Semangat Aku Bisa dan penyerahan bantuan 500 buah buku Aku Bisa dan tas sekolah kepada anak-anak tidak mampu melalui Kementrian Sosial RI.

Mari dukung kegiatan ini untuk menularkan semangat yang sama.

Advertisements
08
Jul
11

Kisah sukses kampanye “Haagen-Dazs Loves Honey Bee”

Di tahun 2006 terungkap bahwa populasi lebah madu menghilang. Jutaan lebah pekerja mulai secara misterius menghilang dari sarang mereka dalam fenomena buruk yang dikenal dengan sebutan “Colony Collapse Disorder” (CCD). Dreyer’s Grand Ice Cream perusahaan pembuat Haagen-Dazs mengadopsi isu ini untuk pertama kalinya karena berdampak langsung pada produk mereka dimana  30 dari 73 rasa Haagen-Dazs (termasuk Strawberry sebagai varian yang paling populer, Vanilla Swiss Almond, dan Banana Split) yang semuanya adalah hasil alam yang diserbuki oleh madu lebah.
Es krim super premium ini menciptakan kampanye “Haagen-Dazs Loves Honey Bee”, sebuah kampanye untuk melindungi populasi lebah. Haagen-Dazs menyisihkan dana sebesar US $ 250.000 untuk penelitian melahirkan produk limited editionVanilla Honey Bee dimana hasil penjualannya dan penjualan semua produk yang mengandung madu untuk mendukung penelitian yang dilakukan CCD di Penn State dan UC Davis. Sementara itu, Ketchum’s Brand Marketing tim mulai mengembangkan kampanye media yang komprehensif menghubungkan merek ke masalahnya. Tim PR juga membuat dewan penasehat “Dewan Penasehat Lebah” yang terdiri dari para ahli dan konsumen dan mendistribusikan lebih dari satu juta bibit lebah di paket sebuah paket khusus “Haagen-Dazs Loves Honey Bee”. Produk yang mengandung madu  diberi label”Honeybee-dependent” dan menjadi  ikon bagi kampanye “Haagen-Dazs Loves Honey Bee”.

Hasilnya ?

Kampanye inovatif itu mampu menghasilkan lebih dari 277 juta media impression di lebih dari 1.000 acara berita,  93% menanggapi sangat positif terhadap brand, terjadi penaikan 12 titik di tingkat PR lebih dari triwulan sebelumnya. Sebagai hasil dari “buzz,” Haagen-Dazs sebagai merek es krim terbesar berbasis-line terjadi peningkatan penjualan (5,2%) di lebih dari satu tahun dan masalah lingkungan yang serius yang diciptakannya mendapat perhatian besar media.

“Haagen-Dazs Loves Honey Bee” memenangkan The 2009 PRWeek Award untuk kategori “Cause-Related Campaign of the Year” dan “an honorable mention for Campaign of the Year”, Gold Clio Award 2009  dalam kategori Public Relations Consumer dan SABRE  Award 2009 (Superior Achievement in Branding and Reputation) Silver Award di kategori Food and Beverage.

Masih ragu dengan kekuatan public relations ?

18
Jun
11

“Kenali Tubuh Kita” – The Anatomy Show, The Best PR Program 2011 MIX

Diawal berdirinya Qyvision PR, Mactus Pte Ltd sebuah perusahaan event managemen dari Singapura memilih kami sebagai perusahaan PR yang akan menjadi publisis kegiatan yang bernama The Anatomy Show – Asia Tour Jakarta pada tanggal 16 Juli sampai 3 Oktober 2010 di FX, Jakarta setelah sebelumnya sukses mengadakan pameran selama tiga bulan di Singapura sebagai yang pertama dari serangkaian persinggahan tur di Asia. Diadakan di lokasi yang nyaman di pusat kota Jakarta, The Show Ananomy adalah pameran ilmiah yang sangat menarik yaitu tentang anatomi manusia, yang terdiri dari tubuh manusia asli dan organ yang diawetkan menggunakan proses pengawetan yang disebut “Polymer Impregnation“. Ini adalah kesempatan yang sangat langka bagi masyarakat karena mereka akan dapat melihat secara detail bagaimana bentuk bagian tubuh manusia ‘di bawah kulit. Selain itu, pameran juga akan menampilkan spesimen tubuh manusia dengan pose dalam berbagai kegiatan sehingga para pengunjung dapat melihat bagaimana kompleksitas sistem dan keindahan tubuh mereka dalam kegiatan sehari-hari.

Pameran di Jakarta ini adalah yang kedua dari serangkaian The Anatomi Show di Asia. Setelah Jakarta, tur ini akan mengunjungi Bangkok, Kuala Lumpur, Hong Kong, Shanghai, Manila, dan kota-kota lain di Asia dalam beberapa bulan mendatang. Dipstick research kami lakukan dan diperoleh fakta bahwa tidak mudah untuk membawa orang ke pameran yang menurut mereka pasti membosankan.

Ada 2 cara untuk melakukannya:

  1. Publisitas berskala nasional melalui hubungan media yang kuat.
  2. Kampanye pemasaran yang efektif yaitu School Visit dengan memberikan edukasi singkat dengan tema “Kenali tubuh kita”, mengajak siswa, guru biologi dan kepala sekolah untuk mengetahui tubuh kita melalui pameran ini.

Di Indonesia kegiatan pameran edu-tainment tidak terlalu disukai oleh anak-anak dan keluarga. Mereka lebih memilih kegiatan yang menyenangkan dan menghibur, itu sebabnya pertunjukan Internasional seperti Disney On Ice, Ben 10, Barney, Nickelodeon adalah pertunjukan yang paling populer. Di Indonesia jarang ada pameran yang mendidik karena tidak menarik bagi anak-anak dan keluarga. The Anatomy Show adalah pekerjaan rumah yang cukup sulit bagi Qyvision PR karena kami harus melakukan publikasi sebanyak mungkin melalui hubungan media yang efektif dan terus menerus serta mengundang kelompok anak-anak sekolah dari pra-sekolah sampai universitas khusunya mahasiswa kedokteran untuk mengunjungi pameran ini.

Setelah Mactus Singapore Pte. Ltd resmi menunjuk Qyvision PR sebagai agensi PR, kami terlebih dahulu meminta izin dan rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena kegiatan ini sangat sensitif dari protes, mengingat menggunakan tubuh asli manusia sedangkan dalam Islam adalah melanggar hukum jika tubuh orang mati tidak dikuburkan. Dengan upaya besar akhirnya keluar juga ijin MUI dengan syarat sbb :

  1. Mengubah judul The Body Show menjadi The Anatomy Show agar terkesan pendidikan.
  2. Tidak diizinkan untuk menampilkan tubuh perempuan, ibu hamil dan bayi dalam pameran ini.

Setelah syarat-syarat yang diminta terpenuhi, Qyvision PR harus membuat agar kegiatan ini menjadi berita yang menarik perhatian media dan bagaimana membangkitkan minat untuk mengunjungi kelompok sekolah.

Dipstick Reseach dirancang dengan melibatkan para siswa, guru dan orang tua mencoba mencari kekuatan, kelemahan, tantangan dan peluang bagi kegiatan ini. Dari hasil survei diperoleh kenyataan bahwa orang tua akan senang untuk membawa anak-anak mereka untuk mengunjungi pameran jika mereka mendapatkan berita dan rekomendasi tentang pameran tersebut dari media, guru akan merekomendasikan siswa mereka untuk mengunjungi pameran jika dianggap penting untuk referensi mereka dan siswa akan berpartisipasi jika sekolah mereka membawa mereka mengunjungi pameran sebagai agenda sekolah. Yang terpenting membangkitkan rasa ingin tahu siswa mengetahui lebih banyak tentang tubuh mereka.

Dari hasil survei kami menyimpulkan bahwa The Anatomy Show harus melakukan hubungan masyarakat dan kampanye pemasaran yang efektif. Tema yang dipilih Qyvision PR dalam kampanye tersebut adalah “Kenali Tubuh Kita”, ide ini muncul secara alami dari penelitian ini, yang mencerminkan kekuatan dan peluang yang menunjukkan The Anatomy Show masih memiliki daya tarik.

Tujuan utama kegiatan ini :

  • Memperkenalan “Kenali Tubuh Kita” sebagai tema utama kampanye di media melalui berbagai kegiatan media relations yang baik dan terus menerus.
  • Meningkatkan awareness The Anatomy Show kepada siswa, orang tua dan guru biologi dan meningkatkan jumlah kunjungan group sekolah melalui kegiatan School Visit.

Target Komunikasi :

  • Mayor Media (Cetak, Online, Social Media, Radio dan Televisi)
  • Orangtua
  • Guru Biologi Guru dan Kepala Sekolah
  • Siswa

Qyvision PR dan Mactus Pte, Ltd mengatur anggaran sebesar Rp.136,541,774 yang dipergunakan bagi penelitian, hubungan media dan kunjungan sekolah.

Qyvision PR melakukan berbagai kegiatan seperti :

  • Menulis berbagai artikel tentang The Anatomy Show dan didistribusikan ke blog pribadi, forum, berbagai komunitas dan mailing list.
  • Mendistribusikan Siaran Pers untuk media online dan cetak.
  • Mengadakan konferensi pers dengan mengundang seorang, online media nasional, radio, televisi dan media kesehatan dan gaya hidup. Agak kegiatan konferensi pers menarik Qyvision PR mengundang dr. Lula Kamal sebagai endoser. Selain seorang selebriti dan dokter Lula dikenal sangat dekat dengan wartawan. Selain Lula cukup mengusai materi, itu sebabnya wartawan sangat antusias untuk mendengar penjelasan dari Lula.
  • Untuk membuat berita tentang The Anatomy Show terus menerus di bulan berikutnya, Qyvision PR mengundang media lain yang belum mempublikasikan The Anatomy Show khususnya Program TV dalam sebuah media gathering.
  • Untuk memperluas jangkauan target, Qyvision PR melakukan talk show di Radio U-FM dimana pendengarnya kebanyakan Ibu-ibu dan tele-conference dengan PR Manajer Mactus Pte. Ltd. di Singapura. 1 jam talk show ini mengajak pendengar untuk bertanya tentang The Anatomy Show dan sekitar 50 listerners bertanya melalui email dan SMS.
  • Qyvision PR mengunjungi lebih dari 100 sekolah dalam 3 bulan dari pra-sekolah, SD, SMP, SMU dan universitas dengan diskon 10% untuk group serta memberikan sertifikat The Anatomy Show ke sekolah yang berkunjung. Road show ke sekolah-sekolah tersebut dilakukan dengan memberikan presentasi singkat tentang “Kenali tubuh Kita” kepada siswa, guru biologi dan kepala sekolah.
  • Aktifitas Sosial Media dilakukan untuk menarik minat lebih banyak kunjungan ke The Anatomy Show:

o Facebook Fanpage: The Body Show

o Twitter: theanatomyshow

o Foursquare: theanatomyshow

o Website: www.theanatomyshow.com

o Youtube; Grand Lunching The Anatomy Show: http://www.youtube.com/watch?v=3vcENjLrbKA

Apakah kami berhasil ?

Hasil

  • The Anatomy Show dikunjungi oleh 19.120 orang dari 100 grup sekolah pra-sekolah sampai universitas dari Jakarta dan kota lain.
  • The Anatomy Show dikunjungi oleh walk-in guest sebanyak 11.980 orang atau hampir rata-rata 100 orang per hari.
  • The Anatomy Show diperpanjang satu bulan sampai dengan November 2010
  • The Anatomy Show mendapatkan kesempatan wawancara live di U FM pada prime-time.
  • The Anatomy Show masuk ke dalam 3 acara TV terkenal : Bukan Empat Mata – Trans 7 TV, Laptop si Unyil – Trans 7 TV dan Dunia Relawan – DAAI TV 
  • The Anatomy Show ditayangkan dalam berita: Redaksi Pagi – Trans 7 TV, Apa kabar Indonesia Malam – TV One, Jakarta 2 Menit – Jak TV, Jakarta-jakarta – Metro TV
  • The Anatomy Show dipublikasikan di 12 media cetak besar: Kompas, Jakarta Post, Indo Pos, Jakarta Globe, Suara Pembaruan, Gaya Hidup Sehat, Cek & Ricek, Fitness Indonesia, Esquire, Chic, Media Indonesia, Sinar Harapan. 
  • The Anatomy Show dipublikasikan di 16 media online: Antara Foto, Berita 21, Berita Terbaru, Foto Detik, Detik Kesehatan, Jakarta Press, DKI Jaringan Post, Kompas Cyber Media, Vivanews.com, Otonomi News, Bisnis Indonesia online, Bataviase.com , Sriwijaya.com, Jakartaspot.com, Urbanesia, Koran Fesbuk.
  • The Anatomy Show menjadi bagian dari Fashion Spread majalah Versus, majalah khusus komunitas design dan photography.
  • Cerita dan foto-foto The Anatomy Show turut diterbitkan di 26 Microsite, Personal Blog dan Facebook dan menjadi perbican
  • The Anatomy Show mendapat commercial value sebesar Rp. 6.667.250.000 dengan invesasi sebesar Rp. 136.541.774, maka Return of Investmentnya (ROI) sebesar 47.9%.

Tahun ini The Anatomy Show dianugerahi THE BEST PR PROGRAM 2011-MIX, selamat kepada tim Qyvision PR, meski belum genap 1 tahun namun memiliki prestasi yang membanggakan!

07
Jul
10

Bagaimana PR membangun ‘awareness’ sebuah produk pria

Kalau di case study sebelumnya saya membahas bagaimana produk wanita “Kotex” memaksa kaum wanita bicara tetang penyakit yang menyangkut daerah intim. Kali ini bagimana public relations membantu produk Philips ‘memaksa’ kaum pria untuk bicara hal paling tabu. Hmmm… menarik lho untuk dipelajari. Selamat membaca!

Trimming the hedges,” “taking a little off the top” dan “manscaping” adalah ungkapan dalam bentuk sindiran untuk menggambarkan kaum pria dalam mendandani tubuhnya. Pertengahan tahun 2006, Noreclo Philips memperkenalkan sebagai produk baru yang cukup revosioner ke pasar, Bodygroom sebuah produk grooming untuk seluruh tubuh pria terutama daerah intim. Merekapun merancang sebuah program komunikasi untuk menarik perhatian kaum pria dan memberikan informasi tentang manfaat penggunaan Bodygroom melalui aktifitas online, berbagai humor dan sindiran dan berbagai ungkapan atau jargon. Kegiatan ini menjadi salah satu peluncuran paling sukses dalam sejarah Philips.

Sebelum mulai merancang berbagai kampanye yang dianggap efektif, Philips terlebih dahulu melakukan riset pasar untuk lebih memahami khalayak pasar Bodygroom, bagaimana kaum pria memperhatikan dan merawat daerah vitalnya dan apa yang mempengaruhi mereka untuk mengambil keputusan dalam membeli sebuah barang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan pria sudah mencukur dan memotong rambut-rambut di tubuh mereka. Bagi mereka yang sexual active mencukur rambut di tubuh merupakan ritual penting agar mereka terlihat lebih seksi. Tidak peduli single atau memiliki pasangan, hal yang merasa lakukan pertama adalah merapikan cukuran sesuai saran dari pasangan mereka. Sebagian pria menginginkan terlihat baik tanpa terlihat seperti berusaha keras untuk itu. Beberapa responden sering kali bereksperimen dengan menggunakan berbagai peralatan tubuh bagi pria. Bagi mereka sah-sah saja jika harus grooming – mereka sadar tentang penampilan mereka seperti diet dan grooming tanpa harus mengorbankan kemaskulinan mereka.

Untuk memperkuat hasil survei, Philips melakukan tele-survey untuk mendapat masukan yang lebih dalam mengidentifikasi kebiasaan perilaku tertentu. Lima ratus orang antara usia 24-45 berpartisipasi dalam survei telepon nasional apa yang memotivasi mereka dalam kebiasaan berdandan. Selain itu, hasil survei mendukung relevansi dan kebutuhan untuk Bodygroom dan apa yang memotifasi kaum pria pada penampilan mereka.

Setelah mengidentifikasi target pasar, kegiatan dimulai dengan memanfaatkan saluran yang memiliki pengaruh yaitu Talking Taboo atau Bicara Tabu melalui program talkshow Howard Stern Show di Sirius Radio dalam acara “Shave Beetle Juice”. Program ini bertujuan mempengaruhi audience dengan kekuatan sang raja media. Philips juga meluncurkan Bodygroom dan situs http://www.shaveeverywhere.com melaui kemitraan dengan sang idol, Howard Stern. Tetap sesuai dengan format Stern, Phillips memakai spoke person seorang entertainer yaitu Jodie Moore dalam acara Bodygroom on-air. Produser Howard menawarkan kakakter yang cukup dikenal sebagai endoser, Beetle Juice. Pada tanggal 2 Mei 2006, Bodygroom mulai mengudara melalui Sirius Sattelite Radio selama 35 menit dipandu oleh Howard Stern dalam program “Howard Stern on Demand”. Tayangan tersebut mampu menghasilkan lebih dari tiga juta media impression, 300.000 pengunjung mengunjungi http://www.shaveeverywhere.com dan produk Bodygroom tercatat sebagai produk nomor satu di Amazon.com di ‘Health & Personal Care Section’. Dan itu terjadi di minggu pertama!

Website http://www.shaveeverywhere.com dirancang dengan sense of humor dan penuh “sindiran” setiap membicarakan hal tabu yaitu grooming bagi seluruh tubuh. Ketika memasuki situs ini, kita akan disambut oleh tokoh cuek, “Innuendo Guy,” seorang aktor yang menampilkan kehidupannya sebelum dan sesudah memakai Bodygroom. Dia menggunakan objek menarik (misalnya, kiwi, peach, wortel,) untuk mendemonstrasikan bagaimana Bodygroom dapat membantu orang mendapatkan kepercayaan baru.

Dibuat sebuah film dokumenter berjudul “Shave your Kiwis” pada Sundance Film Festival – untuk menciptakan buzz pada peluncuran sebuah produk baru. Philips membangun Preview Lounge, Simplicty Lounge di festival tersebut. Pada kesempatan itu Philips menantang para selebriti untuk ikut perrmainan ‘defuzz your kiwi’ atau lomba menyentuh bagian-bagian tubuh paling sensitive, hasil dari permainan itu disumbangkan kepada American Cinematheque, organisasi nirlaba yang mendukung industri film independen. Tak disangka lebih dari 20 selebritis termasuk Adrian Grenier, Shannon Elizabeth dan Kristen Bell, ikut serta dalam permainan ini. Promosi Radio diperpanjang dengan membuat berbagai program listener interactive radio di radio-radio beraliran alternatif, rock dan olahraga di 14 stasiun kota New York, Los Angeles dan Chicago. Philips juga memanfaatkan stasiun DJ dengan menciptakan topik seputar obrolan tentang bulu di tubuh pria. Bodygroom diposisikan sebagai produk yang paling tepat untuk membantu pria lebih percaya diri.

Untuk menempatkan positioning Bodygroom sebagai produk terpercaya pilihan kaum pria, Philips mendaftarkan Bodygroom dalam berbagai penghargaan. Hasilnya, Majalah Menhealth menempatkan Bodygroom sebagai produk terbaik untuk kategori grooming dan Majalah FHM menempatkan Bodygroom di posisi ke-3 sebagai produk grooming paling inovatif. Situs Shaveeverywhere.com juga mendapat beberapa penghargaan termasuk Advertising Age’s Digital Campaign of the Year, mendapat sebuah Lion Emas di Festival Film Cannes dan meraih dua emas di Festival Film New York.

Apakah Philips berhasil menciptakan buzz maksimal bagi Bodygroom ?

Philips dianggap sukses dengan kampanye public relations yang tidak hanya meningkatkan kesadaran dan minat pada produk Bodygroom Philips Norelco tetapi juga membantu merek memenuhi tujuan penting. Pendekatan strategis PR telah membantu mendorong topik berdandan ke dalam wilayah mainstream konsumen dan media, dan sebagai hasilnya, topik yang sebelumnya dianggap tabu telah menjadi obrolan sehari-hari di Amerika Serikat. Hanya dalam enam bulan, Bodygroom menempati penjualan Philips Norelco terbaik kedua dan mewakili 25% penjualan produk grooming tahun 2006. Bodygroom telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan 33% pada penjualan produk Philips Norelco grooming tahun 2005-2006. Penjualan Produk Philips Norelco naik dari 0% ke 70% untuk kategori bodygrooming electric. Diperkirakan penjualan Bodygroom melampaui target penjualan di bulan pertama peluncurannya. Philips Norelco Bodygroom menjadi produk nomor satu yang dijual di Amazon.com’s Health and Personal Care section dalam waktu dua hari setelah program radio Howard Stern tayang dan hanya tersedia tidak lebih dari delapan minggu saja, menjadi salah satu peluncuran produk personal care paling sukses dalam sejarah Amazon.com. Situs Shaveeverywhere.com dianggap sukses karena mampu dikunjungi oleh lebih dari satu juta orang pada bulan pertama. Situs terus memikat pengunjung baru hingga kini dan telah menarik lebih dari 2 juta pengunjung. Kampanye ini menghasilkan lebih dari 195 juta media impression melalui berbagai siaran radio, online dan media cetak. Menempatkannya pada berbagai highlight berita meliputi The New York Times, Wall Street Journal, USA Today, Newsday, New York Post, Los Angeles Times, BusinessWeek, Variety, Men’s Health, FHM, Advertising Age, The Howard Stern Show, NPR, CNBC: On the Money dan HBO. Dimuat di berbagai situs berita seperti Real Time with Bill Maher, Geraldo at Large, Stuff.com, Adrants.com dan banyak lagi. Shaveeverywhere.com telah ditulis oleh lebih dari 1.500 blogger dan menerima lebih dari 103 ulasan positif di Amazon.com. Situs tersebut bahkan saat ini memiliki lebih dari 13.000 link yang menuju padanya.

Sebuah kinerja public relations menarik bukan ? Selamat bekerja !

28
Jun
10

Bagaimana Public Relations mampu merubah sebuah kebijakan

 

Dalam menghadapi krisis obesitas anak-anak di Amerika yang terus tumbuh, Pemerintah Negara Bagian California mengambil peranan pentingnya dengan  menolak obesitas sebagai pilihan yang sangat pribadi. Kesempatan untuk mengatasi krisis ini dimulai  pada tahun 2005 ketika diperkenalkan sebuah rancangan undang-undang oleh Pemerintah California yang mewajibkan lingkungan sekolah yang sehat. Undang-undang tersebut ditolak oleh masyarakat  tapi California Center for Public Advocacy (CCPHA) membuat sebuah kampanye untuk menggolkan undang-undang tersebut dengan memanfaatkan advokasi media agar penjabat pembuat undang-undang bertanggung jawab terhadap kenaikan jumlah penderita obesitas yang terus meningkat setiap tahunnya.

Obesitas di Negara Bagian California dalam kondisi yang sangat kritis, dari hasil analisa di lapangan satu dari empat anak-anak  kelebihan berat badan yang berisiko diabetes dan penyakit kronis lainnya. Obesitas pada anak cenderung menjadi obesitas dewasa yang terbilang penyakit mahal dan sulit dicegah.  Banyak politisi  menolaknya dan menganggap bahwa obesitas adalah sebuah pilihan yang sangat pribadi.  

Tahun 2005 berbagai undang-undang dibuat  untuk mengatasi krisis ini  seperti  RUU No. SB 12 – melarang pengadaan junk food di semua sekolah dan RUU No. SB 965 – melarang penyediaan soda di sekolah. Rancangan undang-undang tersebut mulai disosialisasikan  untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. CCPHA mulai menciptakan berbagai kegiatan agar RUU tersebut segera disahkan  dengan kampanye yang inovatif berupa penelitian, pendidikan, advokasi media dan kegiatan media relations.

Kegiatan dimulai dengan sebuah penelitian yang cukup mendetail difokuskan pada tiga bidang terpisah. :

  1. Siswa sekolah. Meneliti dampak dari krisis obesitas, data dari California FitnessGram, diberikan kepada siswa kelas lima, tujuh dan sembilan  sekolah umum di California, hasilnya dianalisa oleh pejabat lokal.
  2. Pejabat pembuat undang-undang. Catatan suara dari semua 80  anggota Majelis California diteliti untuk menentukan siapa yang mendukung dan siapa yang menentang rancangan undang-undang tersebut.
  3. Media.  Untuk melihat seberapa besar dukungan media terhadap RUU ini.

Yang pasti tujuan kegiatan ini adalah memperbaiki gizi anak-anak California dengan menggolkan  rancangan undang-undang yang melarang peredaran  makanan dan minuman tidak sehat di lingkungan sekolah. 2 sasaran utama kegiatan kampanye ini yaitu pejabat pembuat undang-undang agar undang-undang ini bisa segera ditetapkan dan media untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah selain tentu saja dukungan dari masyarakat setempat.   
Berbagai penelitian serta penentuan target sasar dilakukan dengan strategi media relations yang gencar untuk mendukung keberhasilan program ini.  Meluncurkan strategi media advokasi yang bertepatan dengan tanggal penentuan suara, membuat release berisi hasil studi penelitian lokal berupa informasi yang diperoleh dari  seluruh negara bagian untuk merangsang kekhawatiran bahwa masalah ini mulai memburuk dan butuh  tindakan segera, mendorong media untuk menulis artikel tentang pemerintah yang harus bertanggung jawab dan memiliki wewenang penuh untuk mengatasi krisis obesitas dan menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan media dengan cerita serta artikel hasil penelitian dan berbagai isu mengenai krisis obesitas serta membantu waktu untuk wawancara dengan para ahli.

Kegiatan media relations diatas sedikit banyak mendorong para pejabat pembuat undang-undang untuk segera mensahkan rancangan undang-undang tersebut dan masyarakat mulai diberi pengertian bahwa obesitas sudah bukan hak pribadi seseorang namun sudah menjadi perhatian Pemerintah untuk mulai memberantasnya.  Policy Brief dibuat untuk memperlihatkan pertumbuhan epidemi angka kegemukan pada yang anak naik di 3 tahun terakhir lengkap dengan fact sheet untuk kebutuhan para pejabat sebelum memutuskan. Juru bicara lokal dan juru bicara negara bagian dibekali dengan berbagai informasi tentang kesehatan anak-anak di California lengkap dengan catatan informasi voting para pejabat pembuat undang-undang. Informasi ini juga dibutuhkan bagi advokasi media. Press release disebarkan kepada target media yang bisa mempengaruhi pejabat tersebut, reporter dihubungi langsung dan dibekali dengan fact sheet lengkap dengan contact-list juru bicara dan pejabat pembuat undang-undang tersebut. Semua informasi hasil penelitian serta press material dikirim ke para pejabat California serta para stafnya agar mereka membuat keputusan yang bijak. Diadakan pertemuan di kantor Gubernur California, Schwarzenegger untuk mendapatkan dukungan dan menunjukkan kepadanya bagaimana menggunakan hasil penelitian tersebut untuk memaksimalkan pengaruh politiknya. Media Alert dan press release dikeluarkan untuk merilis hasil jajak pendapat. Media Outreach dilakukan untuk memperlihatkan dukungan selama Obesity Summit yang diadakan oleh Gubernur dengan semua mitra dan siapapun yang mendukung rancangan undang-undang tersebut.

Bagaimana hasil dari upaya public relations ini ?

 Keberhasilan kampanye terwujudkan dengan disahkannya Undang- undang No. SB 12 dan SB 965, selain itu upaya media relations kepada 15 media target telah menghasilkan 12 suara dari 15 suara mendukung RUU SB 12 dan 11 suara dari 15 suara mendukung RUU SB 965. Strategi untuk mempengaruhi pejabat dinilai sangat berhasil. Setengah  dari 80 anggota Majelis terpengaruh oleh berbagai artikel yang mengutip atau menyebut namanya.  Media-media seperti Los Angeles Times, Sacramento Bee, San Francisco Chronicle, San Diego Union-Tribune, La Opini, San Bernardino Sun, Modesto Bee dan Ventura Star telah membantu mendesak anggota parlemen untuk mendukung. “Kami mendukung rancangan undang-undang. Sekolah harus menjadi bagian dari solusi bukan bagian dari masalah, ” tulis seorang editorial di Inland Valley Bulletin. Selain itu, ruang editorial disediakan sebagai surat pembaca, opini editor serta forum terbuka untuk umum. Media dan promosi kampanye telah membantu membangun dan memperkokoh koalisi seperti lembaga pendidikan dan asosiasi termasuk California School Food Service Association untuk bekerja sama. Puncaknya pada bulan September Gubernur Schwarzenegger pada acara  Obesity Summit menandatangani kedua undang-undang tersebut. Dia disorot dalam sebuah pidato kenegaraan di tahun 2006  sebagai salah satu prestasi terbesar California yang membuat “Our School Healthier dan menjadi satu-satunya negara bagian yang melarang soda dan junk food di sekolah. Ia menutup pidatonya dengan cerita tentang keberhasilan bekerjanya. “Suatu hari saya menghampiri Senator Martha Escutia dan dia bercerita tentang kebijakan untuk membawa soda serta junk food keluar dari sekolah. Dan saya berkata, “Saya suka ide itu. Ini usaha besar untuk melawan obesitas. Mari kita lakukan bersama-sama”. Dan kamipun melakukannya !”

 

Hmm… sebuah gagasan sederhana untuk merubah arah kebijakan, semua dilakukan dengan public relations!

 Selamat bekerja … 

19
Jun
10

Budi Soehardi menginspirasi kami bekerja dengan hati…

Hometown for 2009 CNN Heroes Budi Soehardi, PR Program of The Year 2010


Ketika CNN Internasional menghubungi kami melalui email bahwa kami diminta membuat proposal program PR untuk mengangkat nama Budi Soehardi sebagai CNN Heroes 2009, waktu yang disediakan hanya 2 minggu karena waktu kunjungan Budi Soehardi ke Indonesia tanggal 16 November 2009. Waktu yang sangat singkat untuk membuat persiapan menyambut kedatangan seorang hebat yang mendedikasikan hidupnya untuk orang lain itulah yang menjadi tantangannya. Bukan soal budget semata, jika seorang Budi Soehardi pilot Singapore Airlines bisa bekerja dengan hati dan mendapat perhatian sebuah televisi International seperti CNN yang menganugerahinya sebagai ‘pahlawan’ dalam CNN Heroes 2009, kenapa kami tidak ? Budi Soehardi menginspirasi kami untuk bekerja dengan hati.

Diawali dengan sebuah survei singkat, diperoleh fakta bahwa Budi Soehardi adalah anggota Rotary Club D3300 Singapura sementara di Indonesia Rotary Club bernama Rotary District 3400 berdiri sejak tahun 1927 memiliki 80 klub dengan anggota lebih dari 1500 orang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kekeluargaan yang mendasari organisasi sosial terbesar didunia yang berpusat di Amerika Serikat ini bisa menjadi modal utama untuk mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia. Hal yang pertama yang dilakukan adalah menghubungi District Governor Rotary Club D3400, Rotarian Thomas Aquinas. Dengan panjang lebar kami meminta dukungan agar Budi Soehardi mendapat sambutan di Jakarta oleh Rotary Club Jakarta. Sambutan hangat dari Rtn Thomas mengantar kami untuk berkunjung ke-6 Rotary Club Jakarta dan meminta mereka menjadi tuan rumah acara tersebut dan mengundang semua anggotanya. Mengingat Budi Soehardi kelahiran Yogyakarta dan berdomisili di Singapura tentu saja tidak banyak teman Budi yang bisa menyambut Budi di Jakarta. Kekeluargaan yang dimiliki oleh Rotary Club bisa menjadi modal utama untuk membuat acara Hometown for CNN Heroes Budi Soehardi bisa banyak dikunjungi rotarian selain tentunya para awak media. Rotary Club memiliki klub khusus anak mudanya namanya Rotary in Action atau Rotaract Club D3400 dan kami memanfaatkan anggotanya yang berusia 18-30 tahun untuk membantu memberikan vote, menyebarkan profil Budi Soehardi serta CNN Heroes ke lingkungan sekitarnya melalui kekuatan social media.

Setelah dukungan 100% didapat dari Rotary dan Rotaract Club D3400, kami memulai menulis berbagai feature article dari mulai ceritang tentang sosok Budi Soehardi hingga cerita tentang  CNN Heroes, press release mulai disebar ke berbagai media untuk mendapat dukungan publikasi serta dukungan voting yang ditutup tanggal 21 November 2009. Belum cukup dengan bergerilya, akun Facebook, fanpage, Twitter dan Youtube dibuat untuk mempermudah untuk memperoleh berita tentang CNN Heroes dan profil Budi Soehardi tentunya. Hasilnya diluar dugaan, sebelum event berlangsung profil Budi Soehardi terpampang di ratusan mocrosite seperti media online, blog pribadi dan blog berita. Usaha kami mulai membuahkan hasil setiap hari kami memantau berapa perolehan voter yang diperoleh Budi Soehardi melalui situs resminya : www.cnn.com/heroes. Dan hasilnya kami kewalahan dengan jadwal wawancara berbagai media yang berlomba-lomba ingin mengangat profil Budi Soehardi padahal jadwal Budi Soehardi di Jakarta hanya 1 hari saja karena tanggal 17 November harus kembali ke Singapura menjemput keluarganya untuk berangkat terus ke New York mendapat penghargaan sebagai salah satu pemenang CNN Heroes 2009.

Pada tanggal 16 November kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Studio Metro TV untuk wawancara langsung di Metro Pagi jam 7.00 pagi dan Good Morning jam 9.00, wawancara dengan Farhan di Delta FM jam 8.00 dilakukan lewat telepon mengingat slot waktunya sudah tidak memungkinkan untuk datang ke studio Delta FM, kunjungan ke studio U FM dilanjutkan untuk acara Good Morning Show, kemudian jam 12.00 siang berangkat ke lokasi acara di Blitz Megaplex. Namun sebelumnya wawancara dengan Sinar Harapan, ME Asia dan ANTV sudah menunggu giliran sebelum acara dimulai. Jam 2 siang acara Hometown for CNN Heroes Budi Soehardi dihadiri oleh 150 orang terdiri dari anggota Rotary Club, Rotaract Club, siswa SMU, masyarakat umum dan media.

Hasilnya ?


Wawancara Budi Soehardi ditayangkan Metro Pagi dan Good Morning Metro TV, Kabar Petang ANTV. Wawancara dengan radio direlay di U FM, Delta FM, OZ Radio dan KM Radio. Profil dan dedikasi Budi Soehardi dimuat di Kompas, Jakarta Post, Sinar Harapan, ME Asia, Esquire, Media Indonesia, Jakarta Globe, Sindo dan Lampung Post. Berita tentang dukungan pada Budi Soehardi dimuat di media online seperti Detik.com, Vivanews.com, Okezone.com, Metronews.com, Telkom TV, Kabar Indonesia, Kaskus.net, Yahoo.com, Wgaul.com, Indonesiamedia.com, Kabarinews.com, Beritakita.com, Lintasberita.com. Ratusan blog pribadi, facebook dan indenpendent news portal memuat berita dan memperlihatkan kebanggannya pada warga negara Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional itu. 20 video berbagai berita serta liputan tentang Budi Soehardi bisa diunduh di Youtube, termasuk tayangan berita awarding Budi Soehardi yang langsung ditayangkan CNN pada tanggal 28 November 2009. Terakhir Budi Soehardi menjadi salah satu tamu Kick Andi dalam episode ”Mereka yang Terpanggil”. Sampai diakhir waktu vote berlangsung Budi Soehardi mendapat dukungan dari 2.410.134 voter yang 75% berasal dari Indonesia.

Kami seperti halnya masyarakat Indonesia, merasa bangga ikut mendukung keberhasilan Budi Soehardi seorang pilot Singapore Airlines yang mendedikasikan seluruh hidup dan keluarganya untuk membangun dan membina rumah yatim korban pengungsi Timor bernama Roslin di daerah Kupang, NTB. Satu hal yang ingin kami gambarkan sosok seorang ayah beranak 3 ini bahwa orang ini adalah sosok yang bersahaja, satu hal yang selalu kami ingat bagaimana beliau menggambarkan jerih payahya, ”Semuanya karena Tuhan sendiri yang bekerja  dan kami hanya kebetulan saja ada ditempat itu

Tidak salah jika Budi Soehardi menginspirasi Fortune PR untuk bekerja dengan hati dan pantas jika program ini dianugerahi sebagai Indonesian PR Program of The Year 2010 versi Majalah Mix.

Malam penganuegerahan Budi Soehardi : http://simurl.us/7h0ph

14
Jun
10

Bagaimana Public Relations membantu generasi muda menghargai sejarah ?

Tantangan :
Bagaimana membuat sebuah sejarah perang yang terjadi hampir satu abad yang lalu hari ini relevan dan tetap dikenang dan dihargai generasi penerusnya ?
Amerika mempunya sejarah perang yang panjang terutama keterlibatannya dalam Perang Dunia 1 dan 2. Mengenang sejarah perang bukan saja dilihat dari kemegahan serta kelengkapan sebuah museum perang namun bagaimana generasi penerusnya menghargai semangat kemanusiaan yang terkadung didalamnya.


Pada tahun 1918, warga Kota Kansas mengumpulkan dana US$ 2,5 juta dalam tempo 10 hari untuk membangun sebuah tugu peringatan perang dunia untuk mengenang keberanian  pejuang yang berkorban untuk negaranya. Selesai pada tahun 1926, Liberty Memorial kemudian menjadi ikon Kota Kansas. Pada tahun 2004, masyarakat Kota Kansas menyetujui untuk membangun The Nasional World War I Museum di komplek Liberty Memorial. Kemudian, pada tahun 2006, museum siap diluncurkan untuk membuka mata dunia akan kontribusi Kota Kansas pada masa perang dunia ke-1. Museum tersebut dibangun untuk menceritakan kisah-kisah “The Great War” dan “War to End all Wars” selain museum tersebut adalah proyek terbaru Ralph Appelbaum, perancang museum yang unggul di dunia saat ini.

Dari hasil survei online ditemukan fakta ada 2 hal yang memotivasi masyarakat berkunjung ke sebuah musem yaitu koleksi artefak berkelas dunia dan bagaimana museum bisa menggambarkan perang dari para saksi sejarah. 3 pesan kunci penting kemudian diangkat dari hasil survei yaitu experience, learn dan honor. Mereka kemudian mengembangkan 3 pesan kunci tersebut untuk membuat sebuah story line yang menarik bagi media dan kaitannya dengan grand opening museum agar masyarakat yang ingin memahami pengalaman di masa perang Perang Dunia I, belajar tentang peran Amerika dan 36 negara sekutunya dan menghormati orang-orang yang berjasa. The National World War I Museum menyajikan berbagai informasi perang dengan teknologi interaktif mutakhir dan memiliki koleksi artefak terbesar di masa perang dunia I. Sebelumnya mereka mulai menguji beberapa pilihan logo yang tepat yang bisa mewakili museum tersebut. Ada 7 pilihan konsep logo yang mulai disurvei, logo mana yang dianggap paling tepat. Seluruh masyarakat Kansas diajak terlibat, dan pilihan jatuh kepada logo ‘parit vertikal’ karena dianggap paling tepat dan paling disukai mereka yang disurvei. Dari hasil survei teridentifikasi bahwa kaum pria umumnya datang ke museum untuk edukasi sedang kaum wanita umumnya datang berkunjung bersama keluarga dan anak-anak untuk mencari hiburan.

Kegiatan public relations dimulai dari desain logo yang sesuai untuk The National World War I Museum dan mengembangkan pesan kunci. Kunjungan Ralp Appelbaum di bulan Mei 2006 ke Kansas City dijadikan momen baik untuk wawancara media lokal dan presentasi ke kelompok masyarakat sipil. Sarana promosi berupa interview dengan Ralph Appelbaum dan Jendral Steve Berkheiser sebagai spokeperson berdurasi 6 menit dibuat lengkap dengan fasilitas museum serta  arsip rekaman perang dunia I. Pembuatan media kit elektronik terdiri dari materi media dan elemen visual museum.  Kampanye media gencar dilakukan untuk media lokal, regional, nasional dan internasional dilakukan di awal bulan Juli diikuti dengan putaran kedua pada bulan Oktober dan November. Media tour dilakukan untuk media nasional yang ingin berkunjung ke museum dan kota Kansas. Membuat b-roll 5 menit untuk kepetingan siaran langsung dan media tour pada tanggal1 Desember dengan menampilkan Ralph Appelbaum dan Jendral Steve Berkheiser.

Grand Opening The National World War I Museum dibuat dalam 3 acara berbeda :
1. Kamis, 30 November 2006, sebuah forum bersama dengan Ralph Appelbaum dan sejarawan terkenal di dunia, Sir John Keegan, memberikan sejarah perspektif Perang Dunia I dan relevansi modern dan pentingnya museum. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 250 orang.
2. Jumat, 1 Desember 2006,  sebuah acara pengumpulan dana bagi museum. Lebih dari 350 tamu termasuk para donor, sahabat museum baik kalangan sipil maupun politisi dan para pebisnis. Acara mampu mengumpulkan dana lebih dari US$ 200.000.
3. Sabtu, 2 Des 2006, upacara dan peresmian museum ini terbuka untuk umum, dengan pidato dari tokoh  lokal, negara bagian, nasional maupun tokoh internasional. Acara dituutup dengan pelepasan burung merpati. Lebih dari 750 orang menghadiri upacara pembukaan tersebut.

Berhasilkah mereka ?

Berita pembukaan The National World War I Museum meluas hingga daerah dengan cakupan regional, nasional dan internasiona, menjadikannya sebagai obyek wisata wajib kunjung. Pembukaannya mendapat  lebih dari 153 juta media impression media cetak termasuk The Wall Street Journal, New York Times, Chicago Tribune, Christian Science Monitor dan feature article dari Associated Press sampai ke sedikitnya 70 surat kabar di dunia dan ratusan microsite menampilkan cerita tentang The National World War I Museum. Berita pembukaan menghiasi halaman depan media nasional seperti  USA Today, Newsweek, Los Angeles Times, St Louis Post Dispatch dan Chicago Tribune, The Kansas City Star. Tidak ketinggalan media perjalanan wisata seperti  AARP Magazine, AAA Midwest Traveler, Southwest Airlines Spirit, Majalah History Channel dan Arthur Frommer’s Budget Travel.
Berita pembukaanpun mendapat liputan dari lebih dari 18.5 juta media impression media  televisi seperti  ABC “World News Tonight  with Charlie Gibson”, Fox & Friends dan Weather Channel. Selain itu pembukaan museum mendapat liputan dari  NPR, CBS dan jaringan radio CNN yang direlay kembali oleh 1.300 stasiun radio seluruh  dunia.
Dan bagaimana antusiasme serta dukungan publik pada kehadiran museum ini ?  Sejak museum dibuka, museum mendapat pujian baik dari pers maupun dari publik.  Pada bulan Desember 2006 dan Januri 2007 museum mendapat kunjungan dari  32.637 orang melebihi dari tingkat kunjungan ke Liberty Memorial dalam 12 bulan terakhir. US$ 184.780 terkumpul dari hasil penjualan tiket masuk dan merchandise melebih penjualan dari 12 bulan sebelumnya. 51% dari pengunjung datang dengan mengendarai kendaraannnya 0-20 mil untuk berkunjung ke museum dan 26% mengendarai kendaraan lebih dari 60 mil. 96% dari pengunjung yang disurvei mengatakan mereka akan kembali ke museum dan 97,7% mengatakan mereka akan merekomendasikan museum tersebut kepada teman, keluarga, dan rekan kerja.

Jadi siapa bilang sejarah perang yang direkam dalam sebuah museum tidak mempunyai daya tarik bagi masyarakat banyak, tergantung bagaimana keinginan untuk membuat kegiatan public relations yang tepat.

Selamat bekerja!